Condor Leopard 1 – Ranpur ‘Bercat Biru’ dengan Kemampuan Hybrid Serang Target Udara dan Darat

Setelah di tahun 2020 meluncurkan Genesis 8×8, yakni kendaraan tempur (ranpur) IFV – Infantry Fighting Vehicle dengan tenaga hybrid diesel listrik, perusahaan asal Jerman – Flensburger Fahrzeugbau Gesellschaft (FFG), kembali merilis prototipe ranpur bercat biru. Namun, ranpur ini tidak seperti Genesis yang beroda ban, yang dimaksud adalah Condor, ranpur lapis baja beroda rantai.
Rencananya, FFG akan memperkenalkan secara resmi Condor dalam pameran pertahanan DSEI 2025 di London (9 – 12 September 2025). Ranpur dirancang dengan menggabungkan peran fire support tank dengan anti aircraft gun tank.
Condor dibangun dari platform atau sasis Main Battle Tank (MBT) Leopard 1. Menurut hartpunkt.de, Condor disiapkan untuk merespons ancaman yang terus berkembang di medan perang dengan menggabungkan teknologi persenjataan modern dengan komponen yang telah teruji.
Kendaraan ini dilengkapi dengan turret tanpa awak yang baru dikembangkan, Turra 30 – SA, yang diproduksi oleh EVPÚ Slovakia. Turret ini dipersenjatai dengan kanon otomatis 30 mm yang mampu menembakkan amunisi programmable air burst layaknya kanon reaksi cepat Rheimentall Skyshield, yang memungkinkan Condor untuk menyerang target darat dan udara secara efektif dan presisi.
Sebagai catatan, turret Turra 30 juga terpasang pada IFV Sakal, yakni varian upgarde dari ranpur amfibi BVP-2.
Genesis 8×8 – Ranpur IFV dengan Tenaga Hybrid Diesel Listrik
“Dengan Condor, kami telah mengembangkan sistem pertahanan udara yang kuat dan efisien berdasarkan platform MBT Leopard 1 yang telah teruji. Tujuan kami adalah menciptakan sistem yang cepat tersedia untuk memperluas kemampuan pertahanan udara dengan cepat. Penggunaan sistem turet EVPU juga memungkinkan penambahan sarana efektif, yang memungkinkan Condor memberikan dukungan tembakan bagi pasukan infanteri,” ujar Direktur Pelaksana FFG, Jörg Kamper, dalam sebuah pernyataan kepada hartpunkt.
Condor dapat berganti peran dalam hitungan detik, beralih dari pertahanan udara menjadi dukungan tembakan langsung. Dengan dual-feed ammunition, kru dapat memilih di antara dua jenis peluru tergantung pada misinya. Sistem kesadaran situasional dan akuisisi target yang ditingkatkan semakin meningkatkan kemampuan bertahannya terhadap ancaman modern.
IFV Sakal: Upgrade dan Modernisasi Total pada Ranpur Amfibi BVP-2
FFG mengatakan bahwa kendaraan ini menggabungkan jaringan digital baru, tata letak tempat duduk yang lebih baik, dan pelindung samping serta atap yang ditingkatkan untuk memenuhi persyaratan medan perang saat ini.
Condor punya panjang 7,18 meter dan berat di bawah 40 ton, Condor mempertahankan mobilitas tinggi sekaligus menawarkan perlindungan yang lebih baik.

Turret Turra 30 – SA dapat menampung berbagai kanon 30 mm, termasuk Bushmaster Mk44, dan membawa persenjataan sekunder seperti senapan mesin koaksial dan rudal anti-tank Spike atau Konkurs. Turret ini juga dilengkapi dengan elektro-optik canggih, radar multi-misi, dan sensor yang dirancang untuk mendeteksi senjata ringan dan tembakan penembak jitu. Senjata-senjata tersebut dapat terbang dari minus 10 hingga plus 70 derajat, memungkinkan serangan terhadap berbagai target.
Namun, inti dari Condor adalah powerpack baru, yang mana FFG mengintegrasikan mesin diesel Rolls-Royce Power Systems 8V199TE23 V8 modern yang menghasilkan tenaga hingga 1.080 tenaga kuda, yang dipadukan dengan transmisi otomatis ZF yang dimodifikasi dan sistem pendingin dua siklus FFG, unit daya ini sekitar 300 kilogram lebih ringan daripada mesin Leopard 1 asli. Desain baru ini meningkatkan efisiensi bahan bakar, memperpanjang masa pakai, dan menawarkan kompatibilitas plug-and-play dengan keluarga Leopard 1 lainnya.
ST Engineering (Singapura) Luncurkan “NGPV 4×4” – Rantis MRAP Bertenaga Hibrida
Sistem penggerak baru tersebut menghasilkan torsi yang lebih besar dan rasio daya-terhadap-berat yang lebih baik dibandingkan model lama, sekaligus menjadikan kendaraan ini legal di jalan raya berdasarkan peraturan keselamatan modern melalui penyertaan sistem pengereman sirkuit ganda.
FFG menekankan bahwa fondasi Leopard 1 memberikan Condor keunggulan logistik global, karena suku cadang tersedia secara luas. Hal ini memastikan keberlanjutan yang hemat biaya dan potensi peningkatan di masa mendatang.
Dengan menggabungkan pertahanan udara dan dukungan tembakan ke dalam satu sistem, FFG memposisikan Condor sebagai solusi respons cepat bagi militer yang ingin memperkuat pertahanan udara jarak pendek sambil tetap mempertahankan utilitas tempur darat. (Gilang Perdana)
Modifikasi ala UEA, Ranpur Amfibi IFV BMP-3 Dipasangi Turret DVK-30 Buatan Slovakia


