Category: Senapan Mesin Regu

Singapore Airshow 2024 – ST Engineering Rilis Senapan Mesin Ultimax 100 MK9 dengan ‘Dual Feed Capability’ ala FN Minimi

(Twitter)

Dari beragam senjata perorangan yang digunakan pasukan TNI, maka tak bisa dilepaskan dari nama Ultimax 100, produksi ST Engineering, Singapura. Sebagai senapan mesin regu, Ultimax 100 dipercaya melengkapi arsenal senjata di pasukan elite seperti Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD dan Taifib (Intai Amfibi) Korps Marinir TNI AL. Dan dari pameran dirgantara terbesar di Asia, Singapore Airshow 2024 (20-25 Februari), ST Engineering merilis varian terbaru dari Ultimax 100. (more…)

Ironman Ammunition Backpaker: Ransel Idaman Untuk Senapan Mesin Regu

Selain dilengkapi bipod, salah satu keunggulan senapan mesin regu (SMR) adalah kemampuannya untuk melepaskan proyektil dalam jumlah lebih besar dibandingkan senapan serbu. Maklum saja, ditangan SMR-lah, tembakan bantuan dan perlindungan bagi unit infanteri penyerbu menjadi tumpuan. Namun, dalam banyak situasi pertempuran, bekal munisi yang dibawa oleh penembak SMR kerap tidak memadai, terlebih pada magasin atau stok munisi yang dibawa oleh sang prajurit. (more…)

Bren MKIII: The Everlasting Gun, Senapan Mesin Regu Brimob Polri

Ditengah modernisasi senapan serbu dan senapan regu pada Korps Brimob Polri, hingga kini senapan mesin regu legendaris RPD (Ruchnoy Pulemet Degtyarova) yang mulai digunakan Tentara Merah Uni Soviet pada tahun 1950, masih terus dioperasikan, bahkan RPD masih digunakan oleh pasukan Infanteri Korps Marinir TNI AL. Bukan bermaksud membandingkan mana yang lebih tua, tapi faktanya masih ada senapan mesin regu yang lebih tua dari RPD, dan hebatnya masih setia digunakan. Yang dimaksud lebih senior dari RPD adalah Bren MKIII. Desain senjata ini sudah teramat masyur dan mudah dikenali, terlebih pada model magasin lengkung yang disematkan di bagian atas. (more…)

Uji Tangkas Pemasangan Senapan Mesin Regu FN Minimi Bersama Lady Lara Croft

Keterampilan mengoperasikan SMR (Senapan Mesin Regu) mutlak dimiliki personel infanteri, termasuk satuan infanteri yang telah berpredikat sebagai infanteri mekanis. Uji terampil penggunaan senjata perorangan ini pastinya tak melulu pada kemampuan akurasi dalam menembak, lebih dari itu personel harus punya ketangkasan dalam melakukan perawatan, termasuk bisa membongkar pasang senjata dalam waktu cepat. Dan kali ini Indomiliter.com bersama host Baby “Lara Croft” Margaretha mengajak pembaca untuk melihat uji tangkas pemasangan SMR di Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 201/Jaya Yudya, Kodam Jaya. (more…)

RPD: Eksistensi Senapan Mesin Regu Legendaris TNI/Polri

Ditengah hegemoni amunisi 5,56 x 45 mm NATO pada senjata standar TNI/Polri, maka perlahan-lahan amunisi kaliber 7,62 x 39 mm mulai terpinggirkan. Namun dengan populasi yang kian terbatas, kini selain AK-47 masih ada jenis senapan mesin yang masih eksis digunakan satuan TNI dan Polri, bahkan bisa dibilang senjata yang masuk kategori senapan mesin regu ini sudah teramat legendaris, maklum debutnya sudah dimulai sejak era Perang Dunia II. Di Indonesia senapan yang diberi label RPD (Ruchnoy Pulemet Degtyarova) mulai digunakan jelang Operasi Trikora. (more…)

FN Minimi – Senapan Mesin Regu Dengan Kemampuan Dual Feed System

umv8wtuk

Punya produk handal dan tak pelit berbagi lisensi, menjadikan Fabrique Nationale (FN) Belgia sukses menghantarkan Minimi ke pasaran dunia. Bahkan, saking populernya, muncul istilah “Apapun senapan serbu nergaranya, senapan mesin regunya pasti Minimi.” Begitu juga dengan TNI yang menganut amunisi standar NATO kaliber 5,56 mm untuk lini senapan serbu. Seolah ingin mensinergikan standar amunisi senapan serbu dan senapan mesin regu, adopsi Minimi di lingkungan satuan infanteri TNI begitu luas, di setiap matra dipastikan ada populasi senjata ini. (more…)