India Tolak Tawaran F-35, Fokus Pada Lokalisasi Industri yang Lekat dengan Tawaran Sukhoi Su-57E dari Rusia

Buah dari pameran dirgantara Aero India 2025 (10 – 14 Februari 2025) di Bangalore, adalah majunya dua tawaran jet tempur stealth untuk India, yakni Sukhoi Su-57E dari Rusia dan F-35A Lightning II dari Amerika Serikat. Dan setelah adu paket penawaran, termasuk yang melibatkan lobi Presiden AS Donald Trump, akhirnya ada kabar yang menyebut New Delhi telah menolak tawaran dari AS.
Pemerintah India telah memberi tahu para pejabat AS bahwa mereka tidak tertarik untuk mengakuisisi jet tempur stealth F-35, meskipun AS terus berupaya memperluas ekspor pertahanan ke New Delhi. Menurut laporan Bloomberg (25/7/2025), pemerintah Perdana Menteri Modi kemungkinan besar tidak akan menyetujui kesepakatan pertahanan AS baru yang signifikan dalam waktu dekat.
Isu ini dilaporkan muncul selama kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Gedung Putih pada bulan Februari, di mana Presiden Donald Trump secara pribadi memperkenalkan F-35 sebagai bagian dari kemitraan strategis dan pertahanan yang lebih luas. Namun, para pejabat India menegaskan bahwa New Delhi tetap fokus pada program pertahanan yang berpusat pada transfer teknologi dan manufaktur lokal.
“Pemerintah lebih tertarik pada kemitraan yang berfokus pada perancangan dan pembuatan bersama alutsista pertahanan di dalam negeri,” ujar seorang pejabat kepada Bloomberg. Sikap ini sejalan dengan tujuan India yang lebih luas untuk memperkuat kapabilitas dalam negeri melalui inisiatif ‘Make in India’ .
India Cari Jet Tempur Stealth ‘Interim’, Pilihan Antara Sukhoi Su-57E atau F-35A Lightning II
Proposal F-35 merupakan bagian dari dorongan Washington yang lebih luas untuk mempererat hubungan industri pertahanan, seiring dengan India yang terus memperluas pembelian platform AS dalam beberapa tahun terakhir, seperti helikopter MH-60R Seahawk dan pesawat intai maritim P-8I Poseidon. Namun, pemerintahan Modi tampaknya enggan mengejar impor pesawat kelas atas tanpa jaminan produksi lokal dan akses teknologi.
Sementara itu, Rusia telah mengajukan alternatif yang lebih sesuai dengan prioritas pertahanan India. Pada bulan Juli, Moskow menawarkan paket yang mencakup produksi secara lokal pesawat tempur stealth generasi kelima Su-57E dan pesawat multiperan Su-35M, yang diajukan oleh Rostec dan produsen pesawat Sukhoi.
Sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan proposal Rusia mencakup transfer teknologi penuh untuk Su-57E, dengan perakitan domestik direncanakan di pabrik Nashik milik Hindustan Aeronautics Limited, yang telah memproduksi lebih dari 220 pesawat tempur Su-30MKI. Tingkat lokalisasi dapat mencapai hingga 60%, memungkinkan integrasi sistem India seperti rudal udara-ke-udara Astra, rudal anti-radiasi Rudram, dan radar AESA Virupaksha.
Pengiriman awal 20 hingga 30 pesawat Su-57E dapat dimulai dalam tiga hingga empat tahun, dengan produksi domestik skala penuh menyusul. Total kesepakatan dapat mencakup 70 hingga 100 jet yang dikirimkan hingga awal 2030-an.
Di luar Prediksi, Donald Trump Tawarkan F-35 ke India, Beijing dan Moskow Auto Ketar-ketir?
Secara paralel, Rusia telah menawarkan Su-35M sebagai solusi yang lebih cepat untuk mendukung jumlah skuadron India yang semakin berkurang, khususnya dengan rencana pensiunnya MiG-21 Bison dalam waktu dekat.
Rostec mencatat bahwa pesawat tersebut (Su-35) berbagi hingga 80% komponennya dengan Su-30MKI, yang berpotensi menyederhanakan logistik dan memudahkan transisi pilot.
Penolakan India terhadap tawaran F-35 menandai pergeseran yang jelas menuju kesepakatan pertahanan yang meningkatkan kemandirian nasional dan pertumbuhan industri. (Gilang Perdana)
‘Standar Ganda’, AS Tawarkan F-35 ke India, Sementara Jegal Turki Karena Isu Sistem Hanud S-400



Ini baru negara keren…
Karena dengan tegas menolak jika hanya membeli alusista tanpa mendapatkan benefit lebih dari sekedar ToT dan TKDN
Mungkin jika kondisi ekonomi RI sudah jauh lebih baik, utamanya anggaran alusista untuk TNI & POLRI minimal sudah 2% dari PDB mungkin RI akan memiliki kemampuan tawar menawar untuk benfit dari pembelian akusista dari luar negri
Indihe sudah dijalan yg benar, pespur stroong, bebas nembak & anti embargo😁