Top 5 Angkatan Udara 2025: Siapa Negara dengan Jet Tempur Terbanyak?

Dari atas ke bawah – F-35, Chengdu J-20 dan Sukhoi Su-57.

Layaknya sayur dan garam, kekuatan militer sebuah negara tidak bisa dipisahkan dengan kepemilikan jet tempur. Hadirnya si burung besi ini jelas menambah daya gempur pada saat gencatan senjata – atau mungkin hanya sekadar misi spionase. Pertanyaan mulai muncul: Siapa negara yang memiliki pesawat tempur paling banyak di dunia? Apakah dengan banyaknya pesawat tempur yang dimiliki suatu negara akan serta merta meningkatkan ‘daya dobrak’ mereka ketika sedang perang?

Baca Juga: Hari ini 28 Tahun Lalu, F-22 Raptor Terbang Perdana, Inilah Sejarah Jet Tempur Stealth Super Eksklusif

Tapi tunggu dulu, banyaknya armada pesawat tempur yang dimiliki suatu negara bukan menjadi patokan bahwa ia akan selalu ‘di atas angin’ – medan tempur bukan melulu soal kuantitas, tapi lebih kepada kualitas.

Amerika Serikat (AS)

F-22 Raptor

Berdasarkan data dan laporan pertahanan global yang tersedia hingga tahun 2025, AS memang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan total jumlah pesawat militer dan khususnya, jet tempur, yang paling banyak di dunia. Tercatat, kurang lebih sekitar 2.679 pesawat tempur yang terbagi ke dalam 3 matra utama.

Mulai dari F-16 Fighting Falcon yang melegenda dengan jumlah lebih dari 700 unit, F-15 Eagle di angka lebih dari 300 unit, hingga F-22 Raptor yang dijuluki sebagai ‘Raja Langit’ karena dirancang secara eksklusif untuk mencapai dan mempertahankan superioritas udara (dilengkapi teknologi stealth, supercruise, kemampuan manuver ekstrem dan integrasi sensor). Tidak lupa F-35 yang telah menjadi tulang punggung armada tempur AS, dengan berbagai versi yang dirancang untuk setiap cabang angkatan.

Cina

J-20 Mighty Dragon

‘Rival abadi’ AS, Cina menyusul di posisi dua sebagai negara dengan kepemilikan pesawat tempur terbanyak di dunia – sekitar 1.583 unit jet tempur/interseptor aktif menurut World Air Force 2025. Perhatian publik tertuju pada J-20 Mighty Dragon yang digadang-gadang sebagai kompetitor F-22 Raptor. Jet tempur siluman generasi kelima andala Cina ini dibekali stealth capability dengan Desain Radar Cross-Section (RCS) Rendah serta ruang senjata internal yang mampu mengangkut rudal udara-ke-udara, salah satunya adalah PL-15.

Jangan lupakan Shenyang J-16, jet tempur canggih yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLAAF), yang juga telah menjadi tulang punggung kekuatan serangan dan pertahanan udara Cina. Bermodal Radar AESA serta teknologi IRST (Infrared Search and Track), wajar jika J-16 memiliki multiperan dalam militer Cina.

Rusia

Su-57 tampil dengan flat nozzle.

Posisi ketiga diduduki oleh Rusia dengan kepemilikan jet tempur aktif sekitar 1.522 unit, versi World Air Force 2025. Dari sekian banyak armada yang dimiliki, dua pabrikan ternama Sukhoi dan Mikoyan mendominasi seri-seri dari pesawat tempur Rusia.

Mulai dari Su-30SM/SM2 (Flanker-C), pesawat tempur multiperan generasi keempat yang menjadi tulang punggung armada, MiG-35 (Fulcrum-F), Su-35S (Flanker-E) yang menjadi superioritas udara multiperan, hingga pesawat generasi kelima Sukhoi Su-57 (Felon) yang memiliki fitur siluman (stealth), supercruise, dan fusi sensor yang canggih.

India

Tejas MK1 lakukan afterburner.

Menyusul Rusia, ada India dengan 643 unit pesawat tempur versi World Air Force 2025. Sedikit berbeda dengan ketiga negara di atas, Angkatan Udara India (IAF) masih mengandalkan campuran jet tempur dari berbagai negara.

SU-30MKI jadi tulang punggung utama armada IAF dengan sekitar 259 unit dalam layanan, lalu ada juga Dassault Rafale jet tempur multiperan modern asal Prancis dengan 36 unit, hingga HAL Tejas Mark 1 jet tempur ringan produksi dalam negeri.

Hari ini, 14 Tahun Lalu, Chengdu J-20 Sang Penantang F-22 Raptor Terbang Perdana

Korea Utara

MIG-17 dengan afterburner

Peringkat lima diduduki oleh Korea Utara dengan 482 unit pesawat tempur. Kerja sama strategis Korea Utara dengan Rusia dan Cina menjadikan armada tempur negara ini dipenuhi oleh produksian dua negara tersebut.

Sebut saja MiG-15, MiG-17, MiG-19, MiG-21, MiG-23 hingga Su-25 menghiasi hanggar pangkalan militer Korea Utara. Meskipun jumlahnya besar, namun tidak bisa dipungkiri kapabilitas teknologi sebagian besar pesawat-pesawat ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara di atas. (Nurhalim)

Seoul Cemas, Korea Utara Konversi 900 Unit Jet Tempur MiG ‘Tua’ Jadi Drone Kamikaze

4 Comments