Ilmuwan Cina Kembangkan Torpedo Supercepat dengan AI, Diklaim Mampu Atasi Decoy Bawah Air Berteknologi Tinggi

Awal tahun ini beredar film laris di Cina, “Operation Leviathan”, yang salah satu adegannya memperlihatkan sebuah kapal selam nuklir Amerika Serikat menggunakan hologram akustik berteknologi tinggi untuk mengecoh torpedo yang dilepaskan kapal selam Cina.

Baca juga: VA-111 Shkval – Torpedo dengan Solid Fuel Rocket Engine, Melesat 370 Km Per Jam, Mimpi Buruk Buat AS dan NATO

Meski tidak terkait langsung, kelompok ilmuwan Cina belum lama ini mengatakan tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengatasi tipu daya decoy (umpan) bawah air (underwater deception).

Seperti dikutip South China Morning Post – scmp.com (4/6/2025), disebut Cina sedang mengembangkan jenis torpedo supercepat yang disokong kecerdasan buatan (AI) untuk meladeni peperangan dengan kapal selam.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal berbahasa Mandarin “Command Control & Simulation” pada bulan April 2025, tim dari PLA Navy Armament Department dan China State Shipbuilding Corporation, mengatakan bahwa sistem mereka memiliki akurasi yang belum pernah ada sebelumnya untuk torpedo yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Teknologi torpedo pintar Cina bertujuan untuk mengalahkan umpan (decoy) bawah air dengan akurasi 92,2 persen. Teknologi AI Cina diklaim telah berhasil mencapai akurasi 92, persen dalam membedakan kapal selam asli dari umpan, bahkan dalam situasi pertempuran bawah laut dengan intensitas tinggi.

“Metode pengenalan target saat ini untuk kendaraan bawah air berkecepatan tinggi Cina terbukti tidak memadai di lingkungan yang dipenuhi dengan tindakan pencegahan canggih, sehingga memerlukan pengembangan pendekatan baru yang mendesak untuk ekstraksi fitur dan identifikasi target,” kata tim ilmuwan yang dipimpin oleh insinyur senior Wu Yajun dan Liu Liwen.

Dilengkapi Jammer dan Decoy, Kapal Selam KRI Nagapasa 403 Kini Siap Hadapi Serangan Torpedo Lawan

“Hanya sistem bawah air berkecepatan tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi jarak jauh dan tingkat pengenalan target yang tinggi yang dapat memberikan efektivitas operasional yang memadai,” mereka menambahkan.

Tim tersebut juga mengungkapkan bahwa tingkat deteksi meningkat dari 61,3% menjadi lebih dari 80% setelah teknologi tersebut menghadapi jenis umpan yang canggih.

Ada perlombaan global yang sedang berlangsung untuk mengembangkan torpedo ‘pintar’, torpedo VA-111 Shkval Rusia dan torpedo AS saat ini mengandalkan supercavitation, tetapi masalah utama mereka terletak pada kemampuan untuk mengenai target yang akurat pada kecepatan ekstrem.

[the_ad id=”77299″]

“Dengan kemajuan berkelanjutan dalam akustik bawah air modern, teknologi elektronik, dan kecerdasan buatan, medan pertempuran bawah air saat ini sering kali mengandung beberapa ancaman simultan dalam satu area operasional, termasuk umpan, sistem penanggulangan elektro akustik, pengacau elektronik, dan beragam sistem senjata,” kata makalah tersebut.

Menurut tim, sistem ini harus mampu membedakan target sebenarnya dari umpan dan mengenainya secara akurat untuk menghindari kegagalan misi atau lintasan yang sia-sia. Sistem ini juga harus mampu memprioritaskan target dengan ancaman tinggi.

Bukan Hanya Decoy, Kapal Selam Juga Mampu Mengirimkan Sinyal ke Permukaan Lewat Perangkat Ini

Yang terpenting, mengingat sifat otonom torpedo berkecepatan tinggi, maka semua keputusan harus dibuat tanpa dukungan komunikasi eksternal yang secara substansial meningkatkan kompleksitas algoritmik dan tuntutan komputasi.

Sejauh ini belum terungkap teknologi torpedo super cepat yang akan dikembangkan oleh Cina, namun mengingat relasi antara Cina dan Rusia, maka bukan tak mungkin yang dikembangkan Cina adalah basis torpedo VA-111 Shkval Rusia yang mengusung teknologi supercavitation.

[the_ad id=”77299″]

VA-111 Shkval dapat melesat dengan kecepatan 200 knots (370 km per jam). Untuk mencapai kecepatan fantastis, Shkval tidak ditenagai lazimnya torpedo konvensional, melainkan torpedo produksi Rusia ini menggunakan mesin roket dengan bahan bakar padat. Penggunaan roket dengan bahan bakar padat untuk wahana di bawah air merupakan terobosan besar. Tapi untuk mewujudkannya diperlukan teknologi penunjang yang juga terbilang spektakuler di segmen torpedo, yakni supercavitation.

Supercavitation adalah fenomena di mana gelembung udara besar dibentuk di sekitar torpedo, mengurangi hambatan hidrodinamis yang dihadapi torpedo saat bergerak di bawah air. Proses supercavitation dimulai dengan menghasilkan gelembung udara di sekitar hidung torpedo.

Paket-E/NK – Mengenal Sistem Senjata Anti Kapal Selam/Anti Torpedo di Korvet Stealth Steregushchiy Class

Ketika torpedo Shkval bergerak pada kecepatan tinggi, cairan di sekitar hidung dipaksa dibuang ke samping dan menciptakan zona hampa udara di depannya. Gelembung udara yang terbentuk ini menyebabkan bagian depan torpedo mengalami separasi dari air, menciptakan ruang kosong atau kavitas. Kavitas ini adalah apa yang disebut “superkavitas,” yang memungkinkan torpedo “meluncur” di atas air tanpa mengalami gesekan besar yang umumnya dialami oleh torpedo konvensional.

Namun, dibalik keunggulan torpedo supercepat, ada tantangan yang harus di atasi, yakni pada aspek akurasi dan jarak jangkau. Dan tantangan tersebut yang kini sedang diatasi ilmuwan Cina, plus tambahan bumbu AI untuk mengatasi decoy bawah air yang semakin canggih. (Gilang Perdana)

Supercavitation – Teknologi Dibalik Kecepatan Super Torpedo Shkval Rusia

One Comment