Ukraina Umumkan Dimulainya Produksi Massal Rudal Balistik Taktis Hrim-2 (Sapsan), Punya Jangkauan 500 Km

Setelah pengumuman atas keberhasilan uji coba perdana rudal balistik taktis Hrim-2 pada 27 Agustus 2024, rupanya ada kabar lanjutan di bulan Juni ini, yakni Ukraina mengumumkan dimulainya fase produksi massal rudal yang juga disebut sebagai Sapsan ini. Meski prototipe-nya sudah diuji coba terbatas sejak tahun 2019, baru pasca konflik dengan Rusia, pengembangan Sapsan (Hrim-2) mendapat percepatan.

Baca juga: Serang ke Wilayah Rusia, Ukraina ‘Bangkitkan’ Rudal Hanud S-200 Jadi Rudal Balistik

Rudal balistik Sapsan (juga dikenal sebagai Hrim-2 atau Grom-2) adalah proyek rudal balistik taktis jarak menengah buatan Ukraina, yang dikembangkan sebagai pengganti dan modernisasi dari sistem era Soviet seperti Tochka-U dan Scud.

Dari aspek strategis dan politis, ini menjadi rudal balistik taktis independen buatan Ukraina, pasca-berakhirnya kerja sama pertahanan dengan Rusia. Nama “Sapsan” mencerminkan kecepatan dan kemampuan manuver, mengacu pada burung elang peregrine.

Rudal ini dikembangkan oleh Yuzhnoye Design Bureau (KB Yuzhnoye), bekerja sama dengan Yuzhmash. Pada fase awal, proyek rudal ini sempat terhenti karena kurang dana, lalu didukung oleh Arab Saudi untuk versi ekspor. Beberapa sumber menyebut Arab Saudi telah menerima prototipe sistem awal, namun tidak dikonfirmasi operasional penuh. Ukraina berusaha mengembangkan sistem ini tanpa melanggar batas MTCR (Missile Technology Control Regime) — membatasi ekspor rudal dengan jangkauan >300 km.

Seperti dikutip defense.info, setelah uji coba tempur yang diklaim sukses, Ukraina mengumumkan bahwa rudal Sapsan telah memasuki tahap produksi massal pada Juni 2025. Pemerintah Ukraina menyatakan bahwa tidak ada hambatan teknis atau birokrasi yang menghalangi produksi penuh.

Pengembangan dan produksi rudal Sapsan menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan pertahanan Ukraina, memungkinkan mereka untuk menyerang target strategis musuh pada jarak menengah hingga jauh tanpa bergantung pada bantuan luar negeri. Kecepatan tinggi dan kemampuan manuver rudal ini juga membuatnya sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan.

Gantikan Tochka, Zelenskyy Umumkan Keberhasilan Uji Coba Perdana Rudal Balistik Taktis Hrim-2

Euromaidan Press (24/6/2025) menyebut Ukraina secara resmi mengonfirmasi penggunaan rudal Sapsan dalam pertempuran terhadap target militer Rusia baru-baru ini, kemungkinan dalam serangan jarak jauh yang sangat presisi.

Rudal Saspan disebut memiliki kemampuan manuver tinggi di fase terminal Kecepatan tingginya diklaim mendekati Mach 5–6, membuatnya sulit dicegat oleh sistem pertahanan Rusia. Para analis beranggapan, Sapsan dapat menjadi game-changer dalam konflik, terutama jika diproduksi massal.

[the_ad id=”77299″]

Dari spesifikasi, rudal balistik Sapsan alias Hrim-2 punya panjang 8 meter dan diameter 1 meter. Sapsan diluncurkan dari mobile TEL (Transporter Erector Launcher), 2 peluncur per kendaraan.

Rudal ini mengandalkan pemandu INS/GPS untuk akurasi tinggi dan hulu ledak 480 kg, atau dua kali lebih besar dibandingkan ATACMS milik AS. Bicara jangkauan, hingga 500 km (versi domestik) dan versi ekspor dibatasi hingga 280–300 km sesuai perjanjian MTCR. (Bayu Pamungkas)

‘Kotak Pandora Terbuka’, Ukraina Serang Wilayah Rusia Gunakan Rudal ATACMS dan Storm Shadow

2 Comments