Turki Luncurkan TCG Murat Reis (S-322) – Unit Ketiga Kapal Selam Reis Class dengan Teknologi AIP dari Siemens

Untuk ketiga kalinya, Gölcük Naval Shipyard meluncurkan kapal selam Reis class, yakni pada 29 Mei 2025, galangan milik Angkatan Laut Turki tersebut meluncurkan TCG Murat Reis (S-332). TCG Murat Reis adalah kapal selam ketiga dari enam kapal selam Reis class (Type 214), yang mana unit perdananya TCG Piri Reis (S-330) telah komisioning pada 24 Agustus 2024.
Kapal selam kedua, TCG Hızır Reis (S-331) telah diluncurkan pada 25 Mei 2023, dan saat ini sedang sea trial. Sementara kapal selam keempat, kelima, dan keenam—TCG Aydınreis, TCG Seydialireis, dan TCG Selmanreis—saat ini sedang dalam tahap pembangunan di Gölcük Naval Shipyard. Dengan peluncuran TCG Murat Reis, maka selanjutkan akan dilangsungkan beragam tahap uji coba di lautan, dan rencana komisioning pada tahun depan.
Kapal selam Type 214 adalah versi ekspor dari kapal selam Type 212 yang digunakan oleh Angkatan Laut Italia dan Jerman, serta Norwegia, dan dibangun atau dioperasikan oleh Angkatan Laut Yunani, Korea Selatan, Portugal, dan Turki.
Saat ini Angkatan Laut Turki memiliki armada kapal selam sebanyak 13 unit, terdiri dari empat Ay class (Tipe 209/1200), empat Preveze class (Tipe 209T/1400), empat Gür class (Tipe 209T2/1400), dan satu Reis class (Tipe-214TN), semuanya merupakan kapal selam serang bertenaga konvensional (diesel-listrik). Dan bila semua berjalan lancar, pada tahun 2028, Angkatan Laut Turki akan mengoperasikan enam kapal selam dengan teknologi Air-independent propulsion (AIP) yang diwakili armada Reis class.
📍29 Mayıs 2025
Tersaneler Genel Müdürlüğümüzün Gölcük Tersanesi Komutanlığında inşasına devam edilen 6 reis sınıfı denizaltının üçüncüsü olan MURATREİS, İstanbul‘un Fethi’nin 572’nci yılında denize indirildi.#MillîSavunmaBakanlığı pic.twitter.com/mP7kYr3rWe
— T.C. Millî Savunma Bakanlığı (@tcsavunma) May 29, 2025
Sistem AIP yang digunakan pada Reis class berbasis fuel cell (sel bahan bakar) dari Jerman, jenisnya adalah PEM (Proton Exchange Membrane) fuel cells. Sistem ini menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik tanpa pembakaran, dengan hanya menghasilkan air sebagai produk sampingan, sangat senyap dan efisien.
Sampai saat ini, teknologi AIP pada kapal selam Reis class masih murni berasal dari Jerman, khususnya dibuat oleh Siemens (fuel cell system) dan TKMS (integrator sistem kapal selam), yang kemudian dirakit dan dipasang di Turki, tapi inti teknologi AIP bukan produksi lokal.
Persenjataan kapal selam Reis-class (Type 214TN) merupakan campuran antara sistem senjata standar NATO dan upaya indigenisasi (lokalisasi) sistem persenjataan dalam jangka panjang.
Dalam konfigurasi standar Type 214 Jerman, maka Reis class dilengkapi dengan 8 tabung torpedo kaliber 533 mm yang dapat digunakan untuk meluncurkan berbagai jenis senjata, seperti torpedo Berat DM2A4 Seehecht (SeaHake) – wire guided buatan Jerman dan rudal anti kapal UGM-84 Sub-Harpoon (kemungkinan besar versi Block II). Selain itu Reis class dapat digunakan untuk menebar ranjau laut melalui tabung torpedo.
Turki Sukses Luncurkan Akya, Torpedo SUT Produksi Dalam Negeri
Namun, Turki punya rencana besar untuk mengurangi ketergantungan pada sistem senjata impor, yaitu nantinya Reis class akan digadang mampu meluncurkan torpedo berat Akya yang dikembangkan Roketsan dan TÜBİTAK SAGE, sedangkan untuk rudal jelajah anti kapal, dipilih Atmaca dari Roketsan, yang belum lama telah sukses dalam uji coba.
Di balik itu semua, Reis class telah menggunakan sistem manajemen tempur (Combat Management System) buatan Havelsan, yang memungkinkan integrasi senjata NATO maupun buatan lokal, operasi terkoordinasi senjata dan sensor, serta kemudahan dalam mengintegrasikan Akya dan sistem nasional lainnya ke kapal selam ini.
Turki Uji Coba Perdana Peluncuran Rudal Jelajah Atmaca dari Kapal Selam
Reis class punya panjang 66,3 meter, diameter 6,3 meter, berat saat di permukaan 1.700 ton dan berat saat menyelam 1.800-1.900 ton. Dimensi ini hampir identik dengan Type 214 buatan Jerman karena Reis-class adalah versi lisensi dengan beberapa modifikasi lokal, terutama pada sistem tempur dan komunikasi.
Struktur lambung menggunakan material HY-80/HY-100 high-tensile steel, yang memberikan kekuatan untuk menyelam dalam (~400 m kedalaman operasional, meskipun angka pastinya dirahasiakan). (Gilang Perdana)



NGGAK USAH NEKO 2X
…….BELI KAPAL SELAM LANGSUNG DARI EMPUNYAAAA…….DEUTSCHLAND….
Lebih baik beli u209 bekas yang diproduksi tahun 1990an untuk stop gap. Brazil dan Turki punya beberapa tuh. Lumayan untuk memenuhi target 12 kapal selam.
Kalo Indonesia akhirnya membeli juga kasel ini (U-214 by STM), ini justru menunjukkan perencanaan yg “modal-madul” ☝️
Bukankah dulu memilih Scorpy-EV dg alasan tekno full Lithium-ion lebih cost effectice dibanding sistim AIP 🤔