Kh-39 LMUR: Rudal ‘Stand-off’ untuk Helikopter Serang Rusia Mi-28NM dan Ka-52M

Kementerian Pertahanan Rusia belum lama ini merilis video terbaru yang memperlihatkan penggunan rudal udara ke permukaan Kh-39 pada helikopter serang Mil-28NM. Kh-39 yang disebut juga Legkaya Mnogotselevaya Upravlyayemaya Raket (LMUR), adalah light multi purpose guided missile yang dirancang khusus untuk helikopter serang dan angkut serbu Rusia. Meski termasuk arsenal baru, Kh-39 telah menyandang predikat battle proven.
Dalam dinamika peperangan modern, helikopter serang dituntut untuk mampu menghancurkan target dari jarak aman guna menghindari sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) lawan. Rusia menjawab tantangan ini melalui pengembangan rudal Kh-39, yang secara resmi dikenal sebagai LMUR (Legkaya Mnogotselevaya Upravlyayemaya Raketa) atau Rudal Terpandu Serbaguna Ringan.
Rudal ini telah menjadi simbol baru presisi udara Rusia yang dipasangkan pada armada helikopter tangguh seperti Mi-28NM, Ka-52M, dan helikopter angkut bersenjata seri Mi-8.
Lahir dari rahim biro desain KBM (Konstrukshonye Byuro Mashynostroyeniya) di Kolomna, Kh-39 awalnya dikembangkan dengan kerahasiaan tinggi. Rudal ini pertama kali muncul di hadapan publik pada forum Army 2021 setelah melewati fase pengujian panjang di bawah program yang dikenal dengan kode “Izdeliye 305”.

Berbeda dengan rudal anti-tank lawas Rusia yang bersifat khusus, Kh-39 dirancang sejak awal sebagai senjata serbaguna yang dapat menghantam berbagai target, mulai dari kendaraan lapis baja hingga bangunan pertahanan dan kapal patroli kecil.
Dari segi fisik, Kh-39 adalah rudal yang relatif besar dibandingkan pendahulunya, Ataka atau Vikhr. Rudal ini memiliki berat total sekitar 105 kilogram dengan hulu ledak high-explosive fragmentation seberat 25 kg. Ukuran ini memberikan keseimbangan yang ideal antara daya hancur yang mematikan bagi Main Battle Tank (MBT) dan efisiensi bahan bakar untuk mencapai jarak yang lebih jauh.
The MoD RF has released another video showing the use of the Kh-39 light multi-purpose guided missile by the crew of a Mi-28NM attack helicopter.
/2025/ pic.twitter.com/BUKDciziXz— Massimo Frantarelli (@MrFrantarelli) December 15, 2025
Dengan desain sirip yang dapat dilipat, rudal ini mudah dipasang pada pylon helikopter, baik secara tunggal maupun dalam rak ganda.
Salah satu keunggulan utama Kh-39 adalah jangkauan tembaknya yang mencapai 14,5 km. Jarak ini jauh melampaui kemampuan sebagian besar sistem pertahanan udara portable (MANPADS) musuh, sehingga memberikan helikopter peluncur keunggulan taktis yang signifikan.
The Mi-28NM attack helicopter with the Kh-39 light multi-purpose guided missile (LMUR), also known as “Izdeliye-305”. pic.twitter.com/pKHjOtKxQk
— International Defence Analysis (@Defence_IDA) July 4, 2025
Keunggulan teknis sesungguhnya terletak pada sistem pemandunya yang bersifat hibrida. Rudal ini menggunakan Inertial Navigation System (INS) yang didukung oleh satelit GLONASS untuk fase penerbangan awal. Namun, saat mendekati target, Kh-39 mengandalkan pencari panas (thermal imaging seeker) yang sangat presisi.
Rudal ini mendukung mode operasional “Fire and Forget”, di mana helikopter dapat langsung bermanuver pergi setelah menembak. Selain itu, terdapat fitur unik berupa saluran data (datalink) dua arah yang memungkinkan operator helikopter untuk “mengendalikan” rudal secara manual melalui layar di kokpit hingga ke titik benturan, atau bahkan mengganti target di tengah penerbangan jika situasi berubah.
Rusia Tampilkan Perdana Kh-BPLA: Rudal Udara ke Permukaan untuk Drone Tempur (UCAV) Orion
Berbeda dengan banyak senjata baru yang masih dalam tahap prototipe, Kh-39 telah memiliki prestasi tempur yang nyata. Rusia telah menggunakan rudal ini secara luas dalam konflik di Ukraina, terutama sejak tahun 2022. Video-video dari kamera moncong rudal yang dirilis secara resmi memperlihatkan tingkat akurasi yang luar biasa, di mana rudal sering kali masuk melalui jendela kecil atau pintu bungker musuh.
Kemunculan Kh-39 bertepatan dengan modernisasi besar-besaran armada helikopter Rusia ke standar Ka-52M dan Mi-28NM. Varian terbaru helikopter ini memiliki antena khusus (datalink) untuk berkomunikasi dengan Kh-39, sesuatu yang tidak dimiliki oleh varian helikopter lama.
Dalam pertempuran, rudal ini terbukti efektif untuk menghancurkan titik-titik pertahanan Ukraina di balik garis depan dan melumpuhkan sistem artileri bergerak.
Penggunaan Kh-39 pada helikopter Mi-28NM secara khusus memberikan militer Rusia kemampuan serang stand-off yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pesawat sayap tetap atau rudal jelajah besar. (Bayu Pamungkas)
Izdeliye 305E, Arsenal Baru Rudal Udara ke Permukaan Helikopter Serang Ka-52M dan Mi-28NM



yang belum ada debutnya tinggal rudal hermes, ataka dah kenyang vikhr dah kenyang kh-39 kenyang, tinggal seri hermes aja yang belum ada nongolnya