FNSS Tuntaskan Unit Pertama Kaplan APC: Apa Kabar Proyek Harimau APC Pindad?

Dunia pertahanan tanah air sempat diwarnai diskusi hangat setelah kemunculan prototipe Harimau APC hasil kolaborasi PT Pindad dan FNSS pada ajang Indo Defence 2024  (11-14 Juni 2025). Namun, sebuah laporan terbaru dari Turki memunculkan rasa penasaran publik ketika menyebutkan bahwa perakitan unit pertama dari program Kaplan APC justru baru saja mencapai tahap akhir.

Baca juga: Lanjutkan Pengembangan Medium Tank Harimau, PT Pindad dan FNSS Luncurkan “Kaplan APC” – Dibekali Sistem Perlindungan Modular

Perbedaan informasi ini sebenarnya menyingkap fakta teknis penting dalam industri militer, yakni adanya perbedaan mendasar antara “unit demonstrator” yang dipamerkan di Jakarta dengan “unit produksi pertama” yang tengah diselesaikan di fasilitas FNSS di Turki.

Secara teknis, unit yang diperlihatkan di Indo Defence merupakan prototipe atau demonstrator teknologi yang berfungsi sebagai etalase untuk menunjukkan kesiapan desain dan menarik minat calon pengguna. Sementara itu, unit yang kini hampir tuntas perakitannya di Turki adalah unit produksi pertama yang dibangun menggunakan jalur manufaktur standar pabrik.

Ranpur ini mengusung spesifikasi operasional final yang telah melewati integrasi subsistem kritis dan perangkat elektronik canggih, menjadikannya unit fungsional yang benar-benar siap untuk menjalani uji kualifikasi serta pengujian lapangan yang komprehensif.

PT Pindad Pemerkan Prototipe Harimau (Kaplan) APC di Indo Defence 2024

Program Kaplan APC ini sendiri memanfaatkan keandalan platform Kaplan yang sudah teruji, yang sebelumnya sukses diadopsi menjadi Tank Medium Harimau (Kaplan MT). Pengembangan varian angkut personel ini bertujuan untuk memberikan perlindungan balistik dan ranjau tingkat tinggi setara tank, namun tetap mempertahankan mobilitas luar biasa di medan berat.

Dengan selesainya unit produksi pertama ini, FNSS bersiap memvalidasi performa kendaraan dalam berbagai kondisi ekstrem guna memastikan bahwa kendaraan ini siap mengisi celah kebutuhan kendaraan tempur infanteri modern di pasar global maupun domestik.

Namun, di balik kemajuan manufaktur yang sangat signifikan tersebut, realitas di sisi pengadaan masih menyisakan tantangan besar. Hingga saat ini, belum ada komitmen kontrak pesanan resmi atau kontrak produksi massal yang ditandatangani untuk varian APC ini. Status program masih berada pada fase pembuktian teknologi dan promosi aktif kepada calon pengguna, termasuk TNI.

Keberadaan unit produksi pertama di Turki ini diharapkan menjadi bukti nyata bagi para pemangku kebijakan bahwa platform ini telah matang secara industri dan siap beralih dari panggung pameran menuju garis depan medan tugas.

Harimau APC akan dirancang sebagai kendaraan modular yang mampu mengintegrasikan sistem kubah berawak dan tak berawak. Kendaraan ini dapat dilengkapi dengan kaliber ringan dan sedang seperti kanon 30 mm atau 35 mm serta mortir 120 mm dan sistem rudal berpemandu anti tank.

Ranpur APC ini akan dilengkapi dengan sistem pencegah kebakaran otomatis, sistem A/C, dan sistem CBRN, yang dicapai melalui pemeliharaan lingkungan internal yang tertutup rapat. Fitur-fitur ini akan dirancang untuk memastikan kelangsungan hidup awak dan mempertahankan efektivitas tempur mereka dalam kondisi yang paling menantang. (Gilang Perdana)

APC Namer Rontok Disengat Rudal Anti Tank Hamas, Tewaskan Delapan Prajurit Israel