Rusia Mulai Bangun RFS Sergei Kabanov (Project 11711M) – Kapal Kelima dari Keluarga LST Ivan Gren Class

Pelan tapi pasti, Rusia terus mengembangkan kekuatan serbu amfibinya, salah satunya dibuktikan pada tanggal 8 Juli 2025, dengan peletakan lunas (laid down) dari RFS Sergei Kabanov di Yantar Shipyard, Kaliningrad. Sergei Kabanov adalah kapal kelima dari Landing Ship Tank (LST) Ivan Gren class. Sementara Ivan Gren class yang sudah beroperasi ada dua, yakni RFS Ivan Gren (135) dan RFS Pyotr Morgunov, yang kesemuanya ditempatkan di Armada Utara.
Baca juga: Ivan Gren Class – Andalan Rusia di Lini Kapal Serbu Amfibi
Sementara kapal ketiga dan keempat Ivan Gren class, RFS Vladimir Andreyev telah diluncurkan pada 20 Mei 2025, namun belum diserahkan kepada satuan penggunanya, Armada Pasifik. Sedangkan kapal keempat, RFS Vasily Trushin, yang juga untuk Armada Pasifik, saat ini masih dalam proses pembangunan di Yantar Shipyard.
Acara peletakan lunas RFS Sergei Kabanov dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Yantar Shipyard. Sergey Kabanov, yang diberi nomor lambung 305, sedang dibangun berdasarkan versi revisi Project 11711 yang disebut Project 11711M yang dikembangkan oleh Biro Desain Nevskoye dan nantinya akan ditujukan untuk memperkuat Armada Utara, yang bertanggung jawab atas operasi di perairan Arktik, termasuk Laut Barents dan Laut Kara.
Menurut pernyataan dari Yantar Shipyard, Sergey Kabanov adalah kapal kelima dari seri Ivan Gren class (Project 11711) yang lebih luas dan yang ketiga yang dibangun dengan standar M yang telah ditingkatkan spesifikasinya. Upacara tersebut meliputi pemasangan pelat peletakan lunas peringatan dan dihadiri oleh pejabat dari United Shipbuilding Corporation dan pimpinan Yantar Shipyard.

Menurut sumber pertahanan dan pakar angkatan laut Rusia, kapal ketiga RFS Vladimir Andreev (11711M) dibedakan dari kapal-kapal dasar melalui modifikasi struktural, peningkatan bobot benaman, dan peningkatan kapasitas penerbangan. Kapal keempat dari subkelas ini diperkirakan akan dibangun pada akhir tahun 2025 untuk Armada Laut Hitam. Laksamana Alexander Moiseyev, Panglima Angkatan Laut Rusia, telah menyatakan bahwa Angkatan Laut Rusia dapat memperoleh hingga sepuluh kapal dengan desain yang telah dimodernisasi.
Project 11711M menghadirkan beberapa perubahan dibandingkan dual kapal Ivan Gren generasi pertama. Seperti panjang lambung kapal meningkat dari 135 menjadi 150 meter, lebar lambung dari 16,5 menjadi 19,5 meter, dan tinggi dari 11,0 menjadi 11,8 meter.

Bobot total kapal meningkat dari 6.600 menjadi sekitar 8.000 ton, dengan beberapa sumber memperkirakan hingga 9.240 ton. Sistem propulsinya didasarkan pada empat mesin diesel 16D49 yang masing-masing berdaya 6.000 tenaga kuda, membentuk dua unit roda gigi pembalik diesel DDA-12000 yang terhubung ke dua poros dengan baling-baling bernada tetap.
Pendorong haluan disertakan untuk meningkatkan kemampuan manuver. Jangkauannya meningkat dari 4.000 menjadi 5.000 mil laut pada kecepatan jelajah, sementara kecepatan maksimum tetap 18 knot. Daya tahannya mencapai 30 hari. Jumlah awak sekitar 120 personel.
Kena Serangan Rudal Balistik, LST Rusia Alligator Class Terbakar Hebat di Pelabuhan Berdyansk
Ivan Gren class upgrade (Project 11711M) mampu mengangkut hingga 13 MBT atau 40 kendaraan lapis baja, serta 400 marinir, meningkat dari 300 pada versi sebelumnya. Kargo juga dapat mencakup truk atau muatan peralatan campuran, yang dimuat melalui kedua ramp haluan dan palka empat bagian yang dilayani oleh derek 16 ton.
Project 11711M dilengkapi dengan meriam utama AK-176MA 76 mm, yang tidak terdapat pada kapal standar. Persenjataan tambahan mencakup satu sistem CIWS AK-630M-2 Duet (meriam putar ganda 30 mm), dua turet tunggal AK-630M (enam laras 30 mm), dan dua senapan mesin berat MTPU 14,5 mm. Pengendalian tembakan dikelola oleh sistem Laska 5P-10-03. Kapal-kapal tersebut juga dilengkapi peluncur penanggulangan pasif KT-308-04.
Meskipun jenis peralatan spesifik belum dikonfirmasi, desainnya mencakup modularitas untuk penambahan tersebut. Pengembangan ini menyusul meningkatnya minat terhadap kemampuan anti-drone setelah insiden yang melibatkan ancaman nirawak terhadap kapal angkatan laut Rusia. Sistem pertahanan terhadap UAV dan USV dapat dipasang di semua unit Project 11711M, termasuk RFS Sergey Kabanov. (Gilang Perdana)
‘Sempurnakan’ Ivan Gren Class, Angkatan Laut Rusia Kembangkan LST Cayman Class (Project 117113)



Tetap masih kalah spek dari LPD Banjarmasin Class buatan PAL. Jika dulu Rusia tidak menginvasi Georgia maka Rusia sekarang pasti sudah bisa membuat Mistral Class lisensi dari Prancis dan jika tidak menginvasi Ukraina setidaknya mereka masih bisa membuat kapal induk atau kapal perang yg lebih modern karena Rusia membutuhkan mesin kapal buatan Ukraina.
Sayang itu hanyalah angan-angan semata Rusia, bahkan kapal induk mereka, Admiral Kuznetsov harus dijadikan besi tua setelah kegagalan renovasi kapal uap mereka.