Korea Utara Pamer Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh Produksi Dalam Negeri, Sekilas Mirip AIM-120 AMRAAM

Klaim kesuksesan PL-15 dalam menembak jatuh beberapa jet tempur India, termasuk Dassault Rafale, secara langsung ikut mengangkat pamor rudal udara ke udara blok Timur, yang selama ini dikesankan tertinggal dari teknologi rudal buatan Barat. Meski tak terkait langsung dengan isu yang terjadi di Kashmir, ada kabar mengejutkan datang dari Korea Utara.

Baca juga: Lini Produksi Rudal Udara ke Udara PL-15 Menggunakan Teknologi Robotik, Bisa Produksi 24 Jam Tanpa Awak

Dalam suatu inspeksi ke pangkalan udara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memperlihatkan keberadaan jenis rudal udara ke udara yang sejauh ini belum teridentifikasi jenisnya dan disebut merupakan buatan dalam negeri. Bagi analis pertahanan, ini merupakan kejutan, pasalnya selama ini fokus dan kemampuan pengembangan teknologi rudal nampak dititikberatkan pada jenis rudal balistik dan jelajah yang diluncurkan dari permukaan dan kapal perang.

Mengutip dari Korean Central News Agency (KCNA) (17/5/2025), penampakan rudal udara ke udara tersebut terungkap saat kunjungan Kim Jong Un ke ke Resimen Penerbangan di bawah Divisi Udara ke-1 pada tanggal 15 Mei 2025, yang salah satunya juga untuk mengawasi kegiatan uji coba rudal tersebut.

Ia menyatakan bahwa “semua unit angkatan bersenjata harus melakukan transformasi mendasar dalam kesiapan perang dengan menjaga keadaan siaga dan kesiapan operasional yang konstan.”

Meskipun nama resmi dan spesifikasi teknis rudal udara ke udara yang dimaksud belum diungkapkan, para pengamat mencatat bahwa desain rudal tersebut menunjukkan bahwa rudal tersebut mungkin memiliki jangkauan hingga 100 kilometer, yang berpotensi melampaui kinerja rudal yang ada saat ini dalam inventaris Korea Utara.

Sistem tersebut dilaporkan ditujukan untuk melawan pesawat tempur modern yang diterjunkan oleh Korea Selatan, dengan desain yang difokuskan pada perluasan jangkauan serangan dan peningkatan kemampuan intersepsi.

Merujuk pada desainnya, rudal udara ke udara produksi Korea Utara ada kemiripan dengan rudal udara ke udara jarak jauh AIM-120A/B AMRAAM buatan AS dan PL-12 buatan Cina. Dimensi rudal tersebut identik atau mirip dengan AIM-120 atau PL-12 Cina. Pada saat yang sama, sirip aerodinamis depan memiliki ujung yang runcing, ciri khas AIM-120 versi A dan B, serta PL-12.

Pada saat yang sama, sirip ekor memiliki bentuk unik yang tidak ditemukan pada rudal lain yang dikenal di kelas ini. Perlu dicatat bahwa, mengingat dimensi rudal dan bentuk hidungnya, kemungkinan besar rudal ini dilengkapi dengan kepala pelacak radar aktif, dan karakteristiknya mendekati analog asing, dengan jangkauan potensial 90-120 km.

Jika penggunaan teknologi tersebut pada rudal Korea Utara yang baru dikonfirmasi, akan mungkin untuk mengatakan bahwa Angkatan Udara Korea Utara telah mengatasi hambatan teknologi yang penting dengan memperoleh rudal udara-ke-udara modern untuk menggantikan rudal R-27 yang sudah ketinggalan zaman yang masih mengandalkan sistem pemandu semi-aktif.

Dalam uji coba, rudal udara ke udara misterius tersebut berhasil diluncurkan dari jet tempur MiG-29 Fulcrum dan sebagai sasaran dipilih berupa target drone. (Gilang Perdana)

Wuih, F-14 Tomcat Iran Dipasangi Rudal Buatan Rusia Vympel R-27

One Comment