Performa Chengdu J-10C Memukau dalam Perang Kashmir, Saham Chengdu Aircraft Corporation Meroket

Dampak konflik bersenjata di Kashmir ternyata tidak hanya dirasakan oleh Pakistan dan India, pasalnya ada pihak ketiga yang terimbas langsung secara bisnis. Pihak ketiga yang dimaksud adalah Dassault Aviation, manufaktur jet tempur Rafale dan Chengdu Aircraft Corporation sebagai produsen jet tempur Chengdu J-10C.

Baca juga: Buntut Kabar Jet Tempur Rafale India Ditembak Jatuh, Saham Dassault Aviation Langsung Keok

Buntut dari melesetnya espektasi, yaitu ditembak jatuhnya jet tempur Rafale, berbuntut terkoreksinya saham Dassault Aviation di pasar bursa. Sebaliknya, saham Chengdu Aircraft Corporation mendapat berkah berkat pemberitaan positif atas performa J-10C dalam duel udara pada tanggal 7 Mei 2025.

Performa Chengdu J-10C dalam pertempuran udara yang singkat namun berisiko tinggi mengirimkan gelombang kejut ke pasar pertahanan global, mendorong harga saham perusahaan tersebut naik lebih dari 40% hanya dalam hitungan hari.

Kenaikan dramatis harga saham yang dilaporkan oleh media keuangan seperti Bloomberg, menggarisbawahi kebenaran abadi dalam industri pertahanan, bahwa iklan terbaik produk persenjataan adalah keberhasilan produk tersebut dalam pertempuran.

Debut J-10C tidak hanya memamerkan kemampuannya tetapi juga menyoroti kecakapan Cina yang semakin meningkat dalam memproduksi perangkat keras militer canggih, yang menimbulkan pertanyaan tentang dinamika kekuatan udara global yang terus berubah.

J-10C, yang dikenal sebagai “Vigorous Dragon,” adalah pesawat tempur multiperan bermesin tunggal yang dirancang untuk bersaing dengan pesawat tempur Barat seperti F-16 Fighting Falcon milik Amerika dan Dassault Rafale milik Perancis.

Dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation, anak perusahaan milik negara Aviation Industry Corporation of China, jet tersebut merupakan lompatan maju yang signifikan bagi industri kedirgantaraan China.

Inti dari daya tarik J-10C adalah rangkaian avioniknya yang canggih, yang didukung oleh radar active electronically scanned array (AESA). Sistem ini memungkinkan jet untuk mendeteksi dan melacak beberapa target pada jarak jauh, bahkan di lingkungan yang diperebutkan dengan gangguan elektronik yang parah.

Siap Dikirim Cina, Inilah Penampakan Jet Tempur Chengdu J-10C Pakistan

 

Ketepatan radar, dikombinasikan dengan kemampuan jet untuk membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti PL-15, memberinya keunggulan signifikan dalam pertempuran di luar jangkauan visual. PL-15, dengan perkiraan jangkauan melebihi 100 mil, dirancang untuk mengungguli banyak rudal Barat, menjadikannya aset penting dalam pertempuran udara modern.

J-10C juga mengintegrasikan rudal PL-10 jarak pendek, yang dilengkapi dengan pencari inframerah pencitraan untuk pertempuran udara jarak dekat. Senjata-senjata ini, yang dipasangkan dengan kontrol fly-by-wire digital dan konfigurasi sayap canard-delta, memberikan kemampuan manuver dan fleksibilitas yang luar biasa.

Pakistan Klaim Jet Tempur Chengdu J-10C Berhasil ‘Jamming’ Rafale Angkatan Udara India, Mungkinkah?

Persenjataan internal Chengdu J-10 mencakup meriam laras ganda Gryazev-Shipunov GSh-23, yang dipasang di bawah sisi kiri intake, untuk pertempuran jarak dekat.

Chengdu J-10 terbang perdana pada 23 Maret 1998, dan menjadi jet tempur single engine pertama produksi Cina dengan teknologi fly by wire.

Chengdu (Jian) J-10 merupakan jet tempur generasi 4+ yang dikembangkan oleh Cina sebagai pesawat tempur multirole, awalnya dirancang sebagai pesawat tempur superioritas udara sebelum kemudian diadaptasi untuk peran multirole. Pengembangannya sangat dipengaruhi oleh teknologi Soviet dan Barat, terutama desain sayap delta dan canard yang mirip dengan jet tempur IAI Lavi dari Israel. (Bayu Pamungkas)

Hari Ini 27 Tahun Lalu, Chengdu J-10 Terbang Perdana, Jet Tempur Pertama Cina dengan Teknologi Fly-by-Wire

One Comment