Perusahaan Pertahanan Australia Ekspor Senjata Laser Anti Drone Ke Negara NATO yang Dirahasiakan

Setelah sukses melakukan uji coba pada pertengahan tahun 2023, perusahaan teknologi pertahanan asal Australia, Electro Optic Systems (EOS), dikabarkan telah mendapatkan pesanan ekspor sistem laser kontra-drone berenergi tinggi – high-energy laser system, ke suatu negara yang identitasnya dirahasiakan. Meski rahasia, EOS ‘menspill’ bahwa negara yang dimaksud adalah anggota NATO di Eropa.

Baca juga: Australia Uji Coba Senjata Laser Anti Drone dari Platform Kontainer

EOS telah mengumumkan pesanan internasional pertamanya untuk sistem senjata laser berdaya tinggi kelas 100 kilowatt. Menurut rilis perusahaan yang dikeluarkan Selasa, sebuah negara anggota NATO Eropa telah memesan sistem tersebut senilai €71,4 juta (sekitar $82 juta), yang akan diproduksi di fasilitas EOS di Singapura dan dikirimkan antara tahun 2025 dan 2028. Kontrak tersebut mencakup unit laser, suku cadang, paket pelatihan, dan dokumentasi.

EOS menyatakan bahwa sistem ini dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan operasional akan pertahanan yang hemat biaya terhadap serangan gerombolan drone yang semakin canggih.

EOS menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan ekspor pertama sistem pertahanan laser kelas 100 kilowatt, tingkat daya yang dirancang untuk menetralkan ancaman udara dengan kecepatan dan presisi. EOS mencatat bahwa laser berenergi tinggi barunya dibangun berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dalam sistem anti-drone kinetik, seperti rudal dan senjata, yang telah digunakan di berbagai zona konflik.

EOS telah menghabiskan tiga tahun terakhir melakukan pengujian lapangan dan uji coba penembakan sistem laser secara ekstensif, berkoordinasi dengan klien pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

Menurut EOS, senjata tersebut menggabungkan algoritma terintegrasi, radar, deteksi ancaman, akuisisi target, dan teknologi penguncian sinar untuk mempertahankan akurasi dan daya mematikan yang tinggi dalam kondisi lapangan.

Angkatan Darat Inggris Uji Tembak Senjata Laser Anti Drone dari Rantis Lapis Baja

Dalam sebuah pernyataan yang menyertai rilis tersebut, EOS mengatakan bahwa sistem ini akan melengkapi rangkaian solusi anti-drone yang ada dan memungkinkan pelanggan untuk mengalahkan ancaman udara tanpa mengeluarkan amunisi yang mahal, seperti rudal MANPADS atau rudal hanud jarak dekat.

Pada uji coba di tahun 2023, EOS menggunakan senjata laser 36 kilowatt, dapat diskalakan hingga 50 kilowatt, ditempatkan dalam wadah pengiriman (kontainer) standar dan dapat ditenagai oleh paket baterai lithium, sistem hanud laser ini dapat ‘mengirimkan’ lebih dari 100 tembakan sebelum perlu diisi ulang.

Dalam uji coba lapangan saat itu, laser EOS berhasil menyerang dan menghancurkan target drone berukuran kecil pada jarak 780 meter. Kemudian EOS menargetkan jangkauan keterlibatan serangan laser sejauh empat kilometer. (Gilang Perdana)

Jepang Pamerkan Senjata Anti Drone High Power Laser Weapon dengan Daya 10 kW