Kapal Patroli Stealth Vasiliy Bykov Class (Rusia) Terkena Serangan Roket dari Wilayah Ukraina

Kabar yang satu ini belum bisa dipastikan keakuratannya, namun, jika benar kejadian, mungkin bakal membuat heboh jagad persilatan. Pasalnya ada kabar bahwa korvet stealth milik Angkatan Laut Rusia yang tengah berlayar di pesisir Odessa, terkena roket Grad MLRS yang dilepaskan dari wilayah yang dikendalikan militer Ukraina. Lebih lanjut, disebut yang menjadi korban adalah korvet Vasiliy Bykov Class (Project 22160) dari Armada Laut Hitam.
Baca juga: Vasiliy Bykov Class – Kapal Patroli dengan Desain ‘Stealth,’ Punya Spek yang Bikin Ngiler
Dikutip dari defence-blog.com (7/3/2022) yang merujuk dari cuitan Taras Chmut, kepala think-tank Pusat Militer Ukraina. Tidak dijelaskan lebih lanjut, bagaimana nasib kapal patroli bercita rasa stealth tersebut, hanya ditampilkan obyek kapal dari kejauhan yang telah dikepuli asap. Juga tidak dijelaskan jenis rudal apa yang digunakan militer Ukraina untuk menyerang kapal perang Rusia itu.
Awalnya ada dugaan Vasiliy Bykov Class terkena serangan rudal nti kapal RK-360MC Neptune, yang berperan sebagai rudal pertahanan pantai/pesisir. Namun, sumber lain yang lebih meyakinkan menyebut bila kapal perang Rusia itu terkena serangan salvo roket yang diluncurkan dari sistem MLRS (Multi Launch Rocket System) Grad 122 mm yang diarahkan dari darat ke arah laut.

Jenis senjata yang juga digunakan Korps Marinir ini (RM70 Grad 122mm), waktu untuk melakukan satu kali rangkaian penembakan (salvo) sekitar 18 sampai 22 detik, dengan tempo jeda antar roket 0,5 detik. Saat dipakai untuk menghajar target dengan jarak maksimum 20,75 km, butuh waktu 77 detik untuk menghabiskan 40 roket tanpa henti. Tiap roket RM70 dapat mengubah status operasionalnya dari kondisi lintas di jalan raya ke posisi siap tembak dalam tempo 2,5 menit. Sementara proses kebalikannya sedikit lebih lama, yakni 3 menit.
Setiap roket punya bobot 66 kg. Komponennya terdiri dari hulu ledak seberat 18,3 kg, lalu ada motor roket dengan double base solid propellant seberat 20,5 kg. Sisanya adalah cangkang roket. Dimensi panjang roket keseluruhan adalah 2,88 meter dan lebar rantang sirip 0,226 meter.
Dengan kecepatan jelajah 2.516 meter per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 km. Saat terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter. Mau tahu seberapa besar area kehancuran dari RM70? Jika diopersikan secara tepat, dipastikan area seluas 3 hektar akan luluh lantak akibat ulah roket multi laras ini.


Sementara sasaran yang disebut berhasil ditembak adalah Vasiliy Bykov Class, yang notabene merupakan kapal patroli dengan persenjataan sekelas korvet. Dirancang sebagai kapal perang permukaan Rusia yang pertama menerapkan desain modular, Vasiliy Bykov Class dilengkapi senjata pada haluan berupa satu pucuk meriam AK-176MA kaliber 76,2 mm.
[the_ad id=”77299″]
Vasiliy Bykov Class juga dilengkapi rudal Kalibr-NK dengan peluncur VLS (Vertical Launch System) atau sistem pertahanan udara 3S90M VLS. Sebagai senjata pamungkas, turut dibawa rudal anti kapal 3M24. Kabarnya untuk pasar ekspor, Rusia akan menawarkan paket instalasi 3M-47 Gibka naval air defense system. Senjata organik lain yang terpasang adalah dua pucuk senapan mesin berat MTPU machine guns 14,5 mm.

Untuk menghadapi aspek peperangan bawah air, tersedia DP-65 10/DP-64 2 sebagai sistem peluncur granat otomatis anti sabotase. Masih kurang? kapal patroli ini juga dilengkapi torpedo Paket-NK kaliber 324 mm.
Baca juga: Mineral-U – Digadang Jadi Radar untuk Sistem Rudal Anti Kapal RK-360MC Neptune
Vasiliy Bykov Class ditenagai propulsi dengan teknologi Combined diesel and gas (CODAG) – dimana terdapat dua unit mesin diesel Kolomna 16D49 dan dua unit mesin gas turbin M70FRU. Kapal patroli ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 30 knots. Dari sisi performa, Vasiliy Bykov Class dengan 80 awak, dapat berlayar terus-menerus selama 60 hari dengan jarak jelajah sampai 9.600 km.
Walau desainnya minimalis, ternyata kapal patroli ini sudah menyiapkan hanggar untuk dimuati helikopter sekelas Kamov Ka-27. (Gilang Perdana)



Bisa jadi, karena Rusia menganggap Ukraina sdh kehabisan senjata rudal atau roket
Bisa kok kapal sekuat apapun dihajar MLRS, bahkan kalo itu Kirov Class atau Slava Class kena hajar MLRS asal tuh kapal stasionary ditempat yg bisa dijangkau oleh MLRS dan terkonfirmasi posisinya. CIWS sama rudal jarak pendek gak akan cukup buat ngadepin salvo MLRS apalagi radius area tembakan MLRS bisa mencapai beberapa Hektar, tapi itu tergantung pada dimensi kapalnya kalo buat Slava dan Kirov ya mungkin sebagian besar gpp kecuali Radarnya bakal mengalami kerusakan. Tapi kalo buat kapal yg lebih kecil sekelas Korvet kebawah ya bakalan rusak berat termasuk bridge sama bodinya. Hhhhhhhhhh
ini pilot2nya terlalu ngeremehin sih kayaknya, ngapain sliweran rendah di tempat konflik yg banyak manpad ngumpet di selipan2 rumah atau apart, ga kayak pas di suriah terbang tinggi jatuhin bom terus pergi
Wajar sih kalo kena. Salvo! Sekelas iron dome israel aja kebobolan
klo ga salah dulu ada yg ngomong klo roket ama mortal bisa dijamming.
ngakak dulu ah….
Salvo 40 roket itu bisa diseting meledak sebelum impact dan 1 roket bisa memuntahkan ratusan bola besi atau bom kecil bomblet, berpotensi menghancurkan daerah seluas 2-5 hektar, tergantung seting dan jenis roket yg digunakan.
Kayaknya peristiwa ini mirip pas perang Korea terjadi pas USS wisconsin (BB64) kena hit sama artileri 152mm Korea Utara yg di tempat kan di atas bukit ,3 awak mengalami luka” bedanya USS wisconsin membalas tembakan artileri tsb dengan tembakan salvo meriam 16inch yg langsung meratakan bukit tempat baterai artileri Korea Utara di tempatkan setelah meratakan bukit tsb kapal pengawal USS buck mengirimkan satu transmisi radio ke USS wisconsin yg berisi “temper temper” sebelum melanjutkan misi mereka..
kan stealth tidak bisa terdeteksi tapi bisa dideteksi dengan VISUAL pakai mata dan teropong.. tinggal diarahkan. jaman sekarang pesawat tempur, kapal perang, panser, tank mudah dijadikan target untuk dihancurkan. lbh maju alustista adalah manpad, rudal balistik, drone, mlrs, radar, gerilya, sniper..
wajar saja, namanya medan perang,… siluman bukan berarti tidak terlihat untuk di bidik,…. apalagi di salvo mlrs dalam jumlah banyak,… ya kena atau ga tergantung awak kapal nya,.. siaga peran tempur apa siaga santai apalagi siaga ngopi ngopi,…
semoga perang ini segera berakhir dengan sama sama menang
Aneh jg kalau benar kapal perang kena salvo MLRS yang notabenenya buat serangan arteleri Medan didarat kena salvo di laut..sekali tembak ada 40 roket yg meluncur mungkin salah satu ada yg nyangkut kena kapal🤪 pertanyaannya kalau benar emang ga ada proteksi dari kapal untuk serangan rudal atau roket..serangan dekat pasti ada rudal penangkis jarak dekat, atau ada RWCS minimal Canon..jadi pengen ketawa kalau berita ini benar..kapal perang berjenis Stealth kena salvo MLRS dari darat lg..😄
perlu diingat, sthealth bukan berarti tidak bisa dideteksi sama sekali
Cuman kapal patroli, ngk ada rcws nya apalagi kelihatan dr bibir pantaijadi wajar kena hantam, mungkin awaknya lagi masih tidur krn merasa angkatan laut ukrania sdh habis,
“Kabar yang satu ini belum bisa dipastikan keakuratannya, namun, jika benar kejadian, mungkin bakal membuat heboh jagad persilatan. ”
masih blm pasti kok di buat artikel,
alhasil udah pada kegirangan nih para hater….mending buat artikel yg udah pasti aja min….tentang s400 yg jatuhin dr jarak 150 km atau tentang jumlah bayraktar yg rontok di Ukraina 😂😂😂✌️✌️
Bukan rudal, tapi kena salvo mlrs sebab rudal neptunenya Ukraina sudah habis kena bombardemen di hari-hari pertama.
Kaprang hangus diroket.
Sukhoi Su-34 dan Su-30 jatuh kena tepuk manpad.
Benar-benar dibikin dari kaleng kerupuk.
Kayak gitu kok dibilang strong.
Pada dasarnya kaprang tersebut mungkin terlihat pada jarak jangkauan teleskop militer, kemungkinan dibawah 6 mil dari Pantai. Kejadian seperti itu pernah terjadi pada Korvet Israel saat disengat rudal anti kapal Hizbullah tahun 2006 disaat kaprang Israel tersebut meremehkan kemampuan serang maritim Hizbullah dan tentu saja Rusia juga mengulangi kesalahan yg sama, padahal Rusia tau banget kemampuan Riset teknologi Ukraina seimbang dg mereka.