Citra Satelit Ungkap Vietnam Bangun Lebih Banyak Pulau Buatan di Kawasan ‘Sengketa’ Laut Cina Selatan

Ibarat David versus Goliath, Vietnam tidak gentar menghadapi provokasi militer Beijing di kawasan yang menjadi sengketa di Laut Cina Selatan. Bila berita ekspansi atas pulau-pulau kecil selama ini dominan dimotori pihak Cina, maka kabar terbaru justru sebaliknya Cina yang melayangkan protes keras kepada Vietnam, terkait reklamasi pada gugusan pulau (karang dan pasir) yang masih berstatus sengketa.

Baca juga: Pantau Laut Cina Selatan, Vietnam Beli Dua Satelit Mata-mata dari Israel Senilai US$680 Juta

Seperti dikutip Newsweek.com (25/8/2025), disebut Vietnam telah meningkatkan aktivitas pembangunan pulau di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, dan Vietnam dianggap berada di jalur yang tepat untuk melampaui Cina dalam hal reklamasi lahan.

Kepulauan Spratly merupakan ‘rumah’ bagi klaim-klaim yang saling bersaing antara Cina, Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Brunei Darussalam. Cina telah membangun tujuh pulau buatan di sana pada tahun 2010-an dan melengkapi setidaknya tiga pulau dengan sistem rudal dan kekuatan udara.

Pembangunan yang dilakukan Vietnam ini terjadi di tengah kekhawatiran akan militerisasi lebih lanjut terhadap situs-situs kepulauan tersebut, serta kerusakan jangka panjang pada terumbu karang dan populasi ikan.

Citra satelit dari Planet Labs diambil pada 4 Agustus 2025.

Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), yaitu inisiatif dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga think tank terkemuka yang berbasis di Washington DC, Amerika Serika, menyebut bahwa sejak awal 2025, Vietnam telah memperluas pembangunan pulau ke delapan fitur yang bukan bagian dari putaran reklamasi yang diluncurkan pada tahun 2021.

Pekerjaan baru ini meliputi pengerukan dan penimbunan di terumbu karang Collins, Alison, Petley, Lansdowne, dan East, serta perluasan baru di Amboyna Cay, Grierson Reef, dan West Reef, tempat pulau-pulau buatan berukuran sedang.

Citra satelit dari Maxar Technologies diambil pada 25 Juli 2025,

Citra satelit dari Planet Labs yang diambill pada tanggal 4 Agustus 2025, dan dibagikan oleh AMTI menunjukkan, Terumbu Karang Lansdowne, menjadi salah satu dari lima fitur yang menjadi sasaran reklamasi lahan Vietnam.

Vietnam kini telah mereklamasi lahan di semua dari 21 situs Kepulauan Spratly yang ditempatinya, tulis AMTI. Angka ini dibandingkan dengan empat tahun lalu, ketika 11 dari situs ini hanya berupa pos-pos pertahanan, atau struktur beton kecil yang biasa digunakan oleh militer.

Berjarak 410 Km dari Vietnam, Cina Gelar Radar Anti Stealth dan Baterai Rudal Anti Kapal di Pulau Triton

Laporan tersebut mencatat bahwa setiap terumbu karang yang baru diperluas memiliki apa yang tampak seperti fasilitas penyimpanan amunisi, berupa enam kontainer silinder yang dipisahkan oleh dinding tebal, serta pengelompokan enam bangunan dengan fungsi yang tidak diketahui yang diatur mengelilingi halaman tengah.

“Lokasi bangunan baru ini dan depot amunisi tampaknya menghalangi kemungkinan pembangunan landasan pacu penuh di beberapa fitur yang lebih panjang seperti Ladd, Pearson, Tennent, atau South Reef seperti yang telah dispekulasikan banyak orang,” tulis AMTI.

Satu-satunya landasan pacu yang diketahui sedang dibangun adalah di Barque Canada Reef, sebuah atol sempit sepanjang 18 mil di bagian selatan Kepulauan Spratly. Foto satelit dari Maxar Technologies yang dibagikan oleh AMTI pada 25 Juli 2025, menunjukkan aktivitas reklamasi lahan Vietnam di Terumbu Karang Ladd, di Kepulauan Spratly yang disengketakan. (Gilang Perdana)

Selain Truong Son (VCS-01), Vietnam Andalkan 4K51 “Rubezh” untuk Pertahanan Garis Pantai dan Laut Cina Selatan