Interoperabilitas Antar Jet Tempur Naval, Rafale-M Uji Coba “Buddy to Buddy” Air Refueling dengan F/A-18 Super Hornet

Bagi jet tempur yang beroperasi dari kapal induk, maka kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) tak bisa bergantung pada dukungan pesawat tanker konvensional, untuk itu “Buddy to Buddy” air refueling jadi pilihan, yakni pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat tempur kawan bertindak sebagai pesawat tanker.
Baca juga: Inilah Kontrak Rafale-M untuk Angkatan Laut India, Lengkap dengan Paket Persenjataan dan Modifikasi pada Ujung Sayap
Nah, guna menjamin interoperabilitas antar jet tempur naval aviation dalam lingkup NATO, maka belum lama ini dilangsungkan uji coba air refueling antara jet tempur Rafale-M (Marine) dan F/A-18 Super Hornet, yang keduanya dikenal sebagai pesawat tempur yang beroperasi dari kapal induk nuklir.
Sebagai catatan, kedua jet tempur ini sebelumnya berkompetisi dalam tender untuk Angkatan Laut India, yang kemudian dimenangkan oleh Dassautl Aviation yang meraih kontrak untuk memasok 26 unit Rafale-M yang nantinya akan beroperasi di kapal induk INS Vikrant.
Namun, ada kabar dari US Naval Air Warfare Center Aircraft Division (NAWCAD) yang punya program yang akan ‘menyatukan’ Rafale-M dan Super Hornet.

Seperti dikutip Theaviationist.com, NAWCAD mengumumkan bahwa pengujian yang sedang berlangsung untuk meningkatkan interoperabilitas antar negara sekutu dengan memungkinkan Rafale buatan Perancis untuk mengisi bahan bakar jet tempur dari keluarga Super Hornet. “Kemitraan kualifikasi pesawat tanker membuka jalan bagi jangkauan yang lebih luas dan peningkatan interoperabilitas bagi kekuatan udara sekutu,” kata NAWCAD.
Sertifikasi saat ini sedang dilakukan oleh tim gabungan dari Flight Test Division of the French Directorate General of Armaments (Direction Générale de l’Armement – DGA/EV), Naval Aeronautics Experimentation Center (CEPA/10S) dan Air Test and Evaluation Squadron (VX) 23 Angkatan Laut AS. Kegiatan sertifikasi tersebut akan memungkinkan Rafale untuk mengisi bahan bakar F/A-18C/D Hornet, F/A-18E/F Super Hornet, dan EA-18G Growler.
Optimalkan “Buddy to Buddy” Air Refueling, Jet Tempur Rafale Gunakan NARANG Pod
Layanan tersebut tidak memberikan rincian tentang lokasi dan waktu pengujian. Namun, dua foto yang dirilis di jaringan DVIDS (Defense Visual Information Distribution Service) memperlihatkan Rafale-M dan F/A-18D terbang di atas Sungai Patuxent NAS, Maryland, dengan data EXIF foto-foto tersebut menyatakan bahwa foto-foto tersebut diambil pada 28 April 2025.
Foto yang memperlihatkan Rafale sedang mengisi bahan bakar F/A-18F mengindikasikan bahwa pengujian mungkin telah berlangsung setidaknya selama sebulan. Semua foto memperlihatkan Rafale yang sama dan dengan demikian tidak jelas apakah setidaknya ada pesawat lain yang dikerahkan ke Sungai Pax sebagai cadangan, meskipun kemungkinan besar demikian.
Di Luar Kelaziman, Jet Tempur Rafale M Lakukan “Buddy to Buddy” Air Refueling ke Airbus A400M
Rafale-M dalam konfigurasi tanker membawa dua tangki bahan bakar eksternal 2.000 liter dan dua 1.250 liter, bersama dengan pod Buddy to Buddy Air Refueling NARANG (nacelle de ravitaillement nouvelle generation/ pod pengisian bahan bakar generasi baru).
Rafale F3-R, yang mulai beroperasi pada Maret 2021, memperkenalkan kemampuan pengisian bahan bakar udara baru berkat pod NARANG. Pod tersebut dirancang oleh Safran berdasarkan pelajaran yang dipetik dari sistem sebelumnya yang sebelumnya digunakan oleh Etendard dan Super Etendard yang kini sudah tidak digunakan lagi.
Take-off dari Kapal Induk, Dua Jet Tempur Shenyang J-15 Lakukan “Buddy to Buddy” Night Air Refueling
Angkatan Laut Perancis mensertifikasi NARANG pod pada Januari 2021, hanya dua bulan sebelum Rafale F3-R mulai dioperasikan. Sejak penempatan operasional pertamanya selama misi Clemenceau yang dilakukan oleh kapal induk Charles de Gaulle pada tahun yang sama.
NARANG pod disasar untuk Rafale varian navy (Rafale M) yang beroperasi dari kapal induk nuklir Charles de Gaulle. Untuk memperpanjang jangkauan dan endurance, Rafale-M menggunakan teknik “buddy to buddy” air refueling, yang artinya pengisian bahan bakar di udara dilakukan oleh sesama jet tempur. Khusus jet tempur yang berperan sebagai ‘tanker’ membawa tangki bahan bakar lebih banyak pada sayapnya.
[the_ad id=”77299″]
NARANG pod disematkan pada centerline Rafale, dan sejatinya model buddy to buddy air refueling sudah lazim digunakan pada armada jet tempur yang beroperasi di kapal induk. Mulai dari Shenyang J-15 sampai F/A-18 E/F Super Hornet, tak asing mengandalkan buddy to buddy air refueling.
Angkatan Laut AS rencananya dalam waktu dekat akan mulai mengoperasikan drone tanker MQ-25A Stingray. Sehingga peran jet tempur tak lagi ‘nyambi’ sebagai pesawat tanker. (Bayu Pamungkas)


