Dengan Rudal Udara ke Udara R-27 ‘Expired’, India Uji Coba Sistem Hanud Samar-2 di Bulan Desember

Kilas balik ke bulan November 2022, kala itu dalam pameran pertahanan DefExpo 2022 di Gandhinagar, Gujarat, India, dipamerkan untuk pertama kalinya Samar-2 Air Defense System, yakni jenis sistem pertahanan udara (hanud) dengan basis rudal udara ke udara R-27 buatan Rusia. Samar-2 menjadi buah pembicaraan, lantaran mengubah fungsi rudal udara ke udara menjadi rudal permukaan ke udara.
Samar-2 secara meyakinkan memasang varian R-27 (P-27ET1) yang ditempatkan pada platform truk Tatra T815 8×8. Namun, saat itu Samar-2 baru dalam tahap produk display, belum dilakukan uji coba peluncuran. Dan tidak sekedar mentok dalam pembuatan prototipe untuk kebutuhan pameran, rupanya Samar-2 terus dikembangkan secara serius.
Menguip The Hindustan Times (13/8/2024), ada kabar bahwa sistem hanud Samar-2 yang disebut punya jangkauan 20-30 kilometer akan diuji coba peluncurannya pada bulan Desember mendatang. Samar-2, merupakan tambahan terbaru bagi kemampuan pertahanan udara India yang terus berkembang. Sistem ini dikembangkan bekerja sama dengan dua mitra industri dan dirancang untuk melawan berbagai ancaman udara, termasuk jet tempur, helikopter, dan drone.

“Uji coba penembakan pertama akan dilakukan pada bulan Desember,” kata salah satu pejabat Angkatan Udara India. Sebelum mencapai ke tahapan Samar-2, lebih dulu hadir prototipe Samar-1 yang menggunakan rudal udara ke udara R-73E, berlanjut kemudian Samar-2 yang menggunakan rudal udara ke udara R-27.
Satu yang menjadi catatan, rudal-rudal yang digunakan pada Samar-1 dan Samar-2 ternyata menggunakan stok rudal yang telah habis masa pakainya. Lantaran dianggap tidak lagi aman untuk digunakan pada peluncuran di udara (oleh jet tempur), sementara kondisi propulsi rudal masih baik, maka rudal R-27 digunakan kembali tapi sebagai rudal permukaan ke udara.
Pengembangan sistem hanud Samar-2 merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara India. Secara paralel, Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan – Defence Research and Development Organisation (DRDO) tengah mengerjakan Proyek Kusha, sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dalam negeri.
Diperkirakan akan beroperasi dalam waktu empat hingga lima tahun, sistem ini akan menawarkan jangkauan maksimum 350 km. Selain itu, DRDO telah mengembangkan Very Short-Range Air Defence System (VSHORADS) dalam negeri, sistem portabel yang dirancang untuk menetralkan ancaman udara di ketinggian rendah pada jarak pendek.
[the_ad id=”77299″]
Saat ini, persenjataan pertahanan udara India mencakup sistem rudal hanud S-400 dan medium-range surface-to-air missile (MRSAM) systems, yang dikembangkan bekerja sama dengan Israel. Angkatan Udara India juga mengoperasikan senjata pertahanan udara lainnya, termasuk SpyDer Israel, sistem asal Soviet seperti Pechora, OSA-AK, Tunguska, Strela, dan Shilka, bersama dengan senjata antipesawat Zu-23-2B, senjata antipesawat L-70 yang ditingkatkan yang diproduksi oleh Bofors AB, dan MANPADS (man-portable air defence system) Igla. (Gilang Perdana)
Untuk Pertama Kali, India Sukses Uji Coba Sistem Hanud Rudal S-400 “Sudarshan”


