AS Beri Lampu Hijau Penjualan HawkEye 360 ke India – Tingkatkan Kesadaran Situasional pada Domain Maritim

Punya dua lawan (Cina dan Pakistan) yang harus dihadapi secara bersamaan, membuat India mutlak memiliki kesadaran situasional optimal. Selain penggelaran radar intai di permukaan dan pesawat peringatan dini, India juga memanfaatkan luar angkasa untuk pengintaian strategis. Selain menggunakan solusi satelit intai produksi dalam negeri, India rupanya melirik teknologi HawkEye 360.

Baca juga: LAPAN-A2 – Satelit Mikro dengan Kemampuan Intai Maritim

Seperti dikutip The Times of India (6/5/2025), Departemen Pertahanan AS telah menyetujui penjualan teknologi HawkEye 360 kepada India dengan nilai sekitar $131 juta. Paket ini mencakup perangkat lunak analitik, pelatihan, dan dukungan teknis.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan India dalam pemantauan domain maritim, khususnya di kawasan Indo-Pasifik, dengan mendeteksi kapal-kapal yang mematikan sistem identifikasi otomatis mereka dan aktivitas maritim ilegal lainnya.

HawkEye 360 adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mengoperasikan konstelasi satelit komersial pertama di dunia yang dirancang khusus untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menentukan lokasi sinyal radio frekuensi (RF) dari luar angkasa.

Teknologi ini memungkinkan pemantauan aktivitas maritim dan darat secara real-time, termasuk mendeteksi kapal yang mematikan sistem pelacakan otomatis mereka, yang sering disebut sebagai “dark ships”.

HawkEye 360 mengoperasikan sejumlah klaster satelit kecil yang terbang dalam formasi di orbit rendah Bumi (LEO). Setiap klaster terdiri dari tiga satelit yang bekerja bersama untuk mendeteksi dan menentukan lokasi sumber sinyal RF, seperti komunikasi radio, radar maritim, dan sistem navigasi.

Dengan menganalisis sinyal-sinyal ini, HawkEye 360 dapat mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan atau ilegal, seperti pergerakan kapal tanpa identifikasi atau komunikasi radio yang tidak biasa.

Adopsi HawkEye 360 memungkinkan India mengidentifikasi kapal yang mematikan sistem pelacakan mereka, yang sering digunakan dalam aktivitas ilegal seperti penyelundupan atau penangkapan ikan ilegal, meningkatkan kesadaran situasional di wilayah maritim yang luas, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) India dan memperkuat kerja sama pertahanan antara India dan AS, serta anggota lain dari aliansi QUAD (AS, India, Jepang, dan Australia).

AU Thailand Luncurkan Satelit Intai Nano Ke Orbit Rendah Bumi

Per Mei 2025, HawkEye 360 telah meluncurkan dan mengoperasikan lebih dari 21 satelit, yang dikelompokkan dalam 7 klaster, dengan 3 satelit per klaster. Mereka berada di orbit rendah Bumi (LEO) dan dirancang untuk bekerja bersama dalam formasi untuk mengidentifikasi dan memetakan sumber-sumber sinyal Radio Frequency (RF) secara presisi.

HawkEye 360 hadir dengan teknologi unggulan berupa RF signal geolocation (pelokasian sinyal RF), satelit mendeteksi sinyal seperti VHF, radar, komunikasi maritim, komunikasi taktis militer, dan lainnya. Modusnya menggunakan metode Time Difference of Arrival (TDOA) dan Frequency Difference of Arrival (FDOA) untuk menentukan lokasi sumber sinyal dengan akurasi tinggi.

[the_ad id=”77299″]

 

HawkEye 360 didukung analitik berbasis kecerdasan buatan mengidentifikasi pola komunikasi, perilaku maritim mencurigakan, atau penyamaran sinyal (spoofing/jamming) dan dapat digunakan untuk early warning terhadap aktivitas militer atau penyelundupan. Data dari satelit HawkEye 360 dapat digabungkan dengan citra satelit optik, SAR, atau drone, memungkinkan pemantauan multi-layer atas target yang sama.

Teknologi ini telah digunakan oleh berbagai negara dan organisasi internasional untuk meningkatkan kesadaran domain maritim (Maritime Domain Awareness), termasuk mendeteksi kapal-kapal yang mematikan sistem identifikasi otomatis mereka (AIS) atau melakukan aktivitas ilegal di laut. Sebagai negara asal HawkEye 360, AS menggunakan teknologi ini untuk berbagai keperluan pertahanan dan intelijen. Melalui kemitraan dengan Forum Perikanan Kepulauan Pasifik (FFA), Australia mendukung penggunaan HawkEye 360 untuk memantau aktivitas perikanan ilegal di wilayah Pasifik. (Gilang Perdana)

Berangkat dari Kasus di Perang Kargil, India Kini Punya NavIC, Sistem Navigasi Domestik Berbasis Satelit

 

2 Comments