Jamin Keamanan Selama Paris AirShow 2025, Perancis Gelar “3D Protection Bubble”

Bagi Perancis, pameran dirgantara dua tahunan Paris Airshow 2025 (16 – 22 Juni 2025) adalah citra yang terkait reputasi global dan harus terjamin kelacaran dan keamanannya. Tak mau ambil risiko atas potensi ancaman yang ada, Angkatan Udara dan Antariksa Perancis telah menggelar sistem keamanan khusus untuk melindungi Paris Airshow 2025.
Baca juga: HELMA-P – Senjata Laser Anti Drone untuk Amankan Olimpiade Paris 2024
Armée de l’Air et de l’Espace (Angkatan Udara dan Antariksa) Perancis mengumumkan di situs webnya pada tanggal 14 Juni bahwa mereka menyiapkan apa yang disebut 3D Protection Bubble untuk melindungi Paris Air Show 2025 yang diadakan di Le Bourget.
Bubble (gelembung) tersebut dioperasikan dari pangkalan udara yang dikerahkan oleh base aérienne projetée (BAP) dengan 600 personel militer yang secara khusus didedikasikan untuk menyediakan sistem keamanan udara dan perlindungan guna memperkuat misi keamanan udara permanen.
Tujuannya adalah untuk menyediakan pengawasan wilayah udara berkelanjutan dan kemampuan intervensi langsung sebagai bagian dari upaya antar-kementerian untuk mengamankan pertunjukan, dengan kemampuan mendeteksi, mengidentifikasi, dan menetralkan berbagai ancaman mulai dari drone rekreasi hingga intrusi udara yang paling rumit sekalipun.

Sistem yang telah dikomitmenkan dalam 3D protection bubble untuk misi tersebut meliputi pesawat peringatan dan kontrol udara E-3F, PC-21, Mirage 2000D, jet tempur Rafale, helikopter Fennec, dan drone tempur Reaper, serta sistem pertahanan udara SAMP/T Mamba dan Crotale dan senjata anti drone (C-UAS) Nerod RF, yang didukung oleh jaringan pengintaian visual.
Nah, yang disebut terakhir menarik untuk disimak, pasalnya inilah senjata anti drone yang kerap digenggam bak senapan serbu oleh pasukan Perancis.
Nerod RF adalah senjata anti drone portable berbasis RF jamming dari perusahaan Perancis MC2 Technologies. Senjata alaa senapa serbu futuristik ini diklaim dapat mengganggu sinyal komunikasi dan GPS drone musuh, dan digunakan oleh militer dan pengamanan acara besar. Dirancang kolaboratif dengan Angkatan Bersenjata Perancis dan DGA, telah terbukti dalam operasi nyata seperti Olimpiade Paris 2024.
Nerof RF adalah non‑destructive RF jamming (tanpa efek fisik langsung) yang beroperasi di frekuensi 400 MHz, 800 MHz, 900 MHz, GPS L1 (1.575 GHz), GPS L2 (1.227 GHz), 2.4 GHz dan 5.2 & 5.8 GHz. Jangkauan efektif gamming GPS hingga 2 km dan jamming kendali sinyal drone 3–5 km dari perangkat.
Nerod RF punya berat ±5,6 kg (tanpa aksesori) dan desainnya mengusung monoblok ambidextrous dengan baterai lithium-ion, mudah diganti. Durasi operasional senjata anti drone ini hingga satu jam dalam mode amming berkelanjutan. (Bayu Pamungkas)
VAB 4×4 ARLAD – Ranpur Anti Drone Baru ‘Baru’ Angkatan Darat Perancis


