Dibawa Korps Afrika Rusia, Ranpur BMP-3 Mulai Beroperasi di Benua Hitam

Bila merujuk pada informasi di wikipedia.org, sampai saat ini belum ada satu pun negara di Afrika yang mengoperasikan ranpur Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-3. Namun, sebuah postingan di media sosial belum lama ini memperlihatkan jenis ranpur yang juga jadi andalan Korps Marinir ini, tengah melaju di medan gersang Afrika.
Baca juga: BMP-3F Korps Marinir Jadi “Ranpur Kehormatan” di HUT TNI Ke-78
Merujuk dari informasi yang beredar, BMP-3 yang melaju di medan Afrika ternyata dioperasikan oleh Korps Afrika (Africa Corps) Rusia, yang juga dikenal sebagai Russian Expeditionary Corps (REK). Meski lokasinya dirahasiakan, besar kemungkinan BMP-3 tersebut beroperasi di Mali.
Perilisan gambar tersebut menyusul laporan awal tahun ini tentang konvoi militer Rusia yang tiba di Mali, yang menunjukkan bahwa Korps yang baru dibentuk tersebut telah mulai memperkuat atau mengganti aset Wagner sebelumnya.
Menurut analis regional, pengerahan kendaraan tempur lapis baja seperti BMP-3 menyoroti pergeseran berkelanjutan menuju dukungan militer yang lebih formal yang didukung negara di Afrika di bawah bendera Rusia.

Korps Afrika adalah pasukan paramiliter yang dikendalikan pemerintah Rusia, yang bertugas mengamankan kepentingan Rusia dan mendukung rezim sekutu di seluruh Afrika. Korps Afrika disusun untuk menggantikan operasi Wagner sebelumnya, unit tersebut sekarang memimpin misi ekspedisi Rusia yang bertujuan untuk memperluas pengaruh strategis Moskow dari Sahel ke Republik Afrika Tengah.
BMP-3 adalah kendaraan beroda rantai bersenjata lengkap yang digunakan untuk mengangkut infanteri dan memberikan dukungan tembakan langsung. Kehadirannya di Mali menggarisbawahi upaya Rusia untuk mempertahankan jejak operasionalnya bahkan setelah pembubaran resmi Wagner Group setelah pergolakan internal menyusul kematian pendirinya Yevgeny Prigozhin.
Seperti dikutip Defence Blog, selain kendaraan tempur, Rusia juga mengerahkan helikopter Mi-8AMTSh-VA yang dilengkapi dengan sistem penanggulangan modern L370E8 “Vitebsk” untuk mendukung pasukannya di wilayah tersebut. (Gilang Perdana)
Modifikasi ala UEA, Ranpur Amfibi IFV BMP-3 Dipasangi Turret DVK-30 Buatan Slovakia


