
Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Barat kini tidak lagi terbatas pada aksi saling cegat jet tempur di perbatasan udara, melainkan telah meluas hingga ke sunyinya luar angkasa. Dalam sebuah fenomena yang disebut sebagai perang bayangan orbital, Moskow dilaporkan mulai melakukan manuver agresif terhadap infrastruktur strategis Eropa. (more…)

Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Kegagalan dalam koordinasi intelijen dan deteksi dini selama konflik perbatasan dalam “Operasi Sindoor” menjadi titik balik bagi militer India. Menanggapi berbagai kritik mengenai kelemahan sistem deteksi yang menyebabkan kerugian aset udara yang signifikan—termasuk laporan mengenai jatuhnya jet tempur Rafale, Pemerintah India kini mengambil langkah drastis untuk menutup celah tersebut. (more…)

Rusia dilaporkan tengah mengembangkan platform multifungsi tanpa awak – drone (UAV) stratosfer yang diberi nama “Predator”. Drone yang masuk kategori HALE (High Altitude Long Endurance) ini, dirancang untuk menjalankan misi jangka panjang di ketinggian ekstrem dan diproyeksikan mampu menggantikan beberapa fungsi sistem satelit serta sistem berbasis darat. (more…)

Dunia antariksa sedang bersiap menghadapi babak baru setelah masa tugas Stasiun Luar Angkasa Internasional – International Space Station (ISS) berakhir pada 2030. Di tengah ketidakpastian ini, Rusia melalui perusahaan roket negara, RSC Energia, telah mengambil langkah hukum yang berani dengan mematenkan desain stasiun luar angkasa masa depan yang revolusioner. (more…)

Ratusan juta keping puing (space debris) dalam berbagai ukuran mengorbit di atas Bumi, yang secara langsung menjadi ancaman bagi operasional satelit dan wahana luar angkasa. Berangkat dari kebutuhan strategis Perancis, Thales baru saja mendapatkan kontrak untuk radar jenis baru bernama AURORE. (more…)

Lebih dari 130 juta keping puing dalam berbagai ukuran saat ini mengorbit di atas Bumi, yang secara langsung menjadi ancaman bagi operasional satelit. Selama ini, tabrakan atau hantaman puing di luar angkasa telah menjadi masalah besar. Satelit yang ditabrak puing, tak sedikit yang akhirnya hancur dan berakhir sebagai kepingan puing. (more…)

Jika pada pemberitaan sebelumnya membahas tentang MAPS GEN II yang mampu menavigasikan beragam kendaraan militer tanpa harus bergantung pada satelit, ini merupakan tindak lanjut dari ancaman peperangan elektronik masa depan yang mulai menyasar ruang angkasa – dengan satelit sebagai salah satu target vitalnya.
(more…)

Setelah peluncuran pertamanya pada Januari 2024, Cina kembali meluncurkan roket kedua Gravity-1. Seperti pada peluncuran pertama, misi kedua Gravity-1 juga diluncurkan dari tengah laut pada 11 Oktober 2025 di lepas pantai Haiyang, Provinsi Shandong, Cina timur. Dan sampai saat ini, Gravity-1 (atau Yinli-1 / YL-1) masih menempati predikat sebagai roket berbahan bakar padat (solid propellant) terbesar dan terkuat di dunia. (more…)

Dengan industri berteknologi tinggi serta obsesi menantang hegemoni AS dan Barat, maka bukan tak mungkin proyek-proyek militer ‘kelas dewa’ dapat diwujudkan oleh Cina. Seperti belum lama, sebuah studi yang dipublikasi South China Morning Post mengungkap para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences yang berafiliasi dengan PLA Rocket Force, menjelaskan kerangka teoritis peluncuran Hypersonic Glide Vehicle (HGV) dari orbit di luar angkasa (space based platform). (more…)