Gagal Dipulihkan, Lambung Korvet Iran IRIS Sahand 74 Justru Tenggelam Keseluruhan

Upaya pengembalian posisi korvet milik Angkatan Laut Iran IRIS Sahand 74 yang terbalik di Pelabuhan Selatan Bandar Abbas, telah gagal. Alih-alih lambung kapal berdiri tegak, tapi justru keseluruhan lambung kapal kini telah terendam sepenuhnya, kuat dugaan upaya pemulihan dilakukan di area dengan kedalaman yang lebih dalam dari sebelumnya.

Baca juga: Hilang Keseimbangan, Korvet Rudal Iran IRIS Sahand 74 ‘Terbalik’ di Pelabuhan Bandar Abbas

Sumber media lokal menyebut badan kapal dalam proses pemulihan akan diangkat dan dipindahkan ke tempat lain, namun kabel yang menahannya putus sehingga menyebabkan kapal kembali terbalik, dan apesnya sekarang seluruh lambung terendam di perairan yang lebih dalam.

Pemulihan lambung kapal menggunakan kabel adalah metode yang kompleks dan memerlukan perencanaan serta eksekusi yang hati-hati. Ahli salvage yang berpengalaman biasanya dilibatkan untuk memastikan proses berjalan aman dan efektif. Penarikan yang terlalu cepat atau tidak merata bisa menyebabkan kerusakan struktural tambahan pada kapal. Kabel bisa putus jika beban terlalu besar atau tidak terdistribusi dengan baik.

Bila kapal berhasil dipulihkan, itu bukan berarti masalah telah tuntas. Air yang terlanjut masuk ke dalam lambung kapal harus dipompa keluar untuk mengurangi beban dan meningkatkan stabilitas kapal. Setelah kapal kembali ke posisi tegak, sistem stabilisasi seperti ballast (pemberat) bisa digunakan untuk menjaga kapal tetap stabil selama proses perbaikan selanjutnya.

Serupa tapi tidak sama, insiden serupa pernah terjadi pada kapal tanker KRI Arun 903 yang kandas di Dermaga Ujung, Surabaya pada 19 Maret 2018. Indikasi awal pada saat itu menunjukkan kegagalan ballast pump di board KRI Arun.

Kapal Tanker KRI Arun 903 Kandas di Dermaga Ujung

Pada hari Minggu, 7 Juli 2024, beredar foto yang memperlihatkan sebuah insiden di Pelabuhan Selatan Bandar Abbas, IRIS Sahand 74 adalah bagian dari korvet Moudge class, yang oleh Iran kapal perang jenis ini disebut sebagai ‘destroyer.’ Bagi Angkatan Laut Iran, Moudge class yang berbobot 1.500 – 2.000 ton disebut sebagai kapal perusak (destroyer). Sementara dalam klasifikasi global, termasuk di Indonesia, kapal perang dengan bobot 1.500 ton masuk sebagai kelas korvet atau light frigate.

Moudge class adalah lambang supremasi kemandirian industri pertahanan Iran, khususnya di segmen matra laut. Moudge class adalah kapal perang dengan tonase terbesar yang berhasil dibuat oleh Iran untuk saat ini. Bila merujuk ke rencana awal, Iran sejatinya akan memproyeksikan pembangunan tujuh unit Moudge class. (Gilang Perdana)

KRI Arun 903 Telah Pulih Ke Posisi Normal

2 Comments