Cina Tampilkan Senjata Anti Sniper yang Gabungkan Pelontar Granat Semi Otomatis dan Gun Fire Locator

Yang harus diwaspadai oleh penembak jitu (sniper) adalah keberadaan gun fire locator, pasalnya perangkat ini mampu mendeteksi arah asal dan jarak asal tembakan. Di antara teknologi gun fire locator yang lumayan banyak diadopsi adalah yang menggunakan basis sensor akustik. Meski tidak sempurna, gun fire locator jenis ini bila dipadukan sengan senjata anti sniper dapat membuat posisi sniper terancam akibat tembakan balasan.
Baca juga: Norinco QBU-201 – Senapan Anti Material Terbaru Infanteri Angkatan Darat Cina
Sebuah video belum lama ini memperlihatkan inovasi sistem senjata anti sniper rancangan Cina yang memadukan gun fire locator berbasis sensor akustik dengan pelontar granat semi-otomatis QLU-11 kaliber 35 mm. Sistem anti sniper terbaru ini menggabungkan teknologi akustik dan opto-elektronik untuk mendeteksi dan menemukan posisi penembak jitu secara langsung.
Sistem ini mencakup stasiun senjata portabel yang dikendalikan dari jarak jauh yang dilengkapi dengan peluncur granat, yang mampu memberikan serangan presisi tinggi dengan peluru peledak udara (air-burst round).
New Chinese anti-sniper system combining acoustic and opto-electronic technology to detect and locate sniper positions in real-time.
This system includes a portable remote-controlled weapon station equipped with a grenade launcher, capable of delivering high-precision strikes… pic.twitter.com/fz3QAIhLNb
— Clash Report (@clashreport) November 3, 2024
Gun Fire Locator portable digadang untuk mampu menentukan arah dan jarak datangnya tembakan. Dengan kemampuannya, Gun Fire Locator dapat ditempatkan pada suatu obyek vital, seperti wilayah perbatasan yang rawan. Semisal muncul tembakan (tanpa peredam), maka dapat dianalisa arah datangnya proyektil.
QLU-11 adalah peluncur/pelontar granat semi-otomatis kaliber 35mm yang dikembangkan oleh Norinco (China North Industries Corporation). Senjata ini didesain untuk memberikan daya tembak tinggi pada jarak menengah hingga jauh, khususnya dalam peran anti-infanteri dan anti-material ringan.
TNI AL Kembangkan Gun Fire Locator, Alat Pendeteksi Arah dan Jarak Tembakan
QLU-11 dirancang untuk memberikan dukungan tembakan bagi pasukan darat, kendaraan, atau instalasi stasioner dan dipakai oleh militer Tiongkok dalam berbagai peran tempur.
Amunisi QLU-11 termasuk jenis ledak tinggi dan fragmentasi, dengan varian yang dapat mencapai target pada jarak lebih dari 2.000 meter dalam kondisi yang tepat. Dengan sistem semi-otomatis, memungkinkan penembak QLU-11 untuk melontarkan granat dengan cepat tanpa perlu menarik pelatuk berulang kali.
[the_ad id=”77299″]
Mekanisme semi-otomatis ini memberi kecepatan tembakan lebih tinggi dan waktu respons yang lebih cepat dalam situasi tempur. Dari spesifikasi, QLU-11 mampu melontarkan proyektil dengan kecepatan 320 meter per detik.
Senjata ini dirancang dengan bobot yang cukup ringan untuk sebuah pelontar granat kaliber besar (12 kg dengan bipod dan 23 kg dengan tripod) , memungkinkan mobilitas lebih besar dibandingkan pelontar granat otomatis sejenis. QLU-11 mengadopsi magasin drum dengan pola input amunisi feed system. Tersedia pilihan magasin dengan kapasitas 3, 5 dan 7 amunisi.
Meski inovasi yang menarik, namun senjata anti sniper berbasis akustik ini bukan tanpa kelemahan, khususnya bila sniper menggunakan senjata dengan peredam. (Bayu Pamungkas)


