Update Krisis IranKlik di Atas

Mega Deal MRFA: Mengapa Nagpur (India) Jadi Kandidat Pusat Produksi Rafale Kedua di Dunia?

Ambisi besar India untuk memperkuat kedaulatan udaranya melalui program Multi-Role Fighter Aircraft (MRFA) kini memasuki babak baru. Dassault Aviation dilaporkan tengah mempersiapkan langkah bersejarah dengan menjadikan Nagpur sebagai pusat produksi jet tempur Rafale kedua di dunia setelah fasilitas utama mereka di Merignac, Perancis.

Baca juga: India Bidik Upgrade Rafale ke Standar F4 dan Ambisi Produksi F5 Pasca 2030

Langkah tersebut merupakan bagian dari tawaran “Mega Deal” Dassault untuk memenangkan kontrak pengadaan 114 jet tempur guna memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Udara India (IAF) akan pesawat tempur generasi 4.5.

Fasilitas di Nagpur direncanakan tidak hanya sekadar berfungsi sebagai lini perakitan akhir, tetapi akan berkembang menjadi hub manufaktur yang terintegrasi secara mendalam dengan rantai pasok domestik.

Jika kesepakatan MRFA ini terealisasi, pabrik tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 24 unit jet tempur Rafale setiap tahunnya. Kapasitas produksi yang masif ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal India, tetapi juga diproyeksikan untuk memosisikan negara tersebut sebagai pusat ekspor global bagi jet Rafale di masa depan.

Pemilihan Nagpur sebagai lokasi produksi jet tempur Rafale didasarkan pada pertimbangan logistik dan teknis yang matang. Terletak di titik tengah geografis India yang dikenal sebagai “Zero Mile”, Nagpur memberikan kemudahan distribusi luar biasa ke berbagai pangkalan udara di seluruh penjuru negeri. Keberadaan kawasan Multi-modal International Cargo Hub and Airport (MIHAN) juga menjadi faktor penentu karena memberikan akses langsung ke landasan pacu internasional, yang sangat krusial bagi proses uji terbang jet-jet yang baru selesai dirakit sebelum diserahkan kepada unit operasional.

Selain itu, Dassault tidak perlu memulai segalanya dari nol karena mereka telah memiliki jejak kuat melalui kemitraan Dassault Reliance Aerospace Limited (DRAL) yang sudah beroperasi di wilayah tersebut. Fasilitas yang ada saat ini sudah berpengalaman memproduksi komponen penting untuk jet bisnis Falcon dan beberapa bagian struktur Rafale.

Perancis Tawarkan India Bangun Basis Produksi Rafale, Inilah Syaratnya

Dengan tenaga kerja lokal yang telah terlatih di bawah standar kualitas Perancis selama beberapa tahun terakhir, Nagpur dianggap sebagai lokasi yang paling siap secara teknis untuk mengemban tanggung jawab memproduksi pesawat tempur utuh dengan presisi tinggi.

Salah satu poin paling krusial dari rencana besar ini adalah komitmen Dassault terhadap pengembangan rantai pasok India yang mendalam. Berbeda dengan skema pembelian langsung sebelumnya, proyek ini dirancang untuk melibatkan ribuan vendor lokal dalam proses produksinya, sejalan dengan visi kemandirian industri pertahanan yang dicanangkan pemerintah.

India Disebut Incar Rafale F5: Bakal Jadi Launch Customer Jet Tempur Generasi Baru Perancis

Integrasi industri lokal memastikan bahwa India tidak hanya mendapatkan perangkat militer, tetapi juga transfer teknologi yang akan melahirkan ekosistem kedirgantaraan mandiri, mulai dari suku cadang hingga integrasi sistem senjata domestik ke dalam platform Rafale.

Secara strategis, keberadaan lini produksi di Nagpur akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi kesiapan tempur Angkatan Udara India. Proses pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan sistem di masa depan dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri tanpa ketergantungan pada fasilitas di Eropa. Langkah berani Dassault ini memberikan tekanan signifikan bagi para pesaingnya dalam tender MRFA, sekaligus menandai transformasi besar India dari sekadar pembeli menjadi produsen utama jet tempur papan atas dunia di kawasan Indo-Pasifik. (Bayu Pamungkas)

Program “Make in India”: Safran dan India Sepakati Produksi Amunisi HAMMER Rafale Secara Lokal

7 Comments