Gantikan Unit yang Diakuisisi TNI AL, Angkatan Laut Italia Pesan Dua Unit Fregat PPA ‘Light Plus’ ke Fincantieri

Guna menggantikan dua unit fregat/OPV (Pattugliatore Polivalente d’Altura – PPA) yang telah dijual ke Indonesia, Angkatan Laut Italia pada 26 Juni 2025, mengumkan adanya pesanan dua unit fregat PPA (tambahan) Multipurpose Combat Ships kepada Fincantieri, sebagai kontraktor utama.
Pesanan tersebut, yang menggantikan dua kapal PPA yang dijual ke Indonesia sebelum selesai, merupakan perpanjangan kontrak yang dikelola oleh Organisation for Joint Armament Co-operation (OCCAR) atas nama Fincantieri, sebagai kontraktor utama, dan Leonardo, sebagai mitra program.
Bagi Fincantieri, nilai kontrak untuk dua kapal baru tersebut sekitar EUR 700 juta, yang mencakup pekerjaan yang telah dilakukan pada kapal-kapal sebelumnya yang sekarang ditujukan untuk Indonesia. Dua kapal PPA baru akan dikirim dalam konfigurasi ‘Light Plus (+)’ di galangan kapal terpadu Riva Trigoso/Muggiano milik Fincantieri, dengan pengiriman dijadwalkan pada tahun 2029 dan 2030.
Angkatan Laut Italia saat ini mengoperasikan empat kapal PPA yang ditugaskan antara Maret 2022 dan Oktober 2024, sementara tujuh kapal sejauh ini telah dibiayai.
We are proud to announce that, as part of the Navy’s fleet renewal program, we will build two PPA- Multipurpose Combat Ships, with deliveries scheduled for 2029 and 2030, respectively.
The two new units will be delivered in the “Light Plus” configuration at our Integrated… pic.twitter.com/8YuStshnsq
— Fincantieri (@Fincantieri) June 26, 2025
PPA-Multipurpose Combat Ship disebut sebagai kapal kombatan yang sangat fleksibel dan mampu menjalankan berbagai fungsi, mulai dari misi patroli dengan kapasitas penyelamatan laut hingga operasi perlindungan sipil, dan bertindak sebagai kapal tempur garis depan.
Program produksi mengikuti pendekatan ‘fitted for’, yang memungkinkan integrasi kemampuan tambahan dari waktu ke waktu—dimulai dari platform bersama dan berkembang menuju konfigurasi yang lengkap. Sistem tempur tersedia dalam berbagai konfigurasi, dari versi “light” untuk tugas patroli yang terintegrasi dengan kemampuan pertahanan diri, hingga versi full” yang menyediakan kemampuan pertahanan lengkap.
Kapal perang ini juga mampu mengoperasikan kapal berkecepatan tinggi seperti RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) hingga sepanjang 11 meter melalui derek lateral atau jalur penarik yang terletak di buritan terjauh.
Secara umum, fregat PPA Paolo Thaon Di Revel class ditawarkan dalam tiga versi, yakni full combat, light+ dan light configuration. Konfigurasi Light hanya memiliki persenjataan berupa senapan dan meriam. Sementara Light+ dan Full juga dilengkapi dengan rudal hanud Aster dan torpedo. Namun, semua konfigurasi memiliki opsi untuk dipasangi peluncur rudal anti-kapal Teseo Otomat “EVO” MK2/E.
MBDA Teseo MK2E ‘Evo’ – Rudal Jelajah Anti Kapal/Permukaan Generasi Terbaru AL Italia
Dua unit fregat PPA class yang dibeli Indonesia tadinya pesanan yang dibuat untuk kebutuhan Angkatan Laut Italia. Masing-masih kapal tersebut adalah ITS Marcantonio Colonna P433 dan ITS Ruggiero di Lauria P435.
ITS Marcantonio Colonna P433 sudah diluncurkan pada 26 November 2022 dan ITS Ruggiero di Lauria P435 diluncurkan pada 10 Oktober 2023. Meski belum tiba di Indonesia, Keduanya kini telah resmi berganti nama menjadi kapal perang TNI AL, ITS Marcantonio Colonna P433 kini berganti nama menjadi KRI Brawijaya (BWJ) 320 dan KRI Prabu Siliwangi (PBS) 321.
PPA adalah kelas kapal perang dengan panjang 143 meter yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi mulai dari operasi pengawasan maritim bertempo rendah yang ‘ringan’ hingga skenario pertempuran tingkat tinggi ‘pertempuran penuh’. Tergantung pada konfigurasinya, masing-masing kapal memiliki bobot antara 5.800 dan 6.300 ton. Bila dilihat dari spesifikasi, ITS Marcantonio Colonna P433 dan ITS Ruggiero di Lauria P435 berada di versi Light+. (Gilang Perdana)




Jual 2 kapal = 1,18 M Eur
Beli lagi 2 kapal yg sama = 700 jt Eur
= Ferguso menang banyak😁
COPOT 76 mm STRALES yg di atas hangar, di ganti 2 MILLENNIUM GUN kl bisa. Jamanya MASSIVE DRONE ATTACKS, nggak PERLU GUN gede2…..
Transfer 76 mm STRALES ke MARTADINATA class, pas 2 khan. 76 mmnya Martadinata di pasang ke LPD…..buat SHORE BOMBARDEMENT, mesakke LPD podo KOPONG.
Min apakah kapal PPA TNI AL udah di bekali peluncur torpedo, peluncur chaff dan decoy?
PPA tni kopong? Gak ada rudalnya
Fregat PPA yang kita akusisi termasuk varian “Light”
Akan tetapi untuk Rudal permukaan ke udara atau Surface to Air Missile (SAM) Aster 15 dan 30 beserta peluncur vertical DCNS Sylver A43 tetap akan di instal, sebagai bagian program Fitted For But Not With (FFBNW) sesuai dengan yang rancangan upgrade selanjutnya dan akan diterapkan di Indonesia
Selain Rudal Aster 15/30, TNI AL berencana akan menginstal Rudal untuk serangan darat Teseo\Otomat MK2/E atau jenis lainnya, Torpedo Black Arrow 324 mm, 2 × Oto Melara Oerlikon KBA B06 serta tambahan lainnya, yang kesemuanya akan dilakukan di indonesia
min. ppa tni dah sepaket rudal aster tidak?
Sepertinya belum