Mistral Tetral: Tercipta ‘Hanya’ untuk Korvet Diponegoro Class

Sebelum dua frigat – Perusak Kawal Rudal (PKR) RE Martadinata Class tuntas dalam proses dipersenjatai, maka predikat kapal perang dengan kemampuan sensor dan persenjataan tercanggih di Satuan Kapal Eskorta TNI AL masih disandang korvet Diponegoro Class (Sigma 9113) buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Dan diantara persenjataan yang ada di korvet tersebut, keberadaan peluncur rudal Mistral Tetral adalah yang menjadi ciri khas tersendiri.
Baca juga: MBDA Validasi Kemampuan Mistral Sebagai “Rudal Anti Kapal”
Peluncur Tetral dengan empat tabung rudal Mistral layak disebut khas, lantaran peluncur Tetral buatan MBDA, Perancis ini hanya ada di empat unit korvet Diponegoro Class – KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367 dan KRI Frans Kaisiepo 368.
Bukan hanya khas di arsenal TNI AL, peluncur Tetral saat ini memang hanya dioperasikan oleh Indonesia. European Defence Review menyebut AL Maroko sebagai pengguna peluncur Tetral untuk tiga unit frigat Sigma (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang juga buatan Damen Schelde.
Namun, saat ini ketiga frigat AL Maroko tak lagi mengandalkan Mistral Tetral, sebagai senjata hanud ketiga kapal perang Maroko tersebut – RMNS Tarik Ben Ziyad 613, RMNS Sultan Moulay Ismail 614 dan RMNS Allal Ben Abdellah 615 menggunakan rudal hanud jarak sedang Mica VLS.


Dengan tak lagi digunakannya Tetral oleh AL Maroko, maka otomatis Indonesia menjadi satu-satunya pengguna Tetral saat ini. Sebagai platform peluncur rudal Mistal yang dioperasikan di atas kapal perang, Tetral dilengkapi fully automatic gyro stabilised four cell mounting. Peluncur Tetral dilengkapi fitur TV atau infrared kamera, sementara untuk pengendalian rudal dilakukan sepenuhnya lewat remote dari Pusat Informasi Tempur.
Ada dua peluncur Tetral yang disematkan di setiap korvet Diponegero Class. Bobot sitem peluncur dan empat rudal mencapai 600 kg, tiap peluncur punya bearing 310 derajat dan elevasi dari -16 sampai 75 derajat. Dua peluncur yang ada di bagian atas anjungan depan dan belakang, dipercaya dapat memberikan perlidungan kapal perang secara penuh 360 derajat.
[the_ad id=”12235″]
Secara teknologi, Tetral sejatinya serupa dengan Sadral, yaitu sisten Mistral dengan enam peluncur yang digunakan di kapal perang AL Perancis saat ini. Saat ini Tetral sudah tak lagi diproduksi oleh MBDA, sebagai gantinya manufaktur pembuat rudal anti kapal Exocet ini menawarkan Simbad-RC, yaitu sistem Mistral otomatis dengan dua peluncur.

Sebagai rudal dengan pemandu infra red, tantangan terbesar pengoperasian rudal ini lebih kepada cuaca, seperti teriknya panas dapat berpengaruh buruk pada sensor rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) ini. Untuk itu, rudal ‘asli’ hanya dipasang pada dudukan peluncur saat sedang operasi saja.
Mistral dengan kemampuan fire and forget punya kecepatan luncur 800 meter per detik bisa melahap target berupa rudal anti kapal. Dalam rilis yang dikeluarkan MBDA, success rate Mistral (Tetral) mencapai 93 persen. Untuk menghajar target, rudal ini dilengkapi kendali berupa canard dan sistem sensor pengarah berupa passive IR (infra red) homing. Sensor passive IR akan bekerja 2 detik setelah peluncuran. Sampai saat ini 17 ribu Mistral telah diproduksi oleh MBDA.
Baca juga: Pindad Komodo 4×4 Missile Launcher – Lebih Dekat dengan Sang Pembawa Mistral Atlas

Kini Rafael Advanced Defence System dari Israel juga getol memasarkan Typhoon MLS ER yang punya spesifikasi dan karakter mirip Tetral. Typhoon MLS ER sendiri melontarkan rudal Spike ER (Extended Range). Meski ada kemiripan dalam modul dan bobot, tapi perlu dicatat, Mistral Tetral adalah rudal hanud, sementara Spike ER disini berperan sebagai rudal permukaan ke permukaan. (Haryo Adjie)



Mat Rempit : Kalo mau di Upgrade Sigma 9013 Tetral Depan dicopot n biarkan kosong gak bisa dipasang CIWS Struktur Cabin Roomnya gak kuat. N diganti dengan 2×6 Cell Mica VL di depan masih ada Space ruang dibelakang Otmel76 terus untuk pengganti Tetral belakang ganti aj pake RIM-116, gitu aj udh cukup untuk sekedar Defence.
Harus nambah modul untuk dedicated VLS seperti yang dimiliki Maroko. Nantinya bukan lagi Sigma 9113 tapi 9813
Distanata : di belakang Main Gun masih ada Space underdeck yg memang disiapkan untuk pengembangan senjata dan ngapain ganti ke model ke 9813 itu sama saja ganti kapal bukan pengembangan
Yang anda lihat adalah bagian atasnya…………memang ada ruang kosong……
Tapi anda tidak tahu …….. bagian bawahnya ada apa ????
Setahu saya…bagian bawahnya adalah ruang amunisi untuk meriam 76mm…
sudah didisain seperti itu…….
Benar kata @distanata…….tambah VLS akan merubah disain………
Sigma 9113 bisa dipanjangkan jadi Sigma 9813 dengan menambahkan modul baru tanpa harus mengganti kapal, karena Sigma sudah menganut konstruksi modular. Tapi agar bisa menggunakan Mica mau tidak mau main radar Thales MW08 digantikan Thales Smart S
Kayaknya ga harus sepeti itu om 🤷
Korvet sigma didesain modular, menyesuaikan dg kemauan&kemampuan konsumennya….andainya saja dulu TNI AL punya dana yg cukup utk beli mica VL, rasanya space dibelakang otogun cukup kok dimuati VL mica 🕵️
Gambaran kasarnya….damen sigma 73 series (FAC, panjang hull 70an m) juga bisa dimuati vl mica 🤷
Dan sigma maroko, lebih panjang dibandingkan diponegoro class krn dia punya blok tambahan utk mengakomodasi hangar helikopter 🤗
Instalasi Bambu : betul, konsep membangun Modular adalah cara membangun suatu kapal yg dibagi dalam beberapa Segmen/modul yg kemudian disatukan/dirakit dalam 1 bentuk kapal utuh, jadi bukan seperti model main lego bongkar terus pasang tambahan segmen/modul lagi saat ingin memperpanjang body kapal,sejak awal maroko pesennya yg 9813 dan 11513, coba dibaca brosur Sigma 9013 di Web damen disitu digambarkan Denah Dpn Class beserta space2 yg digunakan salah satunya space untuk pengembange senjata
Vl-Mica itu ditaruh….atau ditanam ???…………
kalau ditaruh……seperti rudal Exocet….tidak masalah……….
Tapi kalau ditanam…….harus ada yang mengalah (dipindah)…harus ada yang dikorbankan……..sama seperti rudal Yakhont yang menggunakan hangar……….
@konyol
Coba anda kira-kira sendiri….muat enggak diponegoro class diselipi vl mica dibelakang “otmel 76” 🤷
Kalo FAC “sigma 7310” yg dimensinya lebih kecil dr diponegoro class saja haluannya muat menggotong “otmel 76” dan vl mica 🤗🤗🤗
Canister VL Mica ditanam
@konyol&ramadan
“Sudahlah, tak perlu berdebat soal apakah vl mica nya mau ditanam atau ditaruh didek kapal, toh sama2 belum pernah liat dalaman nya diponegoro class…..inih langsung saya kasih link 👇🏻, anda kepengennya sigma mo dipasang rudal yg model apa 😂😂😂”
http://defense-studies.blogspot.com/2017/08/desain-kapal-cepat-dan-korvet-kecil.html?m=1
@Instalasi Bambu Kelon…yang kamu lihat itu hanya bagian atas doang…..
bagian bawah……..kamu kira tempat itu kosong apa ????
tampat itu jelasnya sudah dipakai……..tidak mungkin dibiarkan kosong….jelas harus di pindah….dul…
Sudah tau maaaaas @konyol…maka itu linknya silahkan dibaca 🤗
Link nya tidak berhubungan dengan bahasan……………hanya list product biasa……….
Dari presentasi sales Damen di Indodefence 2016. Modul yang dedicated VLS dipasang diantara ruang kemudi dan meriam Otmel 76.
https://m.kaskus.co.id/thread/5896985f14088def428b4567/pic-damen-fast-attack-missile-craft/1/?order=asc
Sigma FAC 7513 & 6610 adalah evolusi desain dari generasi Sigma awal. Baru muncul di akhir 2016
Sigma generasi awal seperti 8313, 7613 dan 9113 sejatinya dirancang sebagai OPV yang lebih mengutamakan light weight CIWS seperti Phalanx daripada VLS. Model awal seperti 9113 malah meletakkan Phalanx di buritan kapal. Dengan desain OPV membuat Sigma generasi awal yang muncul pada akhir 1990an tidak didesain menggotong banyak senjata. Solusinya memang menambah modul.
Maroko punya 2 tipe Sigma yaitu 9813 yang tanpa hanggar dan jumlah Exocet 4 buah dan 10513 yang sudah memiliki hanggar
Sekarang byk navy yg pakai modular sistem spt containerised ASM. US juga ada quad pack Mk-41 vls container. Bisa aja modifikasi
Assalamu’alaikum wr. wb.
Itu sudah bagus kalau memang adanya itu, tidak perlu ganti2 lagi, nanti malah nambah beban biaya.
Masalahnya cuma di stok pelurunya.
Cara reload misil nya gimana yah?
Manual om, rata-rata SAM kapal di seluruh dunia harus dimasukkan manual.
kecuali SINGLE ARM seperti Mk-13 Missile Launcher yang memang ada magazine di bawah
farit….s
gue bilang AL gak suka berbau barat barat barat alias asu atau usa
bukan berbau eropa
Pengadaan skuadron helikopter ASW baru apa yang paling diincar TNI AL? Tiada lain tiada bukan SH60 Romeo
Torpedo yang dipakai oleh PKR dll bikinan Honeywell dari USA
Rudal hanud yang paling diincar TNI AL untuk program heavy frigate adalah ESSM
F35 B sudah menjadi barang incaran TNI AL bahkan sudah masuk rencana jangka panjang yaitu Rajawali 2045 dan ada dalam MEF Perubahan yang baru saja ditandatangani presiden Jokowi. Wacananya LHD dan AAW frigate bakal dijadikan sebagai fleet guardian
Maaf yaa memang ada selentingan rumor bahkan dari adik ipar saya yang kini di Lemhanas sempat mengatakan TNI AU & AL mengincar F35. Tapi yang untuk TNI AU ada juga rencana lain dimana meniru Prancis dengan satu platform pesawat tempur tunggal artinya all IFX. Untuk TNI AL entah saya bisa mengatakan sepertinya TNI AL mengekor langkah Australia dan Singapura dimana ketika memiliki kapal perang AAW dedicated kita ikut-ikutan dengan program heavy frigate dan kini Australia memiliki Adelaide class dan Singapura punya rencana LHD dimana keduanya bakal diisi F35B kini hal yang sama dimasukan ke MEF perubahan bahkan dengan rencana akuisisi F35B seperti kedua negara tersebut. Anda tahu detailnya karena adik ipar saya tidak mau memberikan penjelasan lebih lanjut
@om faris hati2 bocoran F-35B anda di kecam pihak fansboy rusia, utk membuktikanx @om faris komen tsb di jkgr & rbth
MEF lama timeline berakhir 2025 sedangkan MEF perubahan berakhir 2045
Jumlah skuadron udara pesawat tempur yang sebelumnya 11 nambah jadi 14
1 skuadron intai strategis (buat AEW&C) wacananya di Kalimantan
Resimen arhanud Paskhas 35 resimen
Back to TNI AL
6 unit heavy frigate (>5000 ton) for AAW
6 unit real frigate (3000-5000 ton) for ASuW
6 unit light frigate (< 3000 ton) yang artinya kemungkinan besar PKR berakhir di kapal 3 atau 4
Untuk yang lain saya tidak begitu memperhatikan.
LHD dengan rencana 3 unit dengan kemampuan sebagai aircraft carrier yang mampu membawa minimum 8 pesawat tempur S/VTOL
Pengadaan pesawat tempur S/VTOL dengan jumlah minimum 24 unit
Dalam MEF perubahan tidak tertera jenis pesawat tempur adalah F35 tapi spesifikasi yang diincar TNI AL adalah dengan kemampuan S/VTOL. Harrier jelas sudah pensiun yang kini aktif cuma F35B saja
Faris,
Satu platform pesawat tempur tunggal? Yang bener?
Inget lho negeri ini sangat luas, nggak seperti Perancis yang kecil.
Perancis saja masih 2 platform pesawat yaitu mirage dan rafale walau lambat laun diganti rafale semua.
Kiblat kita AU kita itu US dan bukan Perancis.
Kalo kita mau seperti Perancis dengan pakai 1 platform aja yaitu IFX semua, mau berapa biji dan sampai tahun berapa target itu terpenuhi? Jika semua IFX, 48 – 80 biji IFX tidak cukup untuk negeri seluas Indonesia. Untuk scramble pun akan terlalu boros jika pakai IFX.
Maksud saya, semua harus diperhitungkan, baik biaya akuisisi, biaya pemeliharaan maupun biaya operasional.
Yang ingin saya katakan dalam program rencana jangka panjang TNI AU ada 2 opsi yaitu IFX + F35 dan all IFX. 2 pilihan tersebut masih dalam perdebatan. Yang jelas dalam rencana jangka panjang TNI AU tersebut tidak ada nama Su57
Kolonel
Saya tidak terlalu khawatir dengan hujatan dan caci maki fansboy Rusia toh realita dan proses yang terjadi dalam tubuh TNI AU memang memperlihatkan rencana jangka panjang yang seperti itu
Supervisor dan konsultasi untuk reorganisasi TNI AU dari USAF dengan rekomendasi merger Koopsau dan Kohanudnas
Terpilihnya link 16 sebagai tactical datalink TNI AU serta penyiapan struktur modern seperti TARCAN, TACCOM, SEASMO dll yang mendukung operasi link 16
Pelatihan tentang manajemen modern dalam supply chain logistic lagi-lagi dari USAF
Gitu saja kok repot!
@ distanata Sesuai spek yang anda berikan berarti ada kemungkinan kapal-kapal dibawah ini yang akan diakuisisi :
1. Heavy Frigate : FREMM Class , 6.700 (Naval Group) AAW /ASW/Multirole. Iver Huitfeldt Class, 6.645 ton (Odense Steel Shipyard) AAW /AShW.
2. Real Frigate : Belhara class , 4.250 ton (Naval Group) AAW. Chungmugong Yi Sun-sin Class, 4.500 ton (Standart) (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering , Hyundai Heavy Industries
) Multirole. Paolo Thaon di Revel Class, 4.994 ton (Standart) (Fincantieri) ASW.
3. Light Figate : pkr 2,3,4,5,6
Dan sedikit informasi pkr sebenarnya dari bobot masih tergolong korvet karena =2.000 ton sampai =2.000 sampai =4.000 – =<8.000 . dibawah 2000 berarti FAC diatas 8000 berarti destroyer.
Dan data kapal kapal diatas diluar produk Russia dan China karena sepertinya kiblat kita adalah Barat, tapi kalau memang ada yang minta datanya bisa saya tampilkan untuk komentar selanjutnya.
Note : Data kapal produk eropa diatas masih belum semuanya ditampilkan dan hanya sebagian kecil dari data kapal produk eropa yang ada saat ini.
TNI AL menjadikan Jepang sebagai kiblat pembangunan jangka panjang. Lihat yang saat ini dengan program-program baru TNI AL
Munculnya Bakamla dengan rencana OPV seukuran destroyer
Program heavy frigate
Sonar bawah laut
CN235 airlifter buat TNI AL
LHD dengan kemampuan aircraft carrier
Kapal survei berkemampuan submarine rescue
Variabel depth sonar yang kini dipakai kembali oleh TNI AL
Bung distanata @distanata itu benar-benar proyeksi aewc sampe 1 skuadron berarti 12-16 unit apa itu including poseidon kah bung? Ditambah maksudnya penambahan di mef lhd&aaw jadi fleet guardian kenapa bisa rahasia sekali ya bung? Dan kalau misalkan mau diisi F35 saya liat2 F35 masih terlalu overlrice bung & saya pernah sekali memang denger teman saya yang dari tni memang panther hanya menjadi helikopter multirole saja nantinya sebenarnya tni mengincar seahawk tapi saya tidak menyangka sampai masuk ke proyeksi belum lagi mef diubah jadi 2045 apa kalau tidak diberitakan jadinya timbul spekulasi macam2 di masyarakat ya bung? Dan setau saya pkr memakai torpedo nya Leonardo yang whitehead bung
iver berbau barat
sedangkan AL gak suka dan sekarang gak ada yg berbau barat.
AL lebih suka yg berbau eropa,rusia,cina
jadi jangan ngimpi kalau iver jadi dibeli itupun kalau jadi hah,
pake rudal dan ada baunya barat hah…..
karna apa………….?
karna barat itu sok ngatur2,selalu menekan,ada perjanjian jual beli yg gak boleh ini itu lah,dan gak bebas…….. wong barangnya uda dibeli kok masih ngatur2 hah…….
AL akan bilang gini sama barat…. hey asu alias usa gue akan beli rudal dari lu untuk AL kami,boleh gak itu rudal buat nembak perompak? usa pasti bilang gak boleh…
AL akan bilang gini sama eropa….. hey eropa gue akan beli rudal dari lu untuk AL kami,boleh gak itu rudal buat nembak perompak? eropa akan bilang,kami akan pura2 gak tau dan jangan samapi dengar usa ya alias mereka pura2 gak tau jadi boleh lah dibeli.
AL akan bilang gini sama timur…. hey timur gue akan beli rudal
dari lu untuk AL kami,boleh gak itu rudal buat nembak perompak? timur akan jawab bebas coy…
Ilusi tingkat dewa. Tahun 2009-2013 ente kemana aja tong. Ketika 4 Streguschy class yang sudah MoU dan pre contract agreement berganti jadi 3 NR class dan 2 PKR 10514 dengan alasan KEMAHALAN!!
ane lebih milih Project 20382 tigr class daripada stereguchy, atau sekalian Merkuriy Class aka Project 20386 kalau mau ambil dari Uncle Rusky, tinggal kita modif dikit underdecknya diganti hangar biasa terus dikiri kanan hangar dipasang masing-masing 16 cell SAM (total 32 cell) + posisi 8 x kalibr-nknya diganti 24-cell SSM dan ciwsnya yang 2 x ak630 diganti pantsir-m, udah mantep gitu aja 😂😂😂
Bung brandal
Alasan mengapa TNI AL emoh membeli surface combatant ship dan submarine dari Rusia karena harganya yang kini diluar nalar. Bicara surface combatant ship dari Rusia dikenal sebagai salah satu yang termahal di dunia. Contoh Gorshkov Class kapal 3 & 4 estimasi pembuatannya USD 1,5 milyar. DSME5000, Iver dengan tonase 6000 ton serta kemampuan arsenal, elektronik dan sensor setara cukup ditebus dengan setengah harga Gorshkov class. Lucunya untuk melawan Iver justru Rosoboronesxport menawarkan Grigorovich class di Indodefence 2016
@ Om Faris Dan dua yang anda sebut itu memang rekomendasi pilihan dari ane, satu dari opah yang totnya jangan diragukan lagi, yang satu totnya full buat disinii 😂😂😂
Eropa juga barat bro, negara eropa yang ikut blok timur sekarang cuma tinggal Belarusia 😂😂😂
sama Uncle Stalin tentunya 😂😂😂
Kalau memang pengen penggunaanya bebas, sekalian aja sama “opah” mumpung lagi baik sama kita, dan lagi totnya berhasil semua dikita . contoh LPD sama Kapal selam
DSME menawarkan DSME5000 bertonase 6000 ton. Memakai basis KDX2 dengan desain stealth dengan jumlah arsenal tidak jauh berbeda dengan KDX2. DSME menawarkan harga USD 660-700 juta tergantung paket sensor dan armament
@Om Faris Kalau ane langsung acc om, kalau bisa totnya K-vls sama Hyunmoo 3. Dan lebih tepatnya ini berbasis Kdx-2A om, karena dari segi bobot dan harga sama dengan Kdx-2A. Dan ini lebih stealth daripada Chungmugong (Kdx-2) dengan jumlah senjata yang sama (kalau ane sih lebih milih addon 64 cell mk41 ata k-vls, biar jumlah senjata totalnya ada 128 cell, berasa frigate rasa destroyer) 😂😂😂
Wah udah kena fatamorgana kaya nya on orang gak kebalik tong AL lebih suka ke Eropa barat,US,sama cina kilo sama streguschy class aja gak jadi di beli alalalah…
Eropa kalo bukan barat terus apa, utara/atlantis Boosss🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Eropa itu ada ……
Northern Europe
Western Europe
Central Europe
Southern Europe
Southeastern Europe
Southwestern Europe
Eastern Europe
……
sistem rudal sadral ini bagus sebagai pengganti meriam bofors KRI Fatahillah. lalu tabung rudal exocet MM38 nya dicopot ganti CIWS sama Millenium rapid gun.
maksudnya.. ganti CIWS atau Millenium rapid gun.
Fatahilah class mungkin 10 tahun lagi pensiun om, mendingan tidak usah diubah, uangnya mendingan buat KCR-60 yang banyak
Mistral sadral ditaruh di atas OPV 110 meter dan 80 meter punya Bakamla kayaknya asyik juga tuh.
Bakamla itu coast guard om,mana boleh kapal coast guard dipasang senjata berat
Boleh aja tuh. KN tanjung datu udah dipasangi SEWACO tuh. Jadi kalo punya duit tinggal dipasang meriam 57 – 76 mm juga bisa kok. Dipasang CIWS juga bisa kok. Dipasang mistral juga bisa. Dipasang decoy dan flare juga bisa. Karena semua itu untuk pertahanan diri dan bukan untuk menyerang.
Nah, kalo pas situasi perang tinggal dipasang rudal anti kapal, sonar tarik, dan torpedo.
Paham Indonesia….coast guard hanya bersenjatakan ringan om…..SEWACO (Sensor, Weapon, and Command)……..weapon disini adalah senjata ringan.
Tetral, Petral, Netral…..kita punya semuwahhhhhh 😂😂😂
Btw, dulu korvet hamina class milik finland juga sempat pake varian lain dr rudal mistral(yg isi 6 kalo ga salah???), yg ditempatkan dibelakang posisi rudal anti kapal ya min 🤔
Tidak usah banyak cakap tentang kemampuan rudal Sigma yang tergolong minim. Pengadaan Sigma di era presiden Megawati tapi baru datang di era presiden SBY. Sebelum 2008-2009 anggaran militer kita cuma USD 4-5 milyar lebih kecil dibandingkan Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar apalagi Singapura
Masi aja ribut shorad kapan mending pasang rudal arhanud jarak menengah range 20 sampe 100km..
Di iver kan udah lengkap bro. Dekat+Sedang+Jauh. Dan dari Iver inilah titik balik kita sebagai “Macan Asia”, walaupun dimulai dari Asia tenggara dulu 😁😁😁. Karena apa? jumlah persenjataannya yang 2x lipat dari Formidable yang adalah frigate dengan senjata paling “gahar” seasia tenggara saat ini. Dimana senjata iver terdiri dari SAM : 4 x 8-cell mk41 vls dengan rudal SM-2 IIIA (max 167 km, 32 missile total ) + 2 x 12-cell mk56 vls dengan rudal RIM-162 ESSM (max +50 km, 24 missile total ) . SSM : 16 x Harpoon block 2 anti-ship missile. Dan itu masih standart karena masih bisa ditambah 2 x 12-cell mk56 vls (24 missile total ) atau 16 x Harpoon block 2 anti-ship missile. Sedangkan senjata gotongan formidable “hanya” 2 x 8-cell sylver a50 vls dengan rudal aster 15/30 (max aster 15 : 30 km, aster 30 : 120 km, 16 missile total) + 2 x 8-cell sylver a43 vls dengan rudal aster 15 (max aster 15 : 30 km, 16 missile total) dan SSM nya “cuma” 8 x Harpoon anti-ship missile. Masih kalah Gahar dengan Iver kita loh 😁😁😁
Tetral cocoknya utk KCR 40/60, benar langkah Maroko di korvetnya tetral ganti pakai VLS Mica
Kalau begitu, di corvette diponegoro perlu ditambahkan MICA untuk bersanding dgn Mistral. Untuk disandingkan yah.. Bukan diganti.
ngapain ditambah MICA, Korvet ini udah punya tabung peluncur MM40 Exocet bro..
Bukannya MICA itu SAM, dan MM40 Exocet itu AShM ??
Yup, bener. dibikin aja sama kaya bung tomo class senjatanya. biar seragam 😁😁😁
Kalo bisa mistral tetral yg berada di atas ruang kemudi kapal diganti RCWS milenium gun ndan dan mistral tetral yg telah di lepas tadi di taruh di belakang aja tepat nya di buritan kapal
Mistral tetral di Sigma 9113 satu di atas ruang kemudi satunya di buritan kapal. Kalau memang diletakkan di buritan apalagi yang harus dikorbankan?! Helipad jelas tidak mungkin. Kalaupun Tetral di atas ruang kemudi dilepas digantikan Millennium jumlah rudal yang terpasang jadi berkurang separuh. Solusinya Tetral digantikan dengan platform rudal dengan jumlah sama dengan 2 Tetral. Crotale bisa dijadikan opsi asal struktur masih cukup kuat
Bisa saja. Tetral di bagian depan diganti dengan Millenium dan Tetral di belakang bisa diganti dengan yang dari Cina. FL3000N yang berisi 12 rudal. Platform FL3000N dengan 24 rudal tidak yakin struktur Sigma cukup kuat menopangnya