MBDA Pamerkan Akeron MBT 120 – Rudal Anti Tank ‘Bebas ITAR’ yang Diluncurkan dari Meriam Tank Smoothbore 120mm

Selain rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari platform darat – Ground-Launched Cruise Missile (GLCM) Crossbow, pada pameran pertahanan DSEI (Defence and Security Equipment International) 2025 di London, Inggris (9 – 12 Septembe 2025), MBDA Missile Systems untuk pertama kalinya memperlihat solusinya di segmen rudal anti tank yang diluncurkan dari laras meriam tank (MBT) atau Gun-Launched Anti-Tank Guided Missile (GLATGM).

Baca juga: MBDA Pamerkan Crossbow – Rudal Jelajah Jarak Jauh (GLCM) dengan Biaya Terjangkau, Siap Diproduksi Skala Besar

Meski bukan segmen baru dalam sistem senjata kavaleri, namun ini menjadi terobosan baru bagi MBDA, yang selama ini merajai pasar rudal jelajah dan rudal pertahanan udara (hanud).

Produk yang dimaksud adalah Akeron MBT 120, rudal mini seukuran amunisi meriam MBT ini dirancang sebagai rudal dengan konsep non-line-of-sight (NLOS) untuk dapat diluncurkan dari laras meriam smoothbore 120 mm, yang jamak digunakan oleh MBT (Main Battle Tank) berstandar NATO.

MBDA menyebut Akeron MBT 120 sebagai sebuah solusi inovatif untuk menyediakan MBT dengan kapabilitas persenjataan kompleks yang terjangkau guna meningkatkan efisiensi dan kemampuan bertahan hidup.

Konteks global saat ini telah menunjukkan kembalinya kebutuhan akan persenjataan massal dalam pertempuran intensitas tinggi dengan musuh yang setara. Oleh karena itu, MBDA dalam siaran pers memandang sangat penting bagi platform seperti MBT untuk mampu bertempur secara berbeda.

AKERON MBT 120 menawarkan solusi tembak-dan-lupakan (fire-and-forget solution) kepada operator yang sesuai dengan dimensi amunisi NATO 120 mm yang ada. Hal ini membuatnya cocok untuk meriam tank paling populer di dunia dan menawarkan daya angkut yang tinggi dengan memanfaatkan penyimpanan amunisi yang ada tanpa mengubah karakteristik platform penyimpanan amunisi pada ranpur.

9M117M1 Arkan – Rudal Anti Tank Andalan Tank BMP-3F Korps Marinir TNI AL

Rudal ini memanfaatkan komponen komersial siap pakai yang bebas ITAR untuk memungkinkan percepatan pengembangan. Bebas ITAR (International Traffic in Arms Regulations) berarti suatu produk atau teknologi militer tidak tunduk pada regulasi ekspor AS yang sangat ketat.

Dikombinasikan dengan perangkat lunak penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI), rudal ini dapat memberikan solusi yang sangat efektif tanpa perlu dukungan sistem pemandu dari pihak ketiga.

MBDA mengklaim rudal ini akan meningkatkan daya mematikan, kemampuan bertahan hidup, dan mengurangi kebutuhan akan dukungan artileri, sekaligus mengoptimalkan MBT yang ada untuk menghadapi realitas baru pertempuran lapis baja generasi mendatang.

Perancis Konfirmasi Pengiriman Rudal Anti Tank Akeron MP ke Ukraina

Akeron MBT 120 dapat menjangkau sasaran sejauh 1-5 km (NLoS) menggunakan passive seeker, boost rocket motor dengan propelan asap rendah (low-smoke propellant), dan hulu ledak anti-tank. Rudal ini disiapkan untuk menjembatani kesenjangan dalam portofolio MBDA antara senjata medan perang portabel prajurit/infanteri seperti Enfoircer dan Akeron MP, dan kemampuan rudal anti-tank seperti Brimstone yang diluncurkan dari permukaan.

Saat ini beberapa jenis GLATGM telah beredar dipasaran, seperti 9M119 Svir/Refleks (AT-11 Sniper) 125 mm dari Rusia, LAHAT (Laser Homing Attack) 105 mm dari Israel, Samho 120 mm dari India dan Tanok 120 mm dari Turki. (Gilang Perdana)

Tank Amfibi PT-76M Korps Marinir Akan Dilengkapi Rudal Falarick 90, Inilah Daya Hancurnya