Sudah Punya Patriot dan Arrow 3, Jerman Masih Merasa Kurang, Ingin Borong Sistem Rudal Hanud Arrow 4 dari Israel

Meski 99 persen impor senjata Israel berasal dari Amerika Serikat dan Jerman, namun, Jerman justru punya ‘ketergantungan’ jenis alutsista drone dan rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh dari Israel, selain juga dari AS.
Baca juga: SIPRI: “99 Persen Impor Senjata Israel Berasal dari Amerika Serikat dan Jerman”
Seperti dikutip militarnyi.com, Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) disebut ingin membeli sistem rudal hanud Arrow 4 yang saat ini sedang dikembangkan di Israel. Niat tersebut disuarakan oleh Letnan Jenderal Lutz Kohlhaus, Wakil Inspektur Angkatan Udara Jerman, dalam pidatonya di KTT Pertahanan Udara Darat CPM GmbH di Berlin pada tanggal 7 Mei 2025.
“Arrow 4 merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem Arrow 2, yang mencakup rentang ketinggian di atas sistem Patriot di lapisan transisi ke luar angkasa,” jelas Kohlhaus. Dengan sistem canggih tersebut, bersama dengan penyebaran Arrow 3, yang unit pertamanya akan beroperasi di Jerman timur laut pada akhir tahun, maka kemampuan hanud Angkatan Udara Jerman akan dapat mencakup seluruh rentang ketinggian di masa mendatang.
Tercatat bahwa salah satu keuntungan dari rudal berpemandu sistem Arrow 4 masa depan adalah dapat digunakan dengan radar dan peluncur Arrow yang ada saat ini. Ini menjadikannya solusi yang hemat biaya.

Menurut Kohlhaus, Angkatan Udara Jerman akan terus membeli sistem pertahanan udara Patriot dan jet tempur F-35 dari Amerika Serikat. Tercatat bahwa NATO saat ini tidak dapat melakukan peperangan udara gabungan tanpa Link 16, IFF Mode 5, atau aliran data standar, yang standarnya ditetapkan oleh Amerika Serikat.
Pos komando Angkatan Udara Jerman yang dikerahkan akan dibuat lebih mobile. Selain itu, perangkat lunak manajemen GIADS 5 dan Sitaware yang baru akan diperkenalkan.
The German Armed Forces have decided to purchase the Israeli Arrow 4 missile defence system, which is currently in the final stages of development. #Luftwaffe #Bundeswehr pic.twitter.com/OhErKYg4mr
— Boris Alexander Beissner (@boris_beissner) May 8, 2025
Karena Bundeswehr telah memesan delapan sistem Patriot baru, pembelian perangkat lunak AS baru untuk sistem tersebut sedang dipertimbangkan. Kolhaus mengatakan keputusan akan dibuat paling lambat akhir tahun ini. Angkatan Udara juga meminta pengadaan cepat enam sistem pertahanan udara Iris-T SLM sebagai tambahan dari enam yang dipesan.
Pada awal Mei, Angkatan Udara Jerman menerima komponen pertama dari sistem rudal Arrow 3 Israel. Kontrak untuk membeli tiga sistem Arrow 3 ditandatangani pada 23 November 2023 dengan nilai sekitar 4 miliar euro.
Pekerjaan pengembangan Arrow 4 yang lebih canggih dimulai pada tahun 2021. Kontraktor utama untuk proyek baru ini adalah Israel Aerospace Industries, serta Boeing dan perusahaan Israel Elbit Systems juga terlibat dalam pengembangan tersebut.
Ada ‘Sentuhan’ Airbus, Drone MALE (Israel) Heron TP Sukses Terbang Perdana di Langit Jerman
Saat ini, Jerman belum sepenuhnya mengoperasikan sistem pertahanan rudal Arrow 3 buatan Israel. Namun, proses integrasi sistem ini ke dalam pertahanan udara Jerman sedang berlangsung dan mencapai kemajuan signifikan.
Pada awal Mei 2025, Angkatan Udara Jerman menerima komponen pertama dari sistem Arrow 3 yang dikirim dari Israel. Pembangunan infrastruktur untuk sistem ini telah dimulai di Pangkalan Udara Holzdorf, sekitar 75 km selatan Berlin. Proyek ini bertujuan mencapai kemampuan operasional awal pada tahun 2025 dan kesiapan penuh pada tahun 2030. Sstem Arrow 3 akan menjadi bagian dari European Sky Shield Initiative, sebuah proyek pertahanan udara terintegrasi yang melibatkan 24 negara Eropa.
Rrudal Arrow 3 atau Hetz 3 adalah rudal anti balistik hipersonik eksoatmosfir, yang didanai bersama, dikembangkan dan diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI) dan Boeing Amerika Serikat. Arrow 3 digadang mampu memberikan intersepsi ekso-atmosfer dari rudal balistik (selama bagian penerbangan luar angkasa dari lintasannya), termasuk rudal balistik antarbenua yang membawa hulu ledak nuklir, kimia, biologi atau konvensional.
Menargetkan rudal balistik di luar atmosfer memberikan tingkat keamanan tambahan, terutama jika menyangkut senjata yang mungkin membawa hulu ledak nuklir, atau bahkan muatan biologis atau kimia. Arrow 3 disokong roket two stage yang mampu melesat hingga kecepatan di level hipersonik.
Arrow 4
Selain Arrow 3, Jerman juga berencana untuk mengakuisisi sistem pertahanan rudal Arrow 4 yang saat ini masih dalam tahap pengembangan di Israel.
Arrow 4 adalah generasi terbaru dari sistem pertahanan rudal balistik yang sedang dikembangkan bersama oleh Israel dan Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk menggantikan Arrow 2 dan melengkapi Arrow 3 dalam menghadapi ancaman rudal balistik canggih, termasuk rudal hipersonik dan kendaraan luncur hipersonik yang dapat bermanuver untuk menghindari sistem pertahanan tradisional.
[the_ad id=”77299″]
Pengembangan Arrow 4 diumumkan secara resmi pada Februari 2021 oleh Kementerian Pertahanan Israel dan Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat (MDA). Arrow 4 dirancang untuk memiliki kemampuan intersepsi di dalam dan di luar atmosfer (endo- dan eksosferik), serta mampu menghadapi ancaman rudal balistik yang lebih kompleks, termasuk rudal hipersonik.
Setelah serangan rudal balistik oleh Iran pada April 2024, Israel mempercepat pengembangan Arrow 4 untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman semacam itu. (Gilang Perdana)
Tidak Cukup dengan Patriot, Hadapi Serangan Rudal Balistik Jerman Akuisisi Rudal Arrow 3



Kita masih butuh lebih banyak sistem pertahanan udara jarak sedang setara NASAMS atau yang lebih baru. Dengan adanya IKN dan 10 kawasan metropolitan yang butuh payung udara saya berharap NASAMS atau versi yang lebih baru ditambah.