Norinco QBU-10 (QLU-10): Senapan Runduk Anti Material Infanteri Kamboja di Zona Konflik Preah Vihear

Melibatkan infanteri, konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja tak bisa mengesampingkan penggunaan senapan tembak jitu (runduk). Salah satu yang terungkap adalah penggunaan senapan sniper anti material QBU-10, yang tertangkap kamera digunakan pasukan infanteri Kamboja di area pertempuran Preah Vihear, wilayah yang terletak di Kamboja.

Baca juga: Kalashnikov SV-18 – Senapan Anti Material Bullpup dengan Opsi Kaliber 12,7mm NATO

QBU-10 (Type 10), atau dalam versi ekspor disebut QLU-10 adalah senapan runduk anti material semi-otomatis buatan Cina. QBU-10 dirancang untuk misi yang melampaui kemampuan senapan runduk konvensional. Senjata ini bukan hanya ditujukan untuk melumpuhkan personel musuh, melainkan untuk menghancurkan material atau aset bernilai tinggi dari jarak aman.

QBU-10 dikembangkan dan diproduksi oleh Norinco (China North Industries Group Corporation), konglomerat manufaktur pertahanan utama Cina. Senjata ini secara resmi diadopsi oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Cina dan diekspor ke beberapa negara sekutu, termasuk Kamboja.

Sebagai senapan semi-otomatis, QBU-10 memungkinkan untuk menembakkan beberapa peluru secara cepat tanpa perlu pengisian ulang manual (bolt-action). Fitur ini sangat krusial dalam situasi pertempuran yang memerlukan tembakan follow-up segera terhadap target yang bergerak atau berlindung.

Kekuatan utama QBU-10 berasal dari kaliber amunisinya, khususnya kaliber 12,7 x 108 mm, yaitu kaliber ini sama dengan yang digunakan pada senapan mesin berat standar Rusia dan Cina (seperti DShK atau Type 85).

Amunisi kaliber 12,7 mm yang besar memungkinkan QBU-10 melancarkan proyektil berdaya tembus tinggi (AP) atau berdaya ledak-bakar tinggi (API). Ini membuatnya efektif untuk menembus lapis baja ringan kendaraan tempur, melumpuhkan mesin atau rotor helikopter, dan menghancurkan peralatan komunikasi, radar, atau gudang amunisi dari jarak jauh.

Sebagai senapan anti-material, QBU-10 dirancang sebagai senjata yang kokoh namun mudah dioperasikan. Dari spesifikasi, QBU-10 punya panjang total sekitar 1.380 mm dan berat sekitar 13 kg (tanpa amunisi/optik). Jarak tembak efektif hingga 1.500 meter dan jarak tembak maksimum sekitar 2.000 meter. QBU-10 mengadopsi pilihgan magasin dengan kapasitas 5 atau 10 peluru.

Untuk memanfaatkan potensi jangkauan tembaknya hingga 1.500 meter, QBU-10 dilengkapi dengan sistem optik canggih. Optik standar yang paling umum terlihat dipasangkan pada QBU-10 adalah YMA9 (Yi Ma 9) atau varian digital modern lainnya. Karena target utama QBU-10 adalah material (kendaraan, radar, bunker), presisi sangatlah vital. Optik digital seperti YMA9 memastikan bahwa peluru kaliber 12.7 mm dapat mengenai bagian sensitif dari target pada jarak ekstrem.

Secara ringkas, optik pada QBU-10 bukan hanya teleskop pasif, melainkan sistem panduan tembakan semi-otomatis yang meningkatkan peluang keberhasilan dalam misi anti-material.

Biasanya, senapan ini menggunakan teleskop siang hari berdaya pembesaran tinggi. Selain itu, QBU-10 sering dipasangkan dengan sistem kontrol tembakan digital yang membantu penembak menghitung koreksi balistik (seperti kecepatan angin, suhu, dan tekanan udara), sehingga meningkatkan akurasi tembakan pada jarak yang sangat jauh.

Penggunaan QBU-10 oleh Pasukan Kamboja di zona konflik menunjukkan bahwa mereka memprioritaskan kemampuan untuk melancarkan tembakan presisi kaliber berat dari posisi tersembunyi, yang sangat penting untuk melumpuhkan aset musuh tanpa perlu kontak fisik langsung di garis depan. (Gilang Perdana)

Norinco QBU-201 – Senapan Anti Material Terbaru Infanteri Angkatan Darat Cina

3 Comments