Update Krisis IranKlik di Atas

Operasi di Iran Kuras Anggaran: AS Bakar Rp30 Triliun Hanya untuk 850 Rudal Tomahawk!

Dalam operasi militer skala besar, presisi tinggi selalu berbanding lurus dengan biaya yang selangit. Laporan terbaru dari The Washington Post memberikan gambaran nyata betapa mahalnya harga sebuah “hujan rudal” dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Iran yang tengah berlangsung.

Baca juga: Debut ‘Black Tomahawk’: Rudal Jelajah Terbaru Raytheon yang Memulai Serangan ke Iran

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 850 unit rudal jelajah Tomahawk dilaporkan telah dilepaskan untuk melumpuhkan titik-titik strategis di negeri para Mullah tersebut.

Angka 850 rudal bukanlah jumlah yang kecil. Sebagai gambaran, jumlah ini hampir menyamai total stok rudal jelajah yang dimiliki oleh gabungan beberapa negara besar di Eropa. Namun, bagi US Navy, ini adalah instrumen utama untuk memastikan keunggulan udara (air superiority) tanpa harus menempatkan pilot mereka dalam risiko tinggi di fase awal serangan.

Berdasarkan data teknis yang dihimpun, mayoritas rudal yang dikerahkan adalah varian terbaru, yakni Tomahawk Block V. Varian ini merupakan kasta tertinggi dalam keluarga Tactical Tomahawk (TacTom) yang memiliki kemampuan in-flight retargeting. Artinya, operator dapat mengubah target rudal saat ia sudah terbang di udara melalui koneksi satelit.

Untuk meluncurkan 850 “monster” ini, US Navy mengerahkan seluruh aset pemukul jarak jauhnya di kawasan tersebut, yang terdiri dari:

Kapal Perusak Arleigh Burke class, sebagai elemen permukaan utama, kapal-kapal perusak ini terus-menerus memuntahkan rudal dari sel peluncur tegak (Vertical Launch System/VLS) Mk41.

Kapal Selam Serbu (SSN) Virginia dan Los Angeles class, yang memberikan elemen kejutan dengan meluncurkan rudal dari bawah permukaan laut secara senyap.

Kapal Selam Rudal (SSGN) Ohio class, satu unit kapal selam Ohio class versi SSGN mampu membawa hingga 154 rudal Tomahawk. Kehadiran kapal selam ini di perairan dekat Iran menjadi faktor penggetar yang sangat signifikan.

Bantu Israel, AS Kirim Kapal Selam USS Ohio yang Bisa Luncurkan 154 Rudal Jelajah Tomahawk

Kalkulasi Biaya yang Menguras Kantong
Mari kita bicara angka. Berdasarkan anggaran pengadaan Pentagon, satu unit rudal Tomahawk Block V dibanderol dengan harga sekitar US$2,1 juta. Dengan volume penembakan mencapai 850 unit, maka kalkulasi kasar biaya “amunisi” saja adalah, 850 unit x US$2,1 juta = US$1,78 Miliar. Jika dirupiahkan, angkanya mencapai Rp30,26 triliun, dengan asumsi konversi saat ini 1US$ sama dengan Rp17.000.

Perlu dicatat bahwa Rp30 triliun ini hanya untuk harga fisik rudalnya saja. Biaya ini belum mencakup biaya operasional harian kapal induk, bahan bakar kapal pendamping, hingga dukungan intelijen dari satelit dan drone pengintai seperti RQ-4 Global Hawk yang bekerja nonstop 24 jam untuk memberikan koordinat presisi.

Strategi Ekonomi Perang AS: Kontrak 7 Tahun Amankan Stok Ribuan Rudal Tomahawk dan AMRAAM

Penggunaan masif Tomahawk ini bertujuan untuk menghancurkan sistem pertahanan udara (S-300 dan HQ-9B) serta fasilitas radar Iran. Dengan melumpuhkan “mata” dan “taring” lawan menggunakan rudal jelajah, jet tempur siluman seperti F-35 dan F-22 nantinya dapat masuk ke ruang udara lawan dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah.

Namun, pengurasan stok rudal sebanyak 850 unit dalam waktu singkat ini juga memicu debat di Washington mengenai ketahanan logistik industri pertahanan AS. Memproduksi kembali 850 rudal canggih bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, meskipun dana tersedia atau dapat disiapkan secara darurat. (Bayu Pamungkas)

Korea Utara Kecam Jepang Terkait Akuisisi Tomahawk: AS dan Sekutu Siap Agresi?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *