AS Cemas, Satelit Pengintai Super Canggihnya ‘Dibuntuti’ Secara Ketat oleh Objek Misterius

Pada bulan April lalu, publik dibuat geger dengan pernyataan petinggi US Space Force yang menyebut trio satelit rahasia milik Rusia melepaskan objek misterius. Manuver satelit yang tidak biasa tersebut memicu kekhawatiran bahwa Rusia mungkin sedang menguji kemampuan militer di antariksa, atau bahkan mempersiapkan diri untuk peperangan antariksa. Dan terkait dengan objek misterius yang dilepaskan satelit, rupanya belum lama ini ada kabar lanjutannya.
Baca juga: Trio Satelit Rahasia Milik Rusia Lepaskan Objek Misterius, Bikin US Space Force Siaga
Pada tanggal 28 Juni 2025, satelit Cosmos 2558 milik Rusia, yang sebelumnya sudah dikenal karena membuntuti satelit mata-mata Amerika Serikat, USA 326, tiba-tiba meluncurkan sebuah objek misterius ke orbit. Objek misterius itu dijuluki “Object C”, satelit mini ini mungkin bukan sekadar pengamat. Para pejabat AS khawatir satelit ini dapat membawa persenjataan anti-satelit – anti-satellite (ASAT) yang dirancang untuk membutakan atau menghancurkan aset luar angkasa bernilai tinggi dalam sekejap.
Yang paling mengkhawatirkan adalah waktu dan strateginya. Selama hampir tiga tahun, Cosmos 2558 membayangi satelit USA 326, yakni dengan menyamakan ketinggian, lintasan, dan kecepatannya dengan presisi yang luar biasa. Para ahli menyebut perilaku ini sebagai “penguntitan luar angkasa”—operasi pengawasan bergaya Perang Dingin yang diadaptasi untuk era orbit.
Yang membuat Washington cemas adalah satelit yang dikuntit, yaitu USA 326, bukanlah wahana antariksa biasa. USA 326 diluncurkan pada Februari 2022 dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, dengan misi yang dirahasiakan.

Namun, para analis pertahanan secara luas meyakini bahwa USA 326 adalah satelit pengintai optik KH-11 Advanced Enhanced Crystal Next generation, yang mampu mengirimkan citra beresolusi tinggi secara langsung dan real-time ke badan intelijen AS. Wahana antariksa ini merupakan bagian dari keluarga KH-11 (Keyhole-11) atau juga dikenal sebagai KENNEN, dikelola oleh National Reconnaissance Office (NRO) bekerja sama dengan SpaceX.
KH-11 Advanced Enhanced Crystal adalah satelit pengintai optik resolusi tinggi (electro-optical reconnaissance) dengan fungsi pengintaian visual strategis dari orbit rendah bumi (LEO).

Dengan USA 326 yang berfungsi sebagai mata penting di langit bagi militer AS, fakta bahwa satelit tersebut dibuntuti begitu ketat oleh satelit Rusia yang berpotensi dipersenjatai telah memicu kekhawatiran—tidak hanya di Washington tetapi juga di seluruh komunitas pertahanan antariksa Barat.
Ini bukan insiden yang hanya terjadi sekali. Menurut Marco Langbroek, pakar pelacakan satelit dan dosen di Universitas Teknologi Delft di Belanda, apa yang terjadi pada USA 326 adalah kejadian ketiga yang diketahui dalam lima tahun terakhir, di mana Rusia meluncurkan satelit militer yang kemudian melontarkan atau melepaskan objek yang lebih kecil dan dapat bermanuver.
Spektakuler! Ada 108 Satelit Militer Rusia Aktif di Luar Angkasa, 14 Unit Diluncurkan Sepanjang 2022
Menurut Bart Hendrickx, pengamat program luar angkasa Rusia, proyek ini jauh lebih dari sekadar upaya ilmiah. Ini adalah upaya jangka panjang dengan potensi konsekuensi militer.
Selama bertahun-tahun, Rusia telah meluncurkan serangkaian satelit yang mampu melakukan operasi pertemuan, operasi pendekatan dengan satelit lawan, dan bahkan peluncuran proyektil, yang semuanya merupakan ciri khas strategi anti-satelit rahasia.
Kemampuan satelit militer Rusia yang melepaskan beberapa objek misterius, kemudian dikaitkan dengan sosok boneka Matryoshka, yaitu boneka kayu khas Rusia yang satu sama lain disususun berlapis, melambangkan misteri berikut kejutannya. (Gilang Perdana)
Ternyata! Ada Muatan Rahasia di Satelit Navigasi GLONASS Rusia



Kenapa Washington harus panik. Kerjaan mereka kan juga bikin panik negara lain. Jadi ga usah sok panik lah.