Indonesia Tandatangani Kesepakatan Akuisisi Dua Unit Fregat (Istif/Istanbul) Class

Di tahun lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan rencana atas akuisisi kapal perang jenis fregat produksi Turki untuk memperkuat TNI AL. Namun, KSAL saat itu tidak menjelaskan secara rinci, hanya disebut kapal baru siap dan dan dapat didatangkan ke Indonesia sekitar 1-2 tahun ke depan.

Baca juga: Angkatan Laut Turki Resmi Terima TCG Istanbul F515, Frigat Karya Anak Bangsa, Komponen 80% Lokal

Menjadi pertanyaan bagi netizen kala itu, jenis fregat apakah yang bakal diakuisisi untuk TNI AL? Ada beberapa jenis kapal perang yang telah berhasil dibuat oleh galangan nasional Turki. Sebut saja ada nama Istif class, Barbaros class, Yavuz class dan korvet Ada class.

Dari deretan nama yang disebut, yang paling mungkin untuk diekspor adalah Istif (Istanbul) class dan Ada class, pasalnya Barbaros dan Yavuz class, merupakan hasil rancangan Jerman yang dibuat oleh galangan Turki, mengingat hubungan antara Jerman dan Turki saat ini, maka akan sulit memasarkan kapal perang tersebut.

Dan pada IDEF (International Defence Industry Fair) 2025, kontrak telah ditandatangani antara galangan kapal TAIS dan Kementerian Pertahanan RI untuk ekspor dua fregat I-class atau Istif class. Upacara penandatanganan berlangsung dengan partisipasi Presiden SSB, Prof. Dr. Haluk Görgün, menandai langkah penting dalam kerja sama pertahanan Turki yang semakin erat dengan Indonesia.

Istif atau Instanbul class, saat ini baru satu unit yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Turki, dari total delapan unit yang akan dibangun.

Satu unit Istanbul class yang beroperasi adalah TCG Istanbul F515, yang komisioning dengan diserahkan secara resmi ke Angkatan Laut Turki pada 19 Januari 2024. Dibangun TAIS Shipyard, rencananya akan ada delapan unit Istanbul class yang dibangun untuk Angkatan Laut Turki, dengan tujuh unit sudah dan dalam masa pembangunan.

TCG istanbul

TCG Istanbul masuk dalam I-class atau Istanbul class, lantaran TCG Istanbul adalah lead ship dari total empat unit kapal sejenis yang akan dibangun oleh Istanbul Shipyard. Fregat ini dibangun sebagai pengganti fregat Yavuz Class yang usianya telah menua. I-class punya bobot 3.000 ton dan punya panjang 113,2 meter serta lebar 14,4 meter.

Fregat kebanggaan Turki ini diawaki 123 personel dan dirancang mampu berlayar terus-menerus tanpa bekal ulang selama 15 hari. Selain dua unit Rigid Hull Inflatable Boats (RHIB), Istanbul class dapat membawa dua unit helikopter selelas S-70 Seahawk, dengan catatan, satu unit berada di hanggar dan satu unit berada di deck.

Istanbul class dilengkapi berbagai persenjatan yang terbilang modern. Sebut saja ada 16 cell VLS dengan total 64 rudal hanud yang belum dijelaskan tipenya. Kemudian terdapat 4×4 rudal anti kapal Atmaca, meriam OTO Melara Super Rapid Gun 76 mm, satu unit Aselsan Gokdeniz CIWS, dua unit 25 mm Aselsan STOP machine gun dan HIZIR Torpedo Countermeasures System.

Istanbul class mengadopsi propulsi CODAG (combined diesel and gas) dengan dua mesin diesel MTU 20V 4000 M93L dan sebuah mesin gas turbin LM2500. Dengan sokongan CODAG, Istanbul Class dapat mencapai kecepatan maksimum 29 knots dan kecepatan ekonomis 14 knots, serta jarak jelajah sampai 10.556 km.

Mengingat jadwal antrian produksi yang padat (saat ini sedang dibangun tiga unit lainnya), maka bakal butuh waktu yang agak lama untuk Indonesia bisa memperoleh fregat ini, kecuali nanti ada kesepatakan untuk membangun I-class oleh galangan di Indonesia. (Gilang Perdana)

Pilah pilih Kapal Perang ‘Made in Turki’ untuk TNI AL, Istanbul Class atau Ada Class?

9 Comments