Misi Trans Atlantik: Lima Unit Perdana A-29N Super Tucano Resmi Perkuat Portugal

Hanya dalam waktu satu tahun satu hari sejak kontrak efektif ditandatangani, Embraer mencatatkan prestasi logistik yang luar biasa. Pada 17 Desember 2025, Angkatan Udara Portugal (FAP) secara resmi menerima batch pertama yang terdiri dari lima unit A-29N Super Tucano.

Baca juga: Hanya Delapan Bulan Setelah Dipesan, Portugal Terima Batch Perdana (Tiga Unit) Embraer A-29N Super Tucano

Meski upacara resminya baru digelar Desember ini, proses kedatangan fisik pesawat-pesawat tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak 1 September 2025, ketika tiga unit pertama menyentuh landasan di Portugal setelah menempuh perjalanan udara yang epik dari Brasil.

Pengiriman kelima pesawat ini dilakukan melalui metode ferry flight mandiri, bukan diangkut kapal laut. Bertolak dari fasilitas Embraer di Gavião Peixoto, Brasil, pesawat-pesawat turboprop ini harus menempuh jarak total sekitar 8.000 kilometer menyeberangi Samudra Atlantik.

Rutenya lumayan berliku dan mengandalkan ketahanan mesin, dari Brasil daratan menuju Recife, lalu melompat ke pulau Fernando de Noronha. Titik krusialnya adalah penyeberangan samudra menuju Tanjung Verde (Pulau Sal), dilanjutkan ke Kepulauan Canaria (Spanyol), hingga akhirnya tiba di Alverca, Portugal.

Pengiriman batch pertama ini sengaja dilakukan lebih awal (sejak September) agar tim teknis di fasilitas OGMA memiliki waktu untuk melakukan kalibrasi akhir pada sistem standar NATO sebelum diserahterimakan secara resmi kepada militer.

Kecepatan pengiriman ini membuktikan kesiapan lini produksi Embraer dalam merespons kebutuhan mendesak negara-negara Eropa akan platform serang ringan yang efisien.

Borong 12 Unit A-29N Super Tucano, Portugal Gelontorkan 200 Juta Euro

Pengiriman kelima pesawat ini dilakukan melalui metode ferry flight, sebuah perjalanan udara jarak jauh yang menguji ketangguhan mesin turboprop Pratt & Whitney PT6A-68C miliknya. Pesawat-pesawat tersebut bertolak dari fasilitas produksi Embraer di Gavião Peixoto, Brasil, dan menempuh jarak total sekitar 8.000 kilometer menyeberangi Samudra Atlantik.

Rute yang ditempuh tergolong klasik namun menantang bagi pesawat bermesin tunggal, meliputi titik transit di Recife (Brasil), kemudian melompat ke pulau Fernando de Noronha, menyeberang ke Pulau Sal (Tanjung Verde), singgah di Kepulauan Canaria (Spanyol), hingga akhirnya tiba di daratan Portugal. Untuk mendukung jangkauan terbang yang ekstrem ini, pesawat dilengkapi dengan tangki bahan bakar eksternal (drop tanks) di bawah sayap dan perut pesawat.

Embraer Luncurkan A-29N, Super Tucano dengan Standar NATO untuk Pasar Eropa

Meskipun secara visual tampak serupa dengan varian A-29 standar yang digunakan oleh Filipina atau Indonesia (EMB-314), kode “N” merujuk pada NATO Standard. Varian ini dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan interoperabilitas aliansi pertahanan Atlantik Utara tersebut.

Beberapa perbedaan teknis yang signifikan meliputi integrasi sistem Link 16 dan komunikasi SATCOM yang memungkinkan pesawat berbagi data secara real-time dengan jet tempur F-16 atau F-35 milik NATO.

Selain itu, A-29N dilengkapi dengan sistem Digital Advanced Close Air Support (DACAS) dan arsitektur sistem terbuka yang memudahkan integrasi berbagai senjata pintar standar NATO. Salah satu kemampuan baru yang sangat ditekankan pada varian ini adalah perannya sebagai Counter-UAS (Anti-Drone), sebuah solusi biaya rendah untuk melumpuhkan drone-drone taktis yang kini menjamur di medan perang Eropa.

Embraer dan Angkatan Udara Portugal Rayakan Dua Momen, Dimulainya Uji Penerbangan A-29N Super Tucano dan Pengiriman KC-390 Millennium Ketiga

Pengadaan total 12 unit A-29N ini memiliki nilai kontrak sekitar €180,5 juta hingga €200 juta (sekitar Rp3,4 triliun). Nilai ini sudah mencakup paket pelatihan pilot melalui simulator penerbangan serta dukungan logistik jangka panjang.

Hal yang paling menarik dari akuisisi ini adalah potensi kerja sama industri antara Embraer dan perusahaan nasional Portugal, OGMA. Selain menjadi tempat serah terima, Embraer dan pemerintah Portugal telah menandatangani surat minat (Letter of Interest) untuk menjajaki pembukaan jalur perakitan akhir (Final Assembly Line) A-29N di Portugal.

Jika terwujud, Portugal tidak hanya akan menjadi operator, tetapi juga menjadi pusat (hub) produksi dan pemeliharaan A-29N untuk pasar Eropa di masa depan.

Battle Proven di Kolombia, Afghanistan dan Filipina, Viral Video Super Tucano ‘Unjuk Gigi’ di Papua

Lebih Jauh Ke Indonesia
Jika dibandingkan, pengiriman Super Tucano ke Indonesia (periode tahun 2012 hingga 2016) jauh lebih “gila” dan ekstrem secara logistik daripada pengiriman ke Portugal. Jika Portugal “hanya” menyeberangi Samudra Atlantik (sekitar 8.000 km), pengiriman dari Brasil ke Indonesia adalah misi setengah keliling dunia.

Untuk pengiriman ke Indonesia, Super Tucano menempuh jarak sekitar 19.000 hingga 20.000 km. Ini hampir mencapai setengah keliling bumi. Saat TNI AU mendatangkan Super Tucano (misalnya pada batch-batch awal dari total 16 unit), pesawat tersebut harus melintasi 3 benua dan 2 samudra.

Jika Portugal butuh sekitar 5-7 hari perjalanan santai, pengiriman ke Indonesia memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Mereka harus melakukan transit lebih dari 10-12 kali untuk pengisian bahan bakar dan istirahat pilot. (Gilang Perdana)

Inilah Fakta Tentang FN Herstal M3P di Super Tucano TNI AU