Untuk MBT Modern Italia, Leonardo Luncurkan Meriam L55 dan Amunisi Vulcano Terbaru Kaliber 120mm

Perusahaan pertahanan terkemuka Italia, Leonardo, diwartakan telah meluncurkan dua produk baru untuk melengkapi sistem senjata pada Main Battle Tank (MBT), yaitu meriam tank L55 kaliber 120 mm dan amunisi presisi Vulcano 120 mm. Peluncuran tersebut dilakukan dalam demonstrasi penembakan langsung atas enam peluru di lapangan uji balistik di Cottrau di Portovenere, Italia.

Baca juga: Setelah ‘Dibedah’, Kata Ahli Tank Rusia: “Tidak ada yang Istimewa dari MBT Leopard 2A6 Jerman”

meriam baru L55 120 mm dirancang untuk MBT Panther-IT Italia yang akan datang, merupakan kemajuan besar dalam teknologi persenjataan tank. Panjang laras kaliber 55 yang diperpanjang menghasilkan kecepatan moncong yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih baik pada tekanan operasi yang tinggi. Leonardo mengaitkan peningkatan kemampuan ini dengan proses autofrettage yang dipatenkan yang memperkuat laras, memungkinkannya untuk menahan tekanan amunisi berenergi tinggi modern.

Meriam L55 direncanakan untuk melengkapi 82 dari 132 MBT Panther-IT yang dipesan, sementara 50 sisanya akan dipersenjatai dengan kanon L55A1 dari Rheinmetall. Meriam baru ini juga kompatibel dengan tank Ariete C2 Italia dan kendaraan tempur AICS-120, serta memiliki potensi besar untuk pasar ekspor.

Meriam baru ini dirancang atas dasar pengalaman yang diperoleh OTO Melara pada tahun 1980-an, ketika perusahaan tersebut mengembangkan meriam smoothbore L44 120 mm untuk MBT Ariete, dan pada awal tahun 2000 ketika Leonardo mengembangkan versi yang disempurnakan, meriam L45 120 mm, yang dipasang pada ranpur roda ban Centauro II.

Meriam baru L55 dari Leonardo dirancang dengan mempertimbangkan tekanan desain dari perkembangan terbaru di bidang amunisi, terutama jenis amunisi APFSDS (Armour-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot), yang akan memungkinkan peningkatan performa yang signifikan.

Seperti dikutip EDR On-Line, laras meriam L55 terbuat dari paduan baja yang sama dengan yang digunakan untuk meriam L45 120 mm Centauro II. Namun, Leonardo menyempurnakan proses autofrettaging yang memungkinkan peningkatan tekanan desain secara signifikan, dengan geometri baru yang juga diadopsi untuk laras.

Rheinmetall L/44 120mm: Senjata Pamungkas MBT Leopard 2A4 Revolution TNI AD

Sebagai catatan, autofrettaging adalah proses teknik yang digunakan untuk memperkuat laras senjata, khususnya laras meriam atau artileri, dengan cara membuat tegangan sisa (residual stress) di dalam dinding laras agar lebih tahan terhadap tekanan tembakan yang sangat tinggi.

Leonaedo menyatakan bahwa tekanan desain lebih tinggi dibandingkan pesaing saat ini, sehingga potensi pertumbuhannya lebih besar. Indikasi umum, 1.200 butir peluru, diberikan untuk perkiraan masa pakai laras. Dibandingkan dengan laras meriam L45 120 mm, massa laras L55 sekitar 500 kg lebih tinggi, sementara kecepatan moncong meningkat sekitar 5 persen.

Rheinmetall Luncurkan Panther KF51 – MBT Generasi Terbaru dengan Future Gun System

Salah satu persyaratan yang ditetapkan Leonardo sejak awal proses desain adalah modularitas laras yang maksimal, agar dapat dipasang pada sistem yang sudah ada, yang berpotensi memberikan peningkatan kinerja. Tentu saja, meriam L55 120 mm dapat menembakkan semua laras standar NATO 120 mm yang ada.

Selain meriam, Leonardo juga memperkenalkan amunisi Vulcano 120 mm, anggota terbaru dari keluarga amunisi berpemandu presisi sub-kalibernya. Amunisi Vulcano dirancang untuk memperluas jangkauan meriam tank 120 mm jauh melampaui jangkauan tembak tradisional. Amunisi Vulcano baru ini dilaporkan memiliki jangkauan tembak maksimum sekitar 30 kilometer, memungkinkan MBT untuk menyerang sasaran yang jauh di luar jangkauan pandang.

MBT Ariete

[the_ad id=”77299″]

Amunisi Vulcano adalah keluarga amunisi artileri presisi buatan Leonardo, yang dirancang untuk meningkatkan jangkauan dan akurasi tembakan meriam angkatan laut dan darat — jauh melebihi peluru konvensional. Vulcano adalah munisi artileri presisi berkaliber 76 mm, 127 mm, dan 155 mm yang memanfaatkan Guidance system (pemandu) seperti GPS dan Inertial Navigation, Extended Range (ER) melalui desain aerodinamis dan sabuk pendorong khusus (base bleed) dan Precision Guidance Kit (PGK) untuk versi berpemandu.

Vulcano nantinya akan melengkapi amunisi pada meriam di fregat PPA class TNI AL – KRI Brawijaya 320 and KRI Prabu Siliwangi 321, yang masing-masing dibekali dengan meriam Leonardo (Otobreda) 127/64 dan Leonardo Strales Sovraponte 76/62.

Leonardo (Otobreda) 127/64 – Bakal Jadi Meriam dengan Kaliber Terbesar di Armada Kapal Perang TNI AL

Kehadiran amunisi Vulcano baru mencerminkan pandangan Leonardo tentang medan perang yang terus berkembang, di mana manuver peperangan telah meluas ke berbagai dimensi. Perusahaan ini melihat tank tempur utama modern berevolusi menjadi platform tempur multiperan, mendukung formasi yang tersebar dan nonlinier, sekaligus mempertahankan kemampuan untuk memberikan daya tembak jarak jauh yang presisi.

Vulcano 120 mm tidak hanya kompatibel dengan ranpur beroda rantai seperti Panther-IT dan Ariete C2, tetapi juga dengan ranpur beroda seperti Centauro II.

Pengungkapan ini terjadi di tengah upaya militer Eropa untuk meningkatkan armada lapis baja mereka sebagai respons terhadap pelajaran yang dipetik dari konflik-konflik terkini, termasuk perang di Ukraina. Amunisi presisi jarak jauh dan meriam tank berperforma tinggi dipandang sebagai faktor penting untuk mempertahankan dominasi medan perang di lingkungan yang sangat diperebutkan. (Bayu Pamungkas)

Dari Sitaan MBT Leopard 2A4 dan IFV M2A2 Bradley, Rusia Ciptakan Amunisi Anti Tank Generasi Terbaru