Leonardo (Otobreda) 127/64 – Bakal Jadi Meriam dengan Kaliber Terbesar di Armada Kapal Perang TNI AL

Meski saat didatangkan belum dilengkapi rudal anti kapal, namun potensi pengadaan dua OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat dari Italia, Paolo Thaon di Revel class dengan metode rapid acquisition, merupakan momen besar bagi sistem senjata kapal perang TNI AL. Pasalnya OPV Thaon di Revel class dalam paketnya dibekali meriam Otobreda 127/64 pada haluan. Bila pengadaan OPV ini terealisasi, maka predikat kapal perang TNI AL dengan kaliber terbesar bukan lagi berada di korvet Fatahillah class.

Baca juga: Bofors 120 mm – Meriam Kaliber Terbesar di Kapal Perang TNI AL

Tidak itu saja, Indonesia akan menjadi operator perdana meriam Otobreda 127/64 di Asia Tenggara, pasalnya belum ada kapal kombatan milik negara di Asia Tenggara yang dipasangi meriam ini. Otobreda 127/64 seperti halnya Oto Melara 76 mm, adalah meriam reaksi cepat (rapid fire gun) yang dirancang untuk dipasang pada kapal perang bertonase besar dan sedang.

Meriam ini juga memiliki versi untuk pertahanan pantai (coastal defense), yang ditujukan untuk tembakan permukaan dan dukungan tembakan angkatan laut sebagai peran utama dan tembakan anti-pesawat sebagai peran sekunder.

Meriam ini dapat menembakkan semua amunisi standar 127 mm (5 inci) termasuk amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano. Oleh karena itu, secara resmi diberi merek sebagai OTO 127/64 LW – VULCANO System oleh Leonardo untuk tujuan pemasaran.

Dengan modular automatic feeding magasin memungkinkan penembakan hingga empat jenis amunisi berbeda dan dapat langsung dipilih; magasin (empat drum, masing-masing dengan satu peluru siap ditembakkan dan 13 amunisi lainnya disimpan) dapat diisi ulang saat dudukannya beroperasi.

Sistem manipulator amunisi tersedia untuk mengangkut proyektil dan bahan bakar dari gudang amunisi utama ke magasin pengisian, yang secara otomatis diisi ulang. Aliran amunisi bersifat reversibel. Peluru dapat dikeluarkan secara otomatis dari meriam. Antarmuka digital dan analog tersedia untuk menghubungkan ke combat management system (CMS) kapal.

Meriam Otobreda 127/64 dirancang pada tahun 2005 dan mulai diproduksi pada tahun 2012. Berat modul meriam mencapai 33 ton dan panjang laras 8,1 meter. Bobot tiap amunisi 127x835mmR ada di rentang 29 – 31 kg. Meriam kaliber 127 mm ini dapat menembekkan 32 proyektil setiap menitnya.

Kecepatan luncur proyektil mencapai 808 meter per detik, sementara untuk jarak tembak efektif 30 km Vulcano system dan jarak tembak maksimum sampai 120 km.

Selain OPV Thaon di Revel class, beberapa kapal perang yang telah dipasangi meriam Otobreda 127/64 seperti frigat FREMM Bargamini class (Italia), frigat De Zeven Provinciën class (Belanda), frigat Baden-Württemberg-class (Jerman) dan frigat F126 class (Jerman).

TNI AL Berpotensi Tahun ini Diperkuat Dua Unit OPV Rasa Frigat Paolo Thaon di Revel Class

Antara Otobreda, Oto Melara dan Leonardo
Oto Melara dan Otobreda adalah dua perusahaan manufaktur senjata asal Italia yang keduanya terlibat dalam produksi meriam kapal. Meskipun pada awalnya keduanya adalah perusahaan yang terpisah, pada tahun 2001, Oto Melara dan Otobreda bergabung menjadi sebuah perusahaan yang disebut Oto Melara & Otobreda (sekarang dikenal sebagai Leonardo).

Meskipun mereka sekarang tergabung dalam satu entitas, sebelumnya, perbedaan antara Oto Melara dan Otobreda terletak pada sejarah dan keahlian spesifik masing-masing perusahaan.

Oto Melara didirikan pada tahun 1905 oleh Bersaglieri Captain Pietro Beretta. Perusahaan ini awalnya terlibat dalam produksi senjata kecil dan kemudian berkembang ke meriam kendaraan darat dan laut.

Otobreda didirikan pada tahun 1926 dan awalnya terlibat dalam produksi amunisi. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi produsen meriam laut dan darat.

Meriam Leonardo Marlin 40 Telah Terpasang di Korvet ‘Kepresidenan’ KRI Bung Karno 369

Keduanya terkenal karena meriam laut mereka. Sebelum bergabung, Oto Melara dikenal dengan sejumlah meriam kapal, termasuk seri 76 mm dan 127 mm, sementara Otobreda terkenal dengan meriam kaliber besar seperti 76mm dan 127mm juga.

Pada tahun 2001, Oto Melara dan Otobreda bergabung untuk membentuk satu perusahaan yang lebih besar di bawah nama Oto Melara & Otobreda. Kemudian, perusahaan ini berganti nama menjadi Leonardo. (Bayu Pamungkas)

KRI Surabaya 591 Dipersenjatai Meriam ‘Stealth’ Leonardo OTO Twin 40L70 Compact, Ini Kecanggihannya

6 Comments