Transformasi Elang Gurun: Boeing Dorong F-15EX di Tengah Ambisi Stealth Arab Saudi

Di tengah perhelatan World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh, Boeing secara agresif menawarkan visi baru bagi masa depan kekuatan udara Kerajaan Arab Saudi. Melalui proposal “dua jalur”, Boeing berupaya meyakinkan Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF) untuk tidak hanya memodernisasi armada yang ada, tetapi juga menambah unit baru melalui varian F-15EX Eagle II.

Baca juga: Gagal di Jakarta, Boeing Panen di Seoul: 59 Unit F-15K Korea Selatan Disulap Setara Eagle II

Peningkatan yang ditawarkan Boeing ini bukanlah pembaruan kosmetik semata. F-15EX hadir sebagai “pusat saraf digital” yang dilengkapi dengan radar AESA APG-82 dan sistem peperangan elektronik Eagle Passive Active Warning Survivability System (EPAWSS) yang sangat canggih.

Boeing memposisikan F-15EX sebagai jembatan yang paling logis dan efisien bagi Saudi; dengan tingkat kesamaan infrastruktur mencapai 95% dengan armada yang sudah ada, transisi ke platform ini dianggap jauh lebih cepat dan murah dibandingkan membangun sistem logistik baru dari awal.

Saat ini, kekuatan udara Arab Saudi memang sangat bergantung pada tulang punggung “Sang Elang”. RSAF tercatat mengoperasikan salah satu armada F-15 terbesar di dunia, dengan total sekitar 232 unit jet tempur aktif. Kekuatan ini terbagi menjadi dua peran utama: sekitar 80 unit F-15C/D yang didedikasikan untuk misi superioritas udara, serta sekitar 152 unit varian serang multiperan (F-15S dan F-15SA).

Kerap Jatuh, Reputasi Jet Tempur F-15 Jadi ‘Memble’ di Tangan Arab Saudi

Varian F-15SA (Saudi Advanced) sendiri saat ini memegang status sebagai salah satu jet tempur tercanggih di kawasan, namun seiring berkembangnya ancaman radar dan rudal lawan, Riyadh merasa perlu melangkah ke level teknologi yang lebih tinggi.

Namun, ambisi Riyadh tidak berhenti pada platform F-15. Di balik meja diplomasi, terdapat dorongan yang jauh lebih besar untuk menguasai teknologi stealth generasi kelima melalui jet tempur F-35A Lightning II. Setelah bertahun-tahun berada dalam ketidakpastian, jalan menuju akuisisi F-35 kini mulai terlihat lebih terang.

AN/AAR-57 CMWS – Bikin F-15EX Berbeda dari Varian Eagle Sebelumnya, Ada di F-15 Singapura, Arab Saudi dan Qatar

Seiring dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih pada awal 2026, sinyal positif dari Washington mulai bermunculan. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Saudi telah mengajukan permohonan resmi untuk membeli 48 unit F-35A, sebuah langkah yang mendapat dukungan terbuka dari Presiden Trump sebagai bagian dari upaya mempererat kemitraan strategis di Timur Tengah.

Proses pengadaan F-35 ini kini memasuki babak krusial. Meskipun hambatan politik mulai melunak—termasuk sikap Israel yang dilaporkan mulai melandai dengan syarat-syarat tertentu—proses formal di Kongres AS tetap menjadi langkah penentu. Jika kesepakatan ini akhirnya disahkan, Arab Saudi akan masuk ke dalam klub elit operator jet siluman, sembari tetap mempertahankan armada F-15 yang telah dimodernisasi sebagai pemukul berat di lini depan.

Pada akhirnya, kombinasi antara kekuatan brutal F-15EX dan kecanggihan siluman F-35 akan menjadikan Angkatan Udara Arab Saudi sebagai kekuatan yang hampir setanding dengan Israel di masa depan. (Gilang Perdana)

Pembelian F-35 Tak Kunjung Direstui AS, Arab Saudi Alihkan Modal ke Jet Tempur KAAN Turki

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *