Meski Stealth, KAAN Tetap Rawan Terdeteksi dan Terkena Jamming, Perusahaan Ini Tawarkan ‘Penangkalnya’

Meski digadang sebagai jet tempur stealth, namun, bukan berarti KAAN bebas terdeteksi atau terkena jamming dari pesawat lawan, saat KAAN dalam mode semi stealth dengan membawa payload eksternal, maka ada kerentanan pada KAAN. Untuk itu, perusahaan pertahanan dan elektronik Turki, Electronic Warfare Systems Engineering (EHSIM), telah mengembangkan sistem peperangan elektronik canggih dan akan diintegrasikan ke dalam KAAN.

Baca juga: Kesepakatan Naik Level, Indonesia Resmi Teken Kontrak Pembelian Jet Tempur Stealth KAAN

Ada dua perangkat peperangan elektronik yang akan disematkan EHSIM pada KAAN nantinya, yaitu RF Active Expendable Decoy Systems (SIS) dan Jammer Integrated Nullification Node (JINN).

RF Active Expendable Decoy Systems (SIS) adalah sistem perlindungan elektronik pada jet tempur yang dirancang untuk mengelabui atau mengalihkan serangan rudal berpemandu radar (radar-guided missiles), dengan cara meniru atau memperkuat sinyal radar pesawat tempur asli.

Sistem tersebut termasuk dalam kategori active RF (radio frequency) countermeasures dan berbeda dari flare atau chaff yang bersifat pasif.

Fiber Optic Towed Decoy – Jurus Jet Tempur Hindari Serangan Rudal Udara Berpemandu Radar Aktif

SIS berfungsi sebagai decoy aktif (umpan elektronik aktif), yang memancarkan sinyal radar aktif setelah dilepaskan dari pesawat, meniru profil radar pesawat induknya (RCS – Radar Cross Section), mengelabui rudal agar mengunci pada decoy, bukan pesawat, dan ideal untuk menghadapi rudal dengan radar seeker aktif, seperti AIM-120 AMRAAM atau R-77.

Karakteristik SIS atau Expendable Active Decoy adalah sekali pakai, dijatuhkan seperti flare/chaff dan memiliki pemancar elektronik sendiri, biasanya bertenaga baterai miniatur.

ALE-147 Countermeasure – Sistem Dispenser Flare/Chaff di Jet Tempur F-16 A/B Block15 Falcon Star eMLU

Decoy ini umumnya cukup kecil untuk dilepas dari dispenser flare standar, seperti ALE-47, cepat bereaksi dan otonom: segera aktif setelah dilepaskan, tanpa kontrol lebih lanjut dari pesawat. Beberapa varian bahkan mampu menggoda beberapa rudal sekaligus.

Selain dipasok EHSIM, SIS lebih dulu populer diproduksi oleh perusahaan Barat dan Israel, seperti Leonardo BriteCloud 55/218/55-T – digunakan pada Typhoon, Gripen, dan F-16; BAE Systems ALE-55 Fiber Optic Towed Decoy dan Israeli Elbit Systems – Digital RF Memory (DRFM) Jammer Pods/Decoy.

[the_ad id=”77299″]

Jammer Integrated Nullification Node
Jammer Integrated Nullification Node (JINN) adalah sistem peperangan elektronik canggih yang juga dikembangkan oleh EHSİM. Dirancang untuk memberikan perlindungan aktif terhadap pesawat tempur dan platform udara lainnya, JINN berfungsi sebagai sistem stand-in jamming berbasis Digital Radio Frequency Memory (DRFM). Sistem ini mampu mengganggu dan menipu radar serta sensor musuh dengan efisiensi tinggi.

JINN dirancang sebagai sistem stand-in jamming berbasis DRFM, yang mampu menghasilkan sinyal palsu untuk mengelabui radar dan sistem panduan musuh. Sistem ini efektif dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk drone dan rudal berpemandu radar, dengan kemampuan untuk menciptakan beberapa target palsu secara simultan.

Meskipun telah memasuki tahap produksi massal, informasi spesifik mengenai platform udara yang telah mengintegrasikan JINN belum tersedia secara publik. Namun, sistem ini dirancang untuk kompatibilitas dengan berbagai platform, termasuk jet tempur generasi kelima KAAN, serta pesawat seperti F-4E/2020, F-16 dan Hurkus.

Integrasi JINN pada platform-platform tersebut dapat meningkatkan kemampuan bertahan dan efektivitas misi di lingkungan yang penuh ancaman. (Gilang Perdana)

Aselsan Tampilkan Paket Bom Pintar Berpresisi Tinggi untuk Jet Tempur Stealth KAAN

One Comment