Kapal Penjelajah Nuklir Rusia RFS Admiral Nakhimov (Kirov Class) Jalani Uji Coba Laut Pabrik – Factory Acceptance Test (FAT)

Setelah peluncuran fisik reaktor nuklir pada bulan Januari lalu, pada 18 Agustus 2025, kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir RFS Admiral Nakhimov – Project 1144.2M (Kirov class) mulai menjalani tahapan uji coba laut pabrik. Tahapan tersebut dilakukan setelah RFS Admiral Nakhimov menjalani proses perbaikan dan modernisasi ekstensif di Severodvinsk.

Baca juga: Angkatan Laut Rusia Pensiunkan Kapal Penjelajah Berat Bertenaga Nuklir Pyotr Velikiy (Kirov Class)

Sebagai informasi, uji coba laut pabrik adalah tahap pengujian awal yang dilakukan oleh pihak galangan kapal atau pembuat kapal (pabrik) sebelum kapal diserahkan kepada penggunanya. Istilah teknisnya dalam bahasa Inggris adalah Factory Acceptance Test (FAT) atau Builder’s Sea Trial. Fokus utama dari uji coba ini adalah untuk memastikan bahwa semua sistem dan komponen kapal telah terpasang dengan benar, berfungsi sesuai spesifikasi, dan memenuhi standar kualitas pabrik.

Mengutip Kantor Berita Rusia – TASS, tahap pertama pengujian RFS Admiral Nakhimov akan dilakukan di Laut Putih. Kemudian, pengujian akan berlanjut selama beberapa bulan di Laut Barents. Sebelumnya, pada tanggal 12 Agustus 2025, Head of the All-Russian Movement for Support of the Fleet, Vladimir Maltsev, mengatakan kepada TASS bahwa RFS Admiral Nakhimov akan memulai uji coba pada bulan Agustus ini.

Kapal penjelajah nuklir RFS Admiral Nakhimov diresmikan dengan nama Kalinin pada 17 Mei 1983 di Galangan Kapal Baltik Sergo Ordzhonikidze di Leningrad. Tiga tahun kemudian, pada 25 April 1986, lambung kapal diluncurkan, dan dua tahun kemudian, pada 30 Desember 1988, kapal penjelajah tersebut bergabung dengan Armada Utara.

Kapal penjelajah ini menerima namanya saat ini, untuk menghormati Laksamana Rusia Pavel Stepanovich Nakhimov, pada 22 April 1992.

RFS Admiral Nakhimov sudah dinonaktifkan dari dari Angkatan Laut Rusia pada tahun 1997 dan terhitung sejak saat itu, kapal bertenaga nuklir tersebut mengalami beberapa pembaruan yang signifikan untuk menyeimbangkan kebutuhan militer Rusia saat ini.

Sejak 1999, kapal tersebut telah berada di Sevmash menunggu perbaikan dan modernisasi. Bahkan, perbaikan dimulai pada 2020, setelah beberapa kali absen di ruang dok galangan kapal, tempat sistem dan mekanisme kapal dibongkar.

Dalam video yang beredar di media sosial, nampak kapal penjelajah bertenaga nuklir ini telah mendapatkan sistem radar baru dan meriam baru (naval gun) AK-192M kaliber 130 mm.

Pemutakhiran utama RFS Admiral Nakhimov meliputi instalasi 60 rudal anti kapal hipersonik Tsirkon (Zircon), rudal jelajah Kalibr, dan varian angkatan laut dari sistem hanud S-400. Paket persenjataan ini, ditambah dengan sensor dan sistem peperangan elektronik yang dimodernisasi, menempatkan Admiral Nakhimov sebagai aset penting dalam proyeksi kekuatan Angkatan Laut Rusia di masa mendatang.

Kendati sudah cukup berumur untuk ukuran kapal perang, RFS Admiral Nakhimov memiliki potensi tempur yang signifikan, terutama setelah modernisasi yang mencakup peningkatan pada sistem elektronik, persenjataan, dan propulsi nuklirnya. Hal ini membuatnya mampu berpartisipasi dalam operasi angkatan laut kontemporer. Jika tidak aral melintang, RFS Admiral Nakhimov diharapkan bisa kembali ke garda militer Rusia pada tahun 2026.

Dengan panjang lambung 252 meter dan bobot perpindahan sekitar 25.000 ton, menjadikan RFS Admiral Nakhimov sebagai salah satu kapal permukaan non-kapal induk terbesar di dunia saat ini. (Gilang Perdana)

‘Tertidur Puluhan Tahun’, Kapal Penjelajah Nuklir Admiral Nakhimov Siap Perkuat Lini Angkatan Laut Rusia