Desain Tiru Bren, Inilah Type 73 LMG – Senapan Mesin Regu Produksi Korea Utara dengan Sistem Amunisi Dual Feed

Dengan posisi magasin ada di atas receiver, desain senapan mesin ringan (Light Machine Gun/LMG) atau di Indonesia kerap disebut Senapan Mesin Regu (SMR), Bren, memang sudah ketinggalan zaman. Namun, pasukan infanteri Korea Utara sampai saat ini masih menggunakannya, tapi dalam varian yang diproduksi secara lokal, dengan label Type 73, termasuk digunakan secara aktif dalam perang di Ukraina.

Baca juga: Bren MK III – The Everlasting Gun, Senapan Mesin Regu Brimob Polri

Dengan desain yang sangat dipengaruhi oleh Bren Mk III, Type 73 diproduksi oleh Factory 61 yang tak jauh dari Pyongyang, bagian dari sistem industri senjata negara Korea Utara pada awal 1970-an.

Type 73 memang mewarisi bentuk luar dan fitur dari Bren Mk III, namun secara teknis bukan salinan langsung, karena sistem mekaniknya menggabungkan elemen senjata Soviet dan Cina. Senjata ini mencerminkan pendekatan Korea Utara yang eklektik dan pragmatis dalam merancang senjata. Latar belakang kehadiran Type 73 adalah pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, Korea Utara menyadari perlunya memiliki senjata buatan sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor senjata Soviet dan Cina.

Korea Utara saat itu sudah menggunakan senapan mesin ringan Degtyaryov (DP-28) dan PKM dari Soviet. Sementara itu, Korea Selatan menggunakan senapan M-60 dan bantuan senjata dari Amerika Serikat. Kebutuhan akan LMG domestik yang lebih ringan dan fleksibel mendorong pengembangan Type 73.

Korea Utara juga mempelajari sistem dual-feed dari senapan seperti PKM dan Type 67 Cina, sehingga Type 73 bisa memakai belt atau magasin – bisa pakai magasin 30 peluru atau sabuk amunisi (belt-fed), sebuah inovasi langka saat itu, yang secara spesifikasi dual feed mirip dengan FN Minimi buatan Belgia.

Kabarnya Type 73 tidak diproduksi dalam jumlah besar, kemungkinan karena dianggap terlalu kompleks (dual feed = rumit dalam perawatan), dan tidak sehandal PKM dalam penggunaan lapangan. Kemudian digantikan oleh Type 82 LMG, versi Korea Utara dari PKM Soviet, yang lebih sederhana dan telah terbukti dalam medan perang.

Type 73 dengan sabuk amunisi.

Meskipun langka, Type 73 diekspor secara terbatas ke beberapa negara atau kelompok bersenjata proksi, seperti Yaman (Houthi), Suriah (FSA, ISIS) dan Irak. Belakangn Type 73 juga diboyong pasukan Korea Utara dalam konflik di Ukraina.

Meski mencomot desain Bren MK3, namun Type 73 LMG mengusung kaliber 7,62×54 mmR Soviet (bukan 7.62 NATO). Sistem operasinya mengadopsi gas-operated, rotating bolt dengan kecepatan tembak 700–800 peluru/menit.

Panjang senjata keseluruhan 1.200 mm dan berat kosong 10 kg. Ciri khas senapan ini menggunakana popor kayu atau polimer. Sistem pembidiknya iron sight standar dan bisa pasang optik.

Jarak tembak efektif dari Type 73 Light Machine Gun (LMG) buatan Korea Utara berada dalam kisaran standar senapan mesin regu kelas menengah, namun sedikit dipengaruhi oleh konfigurasi dual-feed dan jenis amunisi yang digunakan. Jarak tembak efektif antara 600-800 meter, dan jarak tembak maksimum 1.200 meter. Menggunakan kaliber berat 7,62×54 mmR seperti PKM, desainnya yang rumit dan kurang stabil membuat akurasi-nya agak terbatas dibanding senapan mesin modern lainnya. (Gilang Perdana)

Pasukan Khusus Arab Saudi Uji Performa Pindad SM2-V1 dan V2, Senapan Mesin Regu Varian dari FN MAG