Battle Proven, Drone Tempur (UCAV) Wing Loong II Milik Arab Saudi Tembus 5.000 Jam Terbang

Bersama Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi adalah launch customer ekspor drone tempur (UCAV) Wing Loong II. Dan di tangan kedua negara kaya minyak, Wing Loong II sudah kenyang dalam pelibatan operasi militer dengan intensitas di atas standar. Menandai hal tersebut, tercermin dari pencapaian ribuan jam terbang Wing Loong II atas operasional yang tinggi.
Baca juga: Tandingi MQ-9B SkyGuardian, Cina Tampilkan Wing Loong 3 di Zhuhai AirShow 2022
Seperti dikutip Defense Arab, Angkatan Udara Kerajaan Saudi (RSAF) telah mencapai tonggak operasional dengan armada drone Wing Loong II, dengan mencatatkan 5.000 jam terbang per Mei 2024.
Wing Loong II, yang diproduksi oleh Aviation Industry Corporation (AVIC) dan diekspor melalui anak perusahaannya, China National Aero-Technology Import & Export Corporation (CATIC), berperan sebagai aset inti dalam misi intelijen, pengawasan, dan serangan presisi RSAF.
Tonggak 5.000 jam ini menggarisbawahi peran platform tersebut dalam memajukan strategi jangka panjang kerajaan untuk memperluas kemampuan nirawak dan mengurangi ketergantungan pada pesawat berawak tradisional untuk operasi taktis.

Berdasarkan tampilan, pesawat ini telah beroperasi secara intensif sejak pertama kali beroperasi, menunjukkan tingkat keandalan dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan operasional Arab Saudi yang menantang, termasuk suhu tinggi, debu, dan persyaratan ketahanan terbang yang panjang.
Rekor 5.000 jam terbang ini menyoroti kematangan infrastruktur operasi nirawak RSAF. Dengan sistem yang mampu melakukan tugas pengumpulan intelijen dan serangan presisi, RSAF terus meningkatkan kemampuannya untuk misi pengawasan independen dan respons cepat.
AVIC Umumkan Pengiriman Drone Kombatan Wing Loong II Ke-50 untuk Pasar Ekspor
Banyak laporan mengonfirmasi bahwa Wing Loong II telah digunakan oleh Arab Saudi dalam perang sipil Yaman melawan milisi Houthi.
5.000 jam terbang bukanlah waktu yang sebentar, setidaknya ini menunjukkan bahwa Wing Loong II telah teruji dalam jangka panjang. Drone telah melalui ribuan jam penggunaan nyata, termasuk lepas landas, penerbangan jarak jauh, manuver, dan pendaratan. Mesin, sistem navigasi, sistem kendali penerbangan, dan datalink terbukti andal dalam berbagai kondisi cuaca dan operasional tanpa kegagalan yang signifikan.
Data dari 5.000 jam terbang memungkinkan pemeliharaan yang terstruktur (MRO) dan terbukti efektif, membuat drone dapat terus beroperasi dengan waktu down (istirahat) yang minimal.
Arab Saudi dilaporkan pertama kali memesan dan menerima Wing Loong II pada tahun 2017. Berita mengenai pesanan besar Arab Saudi untuk Wing Loong II muncul pada April 2017, tak lama setelah drone tersebut melakukan penerbangan perdananya (Februari 2017).
Laporan media Saudi saat itu mengindikasikan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan mengakuisisi sekitar 300 unit drone dari Cina, termasuk Wing Loong II, dengan perkiraan nilai $10 miliar. Akuisisi ini juga mencakup perjanjian untuk mendirikan fasilitas produksi dan pemeliharaan di Arab Saudi sendiri.
[the_ad id=”77299″]
Meskipun Arab Saudi sudah menjadi pengguna Wing Loong I sejak sekitar tahun 2014, transisi ke platform yang lebih besar dan lebih canggih, yaitu Wing Loong II, terjadi sangat cepat setelah drone tersebut diperkenalkan di Cina pada tahun 2017.
Selain Tiongkok (sebagai pengguna domestik dengan sebutan GJ-2), UEA, dan Arab Saudi, beberapa negara kaya konflik diketahui mengoperasikan atau telah memesan drone tempur Wing Loong II, seperti Pakistan, Mesir, Aljazair, Maroko, Nigeria dan Libya. (Gilang Perdana)



@Admin: berita yang santer tahun 2018 lalu, kita beli Wing Loong I dan CH-4B Rainbow 🤔
@Tukang Ngitung: beliau harus terima kenyataan 👍😅
Wing Loong I punya kita kok seperti tenggelam begitu saja ya, kabarnya gimana sekarang pra/pasca kedatangan Anka-S? 🤔
Mungkin maksudnya CH-4
Min, maaf out of topic.
Pak Safrie bilang J-10 sebentar lagi terbang ke sini.
Yang kepingin F-35 nangis di pojokan.