Battle Proven di Kolombia, Afghanistan dan Filipina, Viral Video Super Tucano ‘Unjuk Gigi’ di Papua

Viral video amatir yang diduga direkam oleh kelompok pemberontak di Papua, yang memperlihatkan aksi Close Air Support (CAS) – Bantuan Tembakan Udara (BTU) dari dua pesawat bermesin turboprop di atas wilayah pegunungan. Sumber beberapa media menyebut serangan udara dilakukan dengan mengambil sasaran markas kelompok bersenjata TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).
Baca juga: Satu Pesawat dengan Dua Label Nama, “EMB-314 dan A-29” Super Tucano, Ini Penjelasannya!
Meski belum ada konfirmasi, dugaan pesawat dalam video yang diambil pada 6 Oktober 2025, merujuk pada EMB-314 Super Tucano, jenis pesawat tempur taktis TNI AU yang punya spesialisasi dalam misi anti gerilya – Counter Insurgency (COIN).
Pelibatan alutsista matra udara dengan spesialisasi COIN selama ini sangat dinanti publik, khususnya guna mendukung misi lawan kelompok separatis bersenjata di Papua. Maklum selama ini, BTU lebih dominan memanfaatkan jasa helikopter dengan door/window gun.
video lain pic.twitter.com/7tQ2m8ncPv
— Osprey514 (@giojaifojsiada) October 8, 2025
Bila debut Super Tucano di Indonesia masih terdengar jarang, namun, di manca negara Super Tucano sudah kenyang dalam beragam operasi milirer.
Super Tucano, atau secara resmi dikenal sebagai Embraer EMB 314 Super Tucano (A-29), mendapatkan reputasi tempurnya yang kuat dari keterlibatannya dalam operasi kontrainsurgensi dan perang melawan narkotika di Amerika Selatan, perang di Afghanistan dan misi anti pemberontakan di Filipina.
Kolombia, Reputasi Tempur Pertama Super Tucano
Meskipun tanggal pasti penggunaan pertama dalam pertempuran (combat debut) sulit ditentukan karena sifat operasinya yang sering bersifat rahasia, pengakuan paling signifikan atas kehebatan tempur Super Tucano berasal dari operasi di Kolombia.
Angkatan Udara Kolombia (Colombian Air Force/FAC) pada sekitar pertengahan hingga akhir tahun 2000-an menggunakan Super Tucano secara intensif dalam konflik melawan pemberontak FARC (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia) di wilayah hutan lebat Kolombia.
Dua Pesawat Turboprop AT-27 Tucano Kolombia Bertabrakan di Udara, Dua Pilot Dilaporkan Tewas
Peran Super Tucano sangat menonjol dalam serangan di kamp FARC pada 1 Maret 2008, yang terjadi di perbatasan Ekuador. Serangan ini sangat penting dalam upaya Kolombia melawan FARC.
Afghanistan
Super Tucano dipilih oleh Amerika Serikat untuk mendukung Angkatan Udara Afghanistan (Afghan Air Force/AAF) sebagai bagian dari program Dukungan Udara Ringan (Light Air Support/LAS).
A-29 diakuisisi untuk menyediakan kemampuan Dukungan Udara Dekat (Close Air Support), pengawasan bersenjata, dan pelatihan pilot yang efektif dan terjangkau bagi AAF.
Reputasi Super Tucano di Afghanistan sangat kuat karena beberapa alasan, seperti A-29 yang digunakan AAF dilengkapi dengan avionik dan sistem penargetan canggih, termasuk kamera FLIR (Forward-Looking Infrared) dan kemampuan menjatuhkan Amunisi Berpandu Presisi (Precision-Guided Munitions/PGM).
Balada A-29 Super Tucano Afghanistan yang Kini Jatuh ke Tangan Taliban
Di Afghanistan, A-29 dikenal berhasil menjatuhkan bom berpandu laser seperti GBU-58 Paveway II dalam pertempuran melawan posisi Taliban. Ini menandai pertama kalinya AAF menjatuhkan senjata berpandu laser, yang menunjukkan kemampuan presisi A-29. Selama beroperasi di Afghanistan, armada A-29 mengumpulkan puluhan ribu jam terbang dan jam tempur yang signifikan. Pesawat ini secara konsisten dikerahkan untuk mendukung pasukan darat Afghanistan.
Filipina
Menggantikan OV-10 Bronco, Super Tucano telah digunakan dalam operasi yang ditargetkan untuk menekan New People’s Army (NPA), sayap bersenjata dari Partai Komunis Filipina.
Salah satu penggunaan tempur yang paling jelas dan terkonfirmasi adalah serangan terhadap kamp pemberontak NPA di Malaybalay City, Bukidnon, Mindanao, yang terjadi menjelang Hari Natal pada Desember 2023. Dalam operasi ini, Angkatan Udara Filipina (PAF) menggunakan Super Tucano untuk menjatuhkan bom 250-pound ke posisi pemberontak. Super Tucano bekerja sama dengan aset militer terbaru lainnya (seperti drone dan sistem artileri) untuk memastikan serangan yang presisi terhadap kamp pemberontak yang teridentifikasi.
Kokpit Dilapisi Kevlar, Filipina Resmi Jadi Pengguna “Si Cocor Merah” Super Tucano
Reputasi tempur Super Tucano dibangun di atas keefektifan dalam operasi Close Air Support (Dukungan Udara Dekat) dan Kontrainsurgensi (Counter-Insurgency/COIN), terutama di lingkungan ancaman rendah:
Super Tucano memiliki biaya operasional yang sangat rendah (sekitar $1.500 per jam terbang) dan dirancang untuk ketahanan di lingkungan yang keras, termasuk kemampuan beroperasi dari landasan yang tidak beraspal (unprepared surfaces).
Pesawat ini mampu membawa berbagai macam persenjataan, termasuk amunisi berpandu presisi (precision-guided munitions). Fitur ini membuatnya ideal untuk menyerang target kecil seperti kamp pemberontak, gudang narkoba, atau pesawat penyelundup yang terbang rendah.
Selain serangan, pesawat ini mahir dalam peran pengawasan bersenjata (armed reconnaissance) karena dilengkapi dengan sistem sensor dan datalink modern, yang penting untuk operasi di area yang luas seperti hutan Amazon atau perbatasan. (Gilang Perdana)
KTT BRICS 2025 Mendapat Gangguan Keamanan Udara, A-29 Super Tucano Brasil Lakukan Intersep



Hah teriak minta tolong bantuan internasional??ga salah…banci amat…gak ada HAM sudah habis kalian kaum pengkhianat tak tahu terima kasih
ok min siap, barangkali admin mau bikin artikel analisa, silahkan pakai data itu saja 🙂
Idealnya duet Super Tucano dan Wing Loong I menghajar gerombolan KKB dan sebagai dukungan udara bagi Satgas Damai Cartenz 👍
pesawat tucano ini keren menyerbu kkb di papua. tapi dr video kok masih banyak teroris kbb bersembunyi bisa melihat tucano berputar2. kenapa tucano tidak bisa melihat. seharusnya perlu dibantu dengan penglihatan sekitar dengan mudah pake infrared.. 360 derajat. supaya bisa mengetahui semua titik teroris. apalagi perlu bawa dulu radar pendeteksian manusia.
mumpung isu garibaldi kayaknya masih anget, tadi coba iseng iseng nyari, ini cuman buat penggambaran sih, tapi ya bisa jadi berguna jika garibaldi beneran masuk ke jajaran TNI
Asumsi biaya operasional berdasarkan prakiraan biaya dari AL cina
1× Kapal Induk (Liaoning/Shandong – konvensional), asumsikan aja ini garibaldi
1× Carrier Air Wing (drone + helikopter)
4× Type 054A Frigate, asumsikan aja ini FMP/Brawijaya class
2× Type 053H3 Jiangwei, asumsikan aja ini martadinata class
1× Type 901 Supply Ship, kapal mirip ini entah indonesia ada apa tidak
A. Biaya Kapal Induk (shandong), asumsikan ini garibaldi
Komponen Biaya Harian Biaya Bulanan Biaya Tahunan
Bahan Bakar $120,000 $3,600,000 $43,800,000
Personel $137,000 $4,110,000 $50,000,000
Makanan $25,000 $750,000 $9,125,000
Pemeliharaan $180,000 $5,400,000 $65,700,000
Amunisi $80,000 $2,400,000 $29,200,000
Lain-lain $70,000 $2,100,000 $25,550,000
TOTAL $612,000 $18,360,000 $223,375,000
B. Carrier Air Wing – Drone & Helikopter
Komposisi Air Wing (40 unit):
20× CH-5 / GJ-11 Drone, asumsikan aja ini TB3
15× Z-18F, asumsikan aja ini caracal
5× Z-9C, asumsikan aja ini Phanter
Perhitungan Biaya:
1. Personel Udara
Pilot drone: 40 personel × $25,000/tahun = $2,700/hari
Kru helikopter: 100 personel × $20,000/tahun = $5,500/hari
Teknisi: 300 personel × $15,000/tahun = $12,300/hari
Total personel: $20,500/hari
2. Bahan Bakar Pesawat
Drone CH-5, asumsikan aja ini tb3: 20 unit × 2 ton/hari × $700/ton = $28,000/hari
Helikopter Z-18F, asumsikan aja ini caracal: 15 unit × 1.5 ton/hari × $900/ton = $20,250/hari
Helikopter Z-9C, asumsikan ini phanter: 5 unit × 0.8 ton/hari × $900/ton = $3,600/hari
Total bahan bakar: $51,850/hari
3. Pemeliharaan & Operasi
Drone (biaya rendah): $50,000/unit/tahun = $27,400/hari
Helikopter (biaya medium): $150,000/unit/tahun = $24,700/hari
Total pemeliharaan: $52,100/hari
4. Amunisi & Sensor
Drone munisi: 20× $5,000/hari = $100,000/hari
Sonobuoys & torpedo: $50,000/hari
Total amunisi: $150,000/hari
D. Ringkasan
Unit Biaya Harian Biaya Bulanan Biaya Tahunan
Kapal Induk $612,000 $18,360,000 $223,375,000
Air Wing (Drone/Heli) $274,450 $8,233,500 $100,174,250
Kapal Eskort $777,300 $23,319,000 $283,714,500
TOTAL CSG $1,663,750 $49,912,500 $607,263,750
@Periskop: terima kasih atas komentarnya, tapi mohon selanjutnya konentar disesuaikan dengan tema artikel 🙂
Seharusnya Skadron Udara 21 jangan bermarkas lagi di Malang. Pindahkan ke Biak agar menemani Skadron Udara 27. Dan tak jauh dari wilayah operasi.
Mantap, makasih min
Betul minta lisensinya saja trus produknya dinamai Super Tukino atau Super Tukini gitu biar namanya berbau Indonesia. Kita butuhnya 53 unit. Jadi masih bisalah kalo mau lisensi untuk produksi 40 unit lagi.
Sebenernya bagus buat pesawat COIN sekalian untuk pesawat latih, klo ga salah Turki juga punya pesawat COIN tapi lebih kecil dari Super Tocano. Cocok aja indonesia produksi lisensi pesawat Super Tucano, cuman klo saya dengar suku cadangnya susah jadinya sedikit yang layak terbang.