Peluncur Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3 Telah Terpasang di KCR KRI Halasan 630

Pelan namun pasti, modernisasi terus dilakukan oleh TNI AL. Bila sebelumnya beberapa KCR (Kapal Cepat Rudal) terlihat dipasangi meriam ‘sementara’ Bofors 40 mm pada haluannya, kini beberapa telah berganti dipasangi meriam modern otomatis Bofors 57 MK3 atau AU-220M 57 mm. Pun demikian dengan rudal anti kapal, bila sebelumnya ada yang dipasangi peluncur rudal anti kapal C-705 buatan Cina, kini nampak sudah dipasangi peluncur rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 buatan MBDA Perancis.
Baca juga: Meriam Bofors 57 MK.3 Telah Terpasang, PT PAL Bersiap Luncurkan KCR-60M keenam
Seperti yang terbaru diperlihatkan oleh KCR Halasan 630, selain sudah dipasangi Bofors 57 MK3 pada haluan dan 2 pucuk kanon PSU kaliber 20 mm plus CMS Terma, maka dari video yang diposting Instagram KRI Halasan 630, dikabarkan bahwa pada minggu ketiga Juli 2022, sudah mulai dipasang peluncur Exocet MM40 Block 3. Peluncur Exocet MM40 Block 3 di KRI Halasan 630 dipersiapkan dalam model 2×2 tubes.
Dengan total empat tabung peluncur, menjadikan komposisi jumlah Exocet MM40 di KRI Halasan 630 setara dengan yang ada di korvet Diponegoro Class. Exocet MM40 Block 3 diluncurkan dari peluncur (launcher) ITL-70A yang digunakan untuk Exocet MM40 Block 2.

Meski punya dimensi dan berat yang sama dengan Exocet MM40 Block 2, Exocet MM40 Block 3 punya kinerja yang lebih baik. Sebut saja dari jangkauan, bila Block 2 hanya bisa menyasar target OTH (over the horizon) sejauh 120 km, maka di Block 3 jangkauan ditingkatkan hingga 180 – 200 km.
Peningkatkan performa tak lain berkat adopsi pendorong dari jenis Turbomeca TR-40/263 turbojet buatan NAMMO dengan booster roket, sedangkan MM40 Block 2 masih memakai solid propellant dengan booster roket. Meski begitu, dalam hal kecepatan MM40 Block 3 masih sama dengan Block 2, yakni ada di level high subsonic dengan Mach 0,93 ber-high G manuver tingggi (10g).
View this post on Instagram
Dari sistem penuntun terminal pada fase akhir, rudal Exocet Block 3 juga dilengkapi GPS guidance hingga lebih dari 10 waypoint, sehingga bisa menyerang kapal atau sasaran permukaan, dengan sudut serang yang rumit, agar pergerakan rudal ini susah diantisipasi penangkis rudal dari kapal perang lawan. Selain itu, Exocet MM40 Block 3 juga dibekali laser gyro, GPS (global positioning system), INS (inertial navigation system), radar aktif J band, dan image recognition.
Baca juga: Exocet MM40 Block 3 – Rudal Anti Kapal High Subsonic Andalan Korvet TNI AL
Exocet MM40 Block 3 punya RCS (radar cross section) yang kecil, dipadukan dengan mesin beremisi panas rendah (low IR signature) membuat MM40 Block 3 diklaim sebagai stealth anti ship missile. (Bayu Pamungkas)



Next berharap seri KCR 60 M TNI AL di pasangkan rudal anti pesawat sadral mistral 3 RC di atas kompartemen brigade kapal, mirip Corvette sigma class TNI AL gitu
Kepana gk sekalian kapal perang Corvette parchim class AKS di upgrade di pasang tambah peluncur rudal peluncur SSM Exocet mm 40 block 3 2×2 tube secara dimensi muat di tempat kan tengah anjungan kapal cocok dah selain bisa numpas kasel juga bisa numpas kapal perang musuh
Gimana kabarnya KCR KRI mandau class era orde baru belum upgrade dari rudal peluncur SSM MM 38 usang, ke peluncur SSM Exocet mm 40 block 3 kacian min belum tersentuh…
Mandau Class sudah terlalu tua usianya, sehingga memang tidak akan dipasangi rudal anti kapal lagi.
Kenapa gk sekalian KCR 60 M KRI sampari dan kri tombak upgrade ganti copot peluncur rudal SSM 705 ke peluncur rudal SSM MM40 Exocet blok 3 biar seragam gitu gk ada unsur semburuan antar kapal perang KCR 60 M kri lainnya…
Self air defense masih minim bget,min harus dipasang mistral yg sadral / tetral mengingat dimensi ruang yg terbatas nggk BS pke vls ,syukur2 ditambahi tropedo tube anti submarine
40 m -> 60 m -> 90 m -> 143 m, nikmati prosesnya menuju kemandirian produksi alutsista, perjalanan seribu mil selalu dimulai dari langkah kecil
Indonesia harus bisa buat rudal jelajah secara mandiri. Kalo perlu Indonesia bisa beli lisensi Exocet atau kalo gak boleh bisa kerjasama dg Turki buat rudal SOM. Kalo masih beli akan repot jika harus bertempur dalam waktu yg lama.
Sayangnya gak ada senjata atau sensor untuk perang bawah air, belum bisa beroperasi mandiri, sasaran empuk kapal selam musuh
@periskop, soalnya dengan luas area laut yg luas kita butuh armada kapal yg banyak terlebih sekarang dibagi 3 armada komando..kalau sekelas KCR atau OPV bisa cepat dibuat bahkan galangan swasta pun bisa sambil menunggu real korvet, Fregat bahkan Destroyer atau penjelajah datang..sekelas FREMM datangnya bisa bertahun2..kenapa ga dimaksimalkan kelas KCR yg cepat bisa dibuat..sayang kalau cuma buat peperangan permukaan laut dengan konsep hit and run..contoh korvert Karkurt Rusia sekelas KCR 60 tapi full senjata bisa peperangan laut udara dan bawah air ..😄
Kan rudal surface to survace ada yg diluncrkan secara vertikal tegak lurus dan ada yg elevasi/miring. Kelebihan dan kekurangan masing metode peluncuran itu apa ya? Dan mengapa dirancang begitu. Apakah krn yg sistem vertical launch bisa mengarah ke target di segala penjuru atau gimana, kapalnya nggk perlu bermanuver duluan. Nah, kalau yg model luncuran semi horisontal itu gimana kl targetnya di belakang kapal tsb apakah kapal kudu bermanuver dulu, atau rudalnya bisa mbalik arah ke target. Yahh ya gini ni akibatnya kl orang sipil awam ikut2an komentar, jadi bingung dw.
Dimulai dari kapal 40 m, kemudian 60 meter, kemudian 90 meter kemudian 143m, serap ilmunya dan nikmati prosesnya untuk mewujudkan kemandirian, perjalanan seribu mil selalu dimulai dari satu langkah
Sedih tapi bangga, terlalu pelan juga tidak baik lama2 kita di libas Philipines yang tdk ada suara tapi banyak buktinya
@Ade
yaa itu namanya bukan kcr lagi, tapi dah korvet, kcr khusus rudal aja bawanya, torpedo ngga usah
Kenapa gk sekalian kcr KRI mandau era orde baru upgrade peluncur SSM mm38 Exocet usang ke peluncur SSM mm 40 Exocet block 3… Prihatin liat KRI mandau class
Andaikan kapal perang KCR 60M KRI sampari TNI AL class di pasang sonar di lambung kapal, biar memiliki kemampuan untuk melacak benda asing semacam dron mata mata di dasar laut, selain patroli…
Gak sekalian upgrade kapal perang Corvette sigma class TNI AL tambah peluncur rudal Anti kapal SSM Exocet 4 peluncur rudal, jadi 8 peluncur SSM Exocet, biar kemampuan kayak kapal perang tua Corvette KD lekir Malaysia 8 peluncur
Next di pasang peluncur rudal Sam sadral mistral 3 RC di atas kompartemen brigade kapal cocok nih? min
Kenapa gk sekalian upgrade rudal peluncur SSM C705 di ganti ke peluncur SSM Exocet kapal perang kcr 60m seri KRI sampai dan kri tombak? Biar seragam gitu Rudal China kualitas 2 greget kurang canggih cocok nya di kapal patroli kecil
Selain bisa di install Canon, Meriam dan Rudal KCR bisa di install Torpedo jg ga y..biar lengkap..KCR rasa Korvet..
Bismillah semoga saja juga LST dan LPD milik TNI.AL juga dipasang bofors,rudal Mitshubishi type 03 Jepang sehingga dapat sistem pertahanan udara yang mumpuni saat operasi tempur,usulan ini semoga dapat diterima para anggota komisi I DPR RI.
Bismillah semoga dengan pemerintah Jepang, Indonesia dapat mengakuisisi rudal asm 3,pesawat latih tempur jenis Kawasaki t.4,tank MBT ,dan dapat joint venture memproduksi kapal selam bersama injener injener muda tanah air,kenapa tidak tahun 2022 mulai dikerjakan hal tersebut dan di lobi
min, ini stok lama apa beli baru?