Category: Pesawat Tempur Propeller

Setelah ‘Tertidur’ Lama, Rusia Canangkan Pembangunan Ekranoplane Chaika-2

Sebelum Uni Soviet bubar, pengembagan ground effect vehicle atau WiSE (Wings In Surface Effect), boleh dibilang cukup pesat dilakoni oleh Negeri Beruang Merah. Wahana yang di Rusia lebih populer disebut ekranoplan ini sudah dibuat dalam beragam jenis, seperti yang paling populer MD-160 Lun Class dengan kemampuan meluncurkan enam rudal anti kapal P-270 Moskit, belum lagi ada beberapa prototipe yang dikembangkan dengan desain dan teknologi maju pada masanya. (more…)

Saab MFI-15 Safari: Ditawarkan ke Indonesia, Pernah Demo Terbang di Lanud Halim Perdanakusuma

Nama Saab begitu lekat dalam benak netizen pemerhati dirgantara, terutama saat manufaktur alutsista asal Swedia ini menawarkan jet tempur Gripen beberapa waktu lalu. Namun tahukah Anda, bahwa di dekade 70-an ternyata ada pesawat produksi Saab yang juga pernah ditawarkan ke Indonesia, bahkan pesawat yang dimaksud benar-benar ikut didatangkan ke Indonesia untuk demo terbang di Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)

Guna Kembali Ke Formasi Awal, TNI AU Akuisisi Tiga Unit KT-1B Wong Bee

Dalam formasi awal, armada pesawat latih dasar KT-1B Wong Bee Skadron Pendidikan (Skadik) 102 TNI AU berjumlah 19 unit. Namun, seiring waktu berjalan, 3 unit KT-1B mengalami total lost. Musibah pertama terjadi pada 24 Juni 2010 di Lanud Ngurah Rai, Denpasar Bali, yang merupakan kecelakaan tunggal. Kemudian musibah kedua terjadi saat persiapan LIMA (Langkawi International Maritime & Aerospace) Exhibition 2015 di Malaysia pada 15 Maret 2015. Musibah yang kedua ini melibatkan dua KT-1B yang bertabrakan di udara. (more…)

OV-10G+ Combat Dragon II: Lambang Supremasi Bronco dalam Jagad Pesawat COIN

Dibanding angkatan udara yang ada di Asia Tenggara, maka arsenal kekuatan AU Filipina terasa unik dan menarik untuk dibahas. Sebut saja, Filipina kini menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan pesawat COIN (Counter Insurgency) dan FAC (Forward Air Control) secara penuh untuk menggasak pemberontak. Bahkan ada tawaran untuk mendatangkan pesawat pelumat gerilyawan dari basis DC-3 Dakota, Basler BT-67 Gunship. Menjadikan konfigurasi kekuatan AU Filipina, tak ada duanya di kawasan ini. (more…)

Boeing Terjun dalam Proyek Pengembangan Bronco II

Label Bronco sebagai kuda liar dalam misi COIN (Counter Insurgency) serasa tak pernah lekang. Meski di Indonesia kiprahnya tinggal sebatas kenangan. Namun lain halnya di Filipina, OV-10 A/C/M Bronco masih beroperasi penuh, seperti pada Juni 2017, pesawat turbo propeller ini aktif melakukan serangan udara ke basis militas ISIS di Marawi. Dan seolah ingin menampuk rejeki dari nama besar Bronco, perusahaan asal Afrika Selatan Paramount lewat anak perusahannya di AS yakni AHRLAC Aerospace Development Corp (AADC) dengan Fulcrum Concepts yang berbasis di Virginia, merilis prototipe Bronco Combat Systems (BCS) atau populer disebut Bronco II. (more…)

T-34C-1 Turbo Mentor: Akhiri Masa Tugas, Inilah Pesawat Latih Dasar TNI AU dengan Kemampuan COIN

Setelah mengabdi sejak 1978, armada pesawat Latih Dasar T-34C-1 “Charlie” akhirnya resmi dilepas dari operasional TNI AU lewat sebuah upacara di Lanud Adisutjipto pada Selasa (3/4/2018). Dari 20 unit yang didatangkan dari Amerika Serikat, kini tinggal 11 unit yang tersisa, dan pada tahun lalu sejumlah pesawat ini masih ada yang berhasil diterbangkan. Meski debutnya telah digantikan KT-1B Wong Bee, jasa T-34C begitu besar dalam mencetak ratusan penerbang TNI AU. (more…)

Air Tractor AT-802U: Sang Penantang Super Tucano, “Battle Proven” di Langit Papua

Masih ingat saat Presiden Jokowi mencanangkan program BBM satu harga di Papua pada Oktober 2016. Merespon permintaan pemerintah pusat, PT Pertamina lewat Pelita Air lantas mendatangkan dua unit pesawat turboprop Air Tractor AT-802. Pesawat yang bisa bermanuver tinggi dan tingal landas dari bandara perintis ini digadang dapat membawa 4 ribu liter BBM ke daerah pedalaman Papua. (more…)

NU-200 Sikumbang: Pesawat Anti Gerilya dari Bumi Priangan, Jadi Koleksi Museum Dirgantara Mandala

Nurtanio Pringgoadisuryo telah membuktikan bahwa Ia bukan hanya tokoh pendiri industri penerbangan nasional, lebih dari itu Nurtanio yang terakhir menyandang bintang dua di pundaknya adalah seorang futuris sejati. Nurtanio paham bahwa konflik yang dihadapi TNI di masa depan dominan bernuansa kamdagri. Dan jauh sebelum North American Rockwell memperkenalkan prototipe pesawat anti gerilya legendaris OV-10 Bronco di tahun 1963, Nurtanio justru sudah menerbangkan pesawat counter insurgency (COIN) NU-200 “Sikumbang” pada 1 Agustus 1954. (more…)