Kehadiran heavy truck yang satu ini kerap membetot perhatian, sosoknya yang sangar dan futuristik dengan penggerak 8×8, menjadikan truk dalam arsenal Korps Marinir ini menjadi yang paling diunggulkan dalam meladeni medan berat. Inilah Tatra T815-7 8×8 yang di Korps Baret Ungu digunakan pada platform tank transporter dan kendaraan peluncur MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Vampire. Dan masih dari jenis truk yang sama, Tatra T815-7 berhasil disulap sebagai self propelled howitzer 155 mm. (more…)
Pada umumnya setiap vendor partisipan di Indo Defence punya kesempatan untuk produk atau solusinya diakuisisi oleh Kementerian Pertahanan, atau jika tak diakuisisi, minimal apa yang ditawarkan dapat diikutkan dalam proses tender. Dan seperti manufaktur otomotif dari Rusia, GAZ (Gorkovsky Avtomobilny Zavod) yang di Indo Defence 2018 lewat PT Rajawali Lintas Kreasi memperkenalkan rantis truk offroad GAZ Sadko Next 4×4 dan Ural 432007-31 6×6. (more…)
Hari Selasa kemarin ada yang spesial di jalan raya kota Ngawi, Jawa Timur, dimana 18 unit self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm melakukan kirab keliling kota. Meski disebut kirab, namun kirab atau pawai ini bukan dalam rangka unjuk kekuatan seperti halnya dalam memeriahkan suatu perhelatan. (more…)
Lihat belum tentu beli, tapi jika yang dilihat adalah produk unggulan, sudah barang tentu menjadi harapan alias mimpi, bila suatu hari dapat memiliki produk yang dimaksud. Ini tergambar saat kunjungan pejabat Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dalam lawatan ke Moskow, Rusia. Pada 21 – 23 November 2018, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja beserta Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir Bondan Tiara Sofyan, menghadiri 14th Meeting of the Indonesian-Russian Intergovermental Commission Military Technical Cooperation. (more…)
Pasar truk medium 4×4 TNI dengan kemampuan taktis saat ini didominasi oleh Isuzu NPS 75 4×4 dan Mercedes Benz Unimog. Namun, bukan berarti peluang hadirnya merek lain tertutup, pasalnya selalu ada dinamika atas kebutuhan operasional, apalagi menyakut kategori rantis (kendaraan taktis) yang diperluan setiap satuan. (more…)
Truk angkut berat yang satu ini memang bukan standar yang digunakan TNI/Polri, namun dalam beberapa unit truk berpenggerak 6×6 ini sudah digunakan satuan TNI (Korps Marinir) untuk fungsi khusus. Bahkan dalam misi Pasukan Perdamaian Garuda PBB di Kongo, truk Ural 4320 turut dibawa sebagai elemen kelengkapan rantis (kendaraan taktis) untuk menghadapi beratnya medan di Afrika. (more…)
Pengadaan besar-besaran ranpur lapis baja di lingkungan TNI AD memang membawa pengaruh langsung pada modernisasi alutsista. Selain kapabilitas kavaleri yang kini telah bertaring dengan kepemilikan MBT (Main Battle Tank), pun terbentuk beberapa Yonif Mekanis dengan kelengkapan rantis lapis baja APC M113A1. Lepas dari meningkatkan daya gempur, penambahan alutsista juga membawa angin perubahan pada elemen pendukungnya. (more…)
Desain dan tampilan luar kendaraan ini mengingatkan kita pada prototipe MCCV (Mobile Command Control Vehicle) yang dirintis PT Bhinneka Dwi Persada bersama Balitbang Kemhan. Namun, meski sama-sama bercat hitam dan lis garis kuning, prototipe yang dimaksud adalah Mobile Hyperbaric Chamber. (more…)
Unjuk rasa yang diakhiri dengan rusuh rasanya sudah jadi pemandangan yang jamak di Tanah Air. Diawali keinginan massa pendemo yang berusaha merangsek masuk ke area ‘terlarang’ kerap menjadi pangkal keributan. Dan tak sekali dua kali akhirnya parameter keamanan yang disiapkan petugas keamanan ‘bobol’ oleh terjangan pendemo. (more…)
Dalam jagad alutsista TNI, nama MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan Vampire miliki Resimen Artileri Korps Marinir jelas punya tempat tersendiri, maklum dengan diluncurkannya 40 roket kaliber 122 mm secara salvo, maka sasaran seluas 3 hektar akan luluh lantak dari jarak 20 km. Dengan daya gempur yang tinggi, beberapa orang menjuliki RM70 sebagai alutsista paling lethal dalam dunia artileri di Indonesia. (more…)