Foto Udara dan Analisis Lanud Hualien Bikin Geger Taiwan, Inilah Sarang F-16 Viper dengan Fasilitas Hanggar Bawah Tanah

Foto udara dan analisis terperinci tentang pangkalan udara utama Taiwan di media sosial Cina telah memicu kekhawatiran keamanan. Foto udara dan analisis tersebut ditayangkan dalam video berdurasi kurang dari tujuh menit yang muncul minggu lalu di RedNote atau Xiaohongshu, platform gaya hidup asal Cina yang juga populer di Taiwan.
Seperti dikutip South China Morning Post – scmp.com, video itu diunggah oleh seorang blogger militer dari alamat IP di Beijing pada 21 Mei 2025, yakni satu hari setelah pemimpin Taiwan William Lai Ching-te berpidato untuk menandai tahun pertamanya menjabat. Video itu banyak diunggah ulang dan dibagikan di platform lain, termasuk WeChat dan YouTube. Meskipun begitu, tautan asli di RedNote kini telah menghilang, namun video yang diunggah ulang masih tersedia di platform lain.
Yang membuat kontroversi Taipei, video tersebut menyertakan cuplikan jarak dekat landasan pacu pangkalan udara sepanjang 2.851 meter (9.353 kaki), dengan rincian prosedur operasi, serta 46 tempat perlindungan pesawat yang diperkeras, beserta ukuran ukurannya.
Video tersebut juga memberikan rincian penempatan tiga skuadron yang ditempatkan di pangkalan udara tersebut, lokasi pesawat tempur F-16V dan Mirage 2000, serta fasilitas olahraga pangkalan dan bahkan bangunan hotel.

Sementara itu, pangkalan udara yang dimaksud adalah Pangkalan Udara (Lanud) Hualien. Meski bukan lanud terbesar Taiwan, namun Hualien punya arti stategis, selain menjadi markas bagi skadron udara F-16 Viper, lanud Hualien juga punya fasilitas hanggar bawah tanah.
Pangkalan ini berlokasi di Pantai timur Taiwan, di Hualien County. Peran utamanya adalah sebagai pangkalan tempur strategis menghadapi ancaman dari timur dan menyimpan fasilitas bawah tanah (underground hangar) atau underground aircraft shelters yang disebut “Chiashan Air Force Base”, yang memiliki perlindungan kuat terhadap serangan, termasuk gunung batu granit yang dijadikan hanggar tahan rudal dan bom.

Fasilitas bawah tanah ini dilengkapi pintu ledakan (blast doors), sistem ventilasi tahan gas kimia, jalan taxiway langsung dari dalam gunung ke landasan pacu dan [ersediaan logistik dan bahan bakar dalam bunker. Dalam menghadapi risiko serangan rudal dari Cina, maka keberadaan hanggar bawah tanah adalah bagian vital dari strategi “survivability and second-strike capability” mereka.
Sebagai catatan, Chiashan Air Base dan Hualien Air Base merujuk ke lokasi yang sama secara geografis, tetapi dengan penekanan yang berbeda pada peran fasilitasnya. Lanud Hualien adalah nama umum dan resmi untuk pangkalan udara militer di Hualien County, Taiwan. Sedangkan Lanud Chiashan adalah kompleks fasilitas bawah tanah (underground facility) yang terletak di dalam kawasan Lanud Hualien.


Dalam banyak laporan militer dan analisis, Chiashan sering disebut sebagai bagian dari atau fasilitas pendukung utama Hualien Air Base, khususnya yang berhubungan dengan perlindungan jet tempur dari serangan musuh.
Pembangunan kompleks bawah tanah di Chiashan dimulai sekitar awal 1990-an, walau perencanaan sudah berlangsung sejak 1980-an. Lokasinya dipilih karena terdiri dari batu granit keras — ideal untuk membangun bunker tahan ledakan dan rudal.
[the_ad id=”77299″]
Pembangunan fasilitas hanggar bawah tanah sengaja dibuat di Hualien, lantaran Hualien berada di pantai timur Taiwan, yang berada di balik Pegunungan Tengah, posisi ini menghalangi atau memperlambat serangan darat atau udara dari arah barat (daratan Cina), dan lebih sulit dijangkau oleh rudal jarak menengah dibanding pangkalan udara lain di barat Taiwan.
Dalam skenario terburuk bila Taiwan diinvasi, maka lanud ini dianggap sebagai pangkalan terakhir yang akan tetap beroperasi jika terjadi serangan besar-besaran dari Cina. (Gilang Perdana)
Hadapi Invasi Cina Daratan, Taiwan Lakukan Kamuflase Urban pada Kendaraan Tempur


