Dengan Kekuatan Investasi dan ‘Reputasi Tempur’, Cina Tawarkan Dua Skadron Chengdu J-10CE ke Kolombia

Dengan kekuatan dan pengaruh ekonomi, Cina berpotensi ‘menjegal’ penawaran jet tempur Gripen E/F ke Kolombia. Ditambah dengan reputasi tempur yang memukau dalam duel di Kashmir, maka Cina punya peluang besar untuk menawarkan produk jet tempur andalannya, Chengdu J-10CE, yang secara bersamaan Kolombia baru saja bergabung sebagai anggota ke-23 Belt and Road Initiative (BRI) di Amerika Latin.

Baca juga: Chengdu J-10C Pakistan Dipasangi “Kill Markings” – Tampilkan Deretan Jet Tempur India yang Jadi Korban

Pada 14 Mei 2025, Kolombia secara resmi bergabung dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) setelah penandatanganan rencana kerja sama antara Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Kolombia, yang sebelumnya merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.

BRI adalah strategi pembangunan global yang diluncurkan oleh Cina pada tahun 2013. Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama antara negara-negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin melalui investasi besar-besaran dalam infrastruktur seperti pelabuhan, jalur kereta api, jalan raya, dan proyek energi.

Sebagai catatan, Indonesia secara resmi bergabung dengan BRI pada tahun 2017 melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Cina.

Bersamaan dengan pemeberian investasi besar-besaran ke Kolombia, Cina juga memberikan proposal penawaran kepada Kolombia untuk penjualan dua skadron Chenhdu J-10C “Vigorous Dragon” – jet tempur generasi 4,5 yang canggih, yang menandai upaya yang diperhitungkan untuk mengukir pengaruh di lanskap pertahanan Amerika Selatan yang secara tradisional didominasi produk AS dan Barat.

Penawaran Cina bertujuan untuk mengganti armada jet tempur Kfir asal Israel milik Kolombia yang sudah tua, yang telah lama menjadi tulang punggung Angkatan Udara Kolomia – Fuerza Aérea Colombiana (FAC), dan kini mendekati usang setelah lebih dari empat dekade beroperasi. Angkatan Udara Kolombia awalnya memperoleh sekitar 24 unit Kfir untuk mendukung operasi kontrapemberontakan internal terhadap faksi gerilya bersenjata seperti FARC selama puncak konflik domestik.

Disokong Perbankan Brasil, Kolombia Dikabarkan Bakal Akusisi Jet Tempur Gripen untuk Gantikan Kfir

Beberapa sumber, termasuk portal pertahanan Amerika Latin Infodefensa, mengonfirmasi penawaran tersebut, yang mencakup hingga 24 jet tempur J-10CE (varian ekspor J-10C) dengan perkiraan harga US$40 juta per unit, ditambah dengan paket amunisi udara-ke-udara yang kemungkinan mencakup rudal jarak jauh PL-15 dan rudal jarak pendek PL-10.

Penawaran tersebut jatuh pada titik kritis bagi Bogotá, karena FAC menghadapi kesenjangan kapabilitas yang mendesak karena ketergantungannya pada platform yang menua dengan biaya perawatan yang meningkat, berkurangnya kelayakan tempur, dan meningkatnya ketergantungan pada dukungan logistik asing.

[the_ad id=”77299″]

Salah satu fitur andalan dari J-10C adalah keberadaan radar AESA-nya—yang diyakini sebagai varian dari KLJ-7A—yang memungkinkan pelacakan multitarget secara bersamaan, deteksi target dengan tingkat pengamatan rendah yang ditingkatkan, dan ketahanan tinggi terhadap gangguan elektronik.

Chengdu J-10 dengan rudal PL-15 yang dilengkapi dengan radar pencari aktif dan jangkauan lebih dari 200 kilomete, telah memposisikannya sebagai ancaman yang kredibel bagi platform superioritas udara regional, termasuk pesawat tempur generasi keempat dan kelima buatan Barat. (Gilang Perdana)

Korea Selatan Ikut Cemas Atas Reputasi Jet Tempur Chengdu J-10C, Ini Sebabnya!

2 Comments