Dianggap Belum Siap, Instalasi AIP Lokal di Kapal Selam Kalvari Class (Scorpene India) Tertunda

Guna meningkatkan operasional, terutama pada kemampuan bertahan di bawah air (submerged endurance), Angkatan Laut India telah mencangangkan instalasi sistem AIP (Air-Independent Propulsion) pada kapal selam diesel listrik Kalvari class (Scorpene). Dengan unit pertama yang akan dipasangkan AIP adalah INS Kalvari dengan sistem AIP buatan dalam negeri. Namun, program upgrade tersebut menghadapi penundaan signifikan.

Baca juga: Kebocoran Data dan Dokumen Rahasia Kapal Selam Scorpene India (Kalvari Class), Guncang Reputasi Naval Group

AIP berbasis sel bahan bakar (fuel cell) yang dikembangkan oleh DRDO (NMRL) bersama L&T sejak 2014 direncanakan selesai pada 2017. Namun hingga pertengahan 2025, sistem ini belum siap secara operasional dan belum diuji coba sepenuhnya di laut. Akibatnya, INS Kalvari, kapal pertama Scorpene, akan menyelesaikan refrofit biasa tanpa AIP, yang awalnya direncanakan pada 2025. Integrasi kemungkinan baru terjadi saat refit INS Khanderi di pertengahan 2026.

Terlepas dari sistem AIP yang dianggap belum siap, pemasangan AIP ke dalam kapal selam eksisting juga bukan perkara mudah. Seperti dikutip The Print, guna menggabungkan AIP, kapal harus dipotong dan ditambahkan segmen baru (AIP Plug), menjadikannya lebih panjang dan berat. Prosedur teknis ini memerlukan presisi tinggi dan waktu refit yang panjang (sekitar 2 tahun per unit).

Kontrak untuk pembuatan AIP plug sudah ditandatangani oleh Mazagon Dock Ltd (MDL) pada Desember 2024, namun karena sistem belum terbukti, Kementerian Pertahanan India memutuskan untuk menunda instalasi guna memastikan kesiapan teknis dan operasional.

Naval Group Tawarkan Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpene Class dengan AIP di Surabaya

Seperti halnya standar Scorpene class pada umumnya, kapal selam Kalvari class (varian dari Scorpène-class) yang dimiliki India awalnya tidak dilengkapi dengan sistem Air-Independent Propulsion (AIP) saat dibangun. Namun, India berencana memasang AIP buatan dalam negeri pada kapal-kapal ini, khususnya saat mereka menjalani mid-life upgrade (MLU).

India memesan enam unit Kalvari class, terdiri dari INS Kalvari (S21) – diluncurkan tahun 2015, INS Khanderi (S22) – diluncurkan tahun 2017, INS Karanj (S23) – diluncurkan tahun 2018, INS Vela (S24) – diluncurkan tahun 2019, INS Vagir (S25) – diluncurkan tahun 2020, dan yang saat ini masih dalam sea trial, INS Vagsheer (S26). Semua Kalvari class dibangun di India, oleh Mazagon Dock Shipbuilders Limited (MDL) di Mumbai, bekerja sama dengan Naval Group (Perancis).

AL India Resmikan Operasional INS Vela, Kapal Selam dari Keluarga Scorpene Class

India berniat memasang AIP lokal berbasis fuel cell buatan DRDO, mulai tahun 2025 saat MLU pertama dilakukan. Sistem ini akan dipasang secara retrofit, dimulai dari kapal pertama (INS Kalvari), saat kapal menjalani docking besar pertamanya.

Namun, program AIP ini sempat mengalami beberapa keterlambatan, baik dari sisi teknologi maupun kesiapan integrasi. India berhati-hati agar AIP tersebut stabil, efisien, dan aman untuk operasi jangka panjang.

DRDO (Defence Research and Development Organisation), mengembangkan AIP berbasis fuel cell dengan teknologi Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cell-based AIP system. Fuel cell ini menggunakan hidrogen dan oksigen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik secara senyap dan efisien di bawah air, tanpa perlu naik ke permukaan.

Sementara penyebab sistem AIP belum siap dipasang karena DRDO butuh waktu cukup panjang untuk uji coba sistem fuel cell dalam kondisi laboratorium. Mereka ingin memastikan keamanan, efisiensi, dan stabilitas jangka panjang, apalagi sistem ini harus bekerja di lingkungan ekstrem bawah laut selama berhari-hari.

Meskipun desain Scorpene-class mendukung AIP, menyesuaikan sistem lokal ke desain kapal Perancis membutuhkan modifikasi dan pengujian tambahan. India juga ingin AIP ini mudah diintegrasikan saat MLU (mid-life upgrade) tanpa membongkar terlalu banyak struktur kapal.

Dan yang lebih penting, DRDO harus menunjukkan bahwa sistem ini aman untuk awak, bebas dari risiko kebocoran hidrogen, dan bisa bertahan pada operasi panjang tanpa gangguan. Sea trials (uji coba laut) untuk sistem ini baru bisa dilakukan setelah land-based prototype sukses bekerja penuh.

Cina Luncurkan Unit Perdana Hangor Class – Kapal Selam Berteknologi AIP Pesanan Pakistan yang Mampu Luncurkan Rudal Jelajah

India memilih tidak membeli AIP asing, dan tetap mengembangkan secara lokal demi swasembada pertahanan (Atmanirbhar Bharat). Pendekatan ini memang lebih lambat, tapi memberi kendali penuh atas teknologi strategis.

Tanpa AIP, Kalvari class hanya bisa menyelam selama sekitar 4–7 hari secara terus-menerus sebelum harus muncul untuk snorkeling (mengambil udara untuk mesin diesel). Sementara dengan AIP, Kalvari class dapat menyelam selama 12–20 hari tanpa harus muncul ke permukaan, tergantung pada jenis dan kapasitas AIP-nya. Ini merupakan peningkatan hingga 2–3 kali lipat kemampuan menyelam diam-diam, menjadikannya lebih sulit terdeteksi oleh musuh. (Gilang Perdana)

Turki Luncurkan TCG Murat Reis (S-322) – Unit Ketiga Kapal Selam Reis Class dengan Teknologi AIP dari Siemens