Thailand Resmi Akuisisi Empat Unit Gripen E/F Senilai US$596 Juta, Total Pesanan Mencapai 12 Unit

Setelah kabar pelibatan untuk pertama kalinya jet tempur Gripen dalam operasi militer ofensif ke basis pasukan Kamboja di perbatasan, kini ada kabar anyar seputar eksistensi pesawat tempur buatan Swedia ini. Melanjutkan rencana sebelumnya, Angkatan Udara Thailand (RTAF) pada tanggal 4 Agustus 2025, secara resmi memilih Gripen E/F sebagai pengganti F‑16 usang mereka.

Baca juga: “Pecah Telur”, Jet Tempur Gripen Untuk Pertama Kali Digunakan dalam Operasi Militer Ofensif

Bersamaan dengan keputusan yang diambil RTAF, Pemerintah Thailand kemudian menyetujui pengadaan empat unit Gripen E/F dengan nilai sekitar 19,5 miliar baht (US$596 juta). Pengadaan empat unit merupakan fase awal dari rencana Thailand untuk membeli sampai 12 unit Gripen E/F. Penandatanganan kontrak direncanakan pada Agustus 2025, dengan pengiriman pesawat pertama dijadwalkan mulai 2029.

Total Gripen E/F yang direncanakan Thailand adalah 12 unit, yang didatangkan secara bertahap hingga 2035, untuk menggantikan F‑16 dan F‑5 secara lengkap. Fase awal merupakan bagian dari pelunasan program jangka panjang, anggaran hanya mencakup empat unit dalam periode 2025–2029. Sisanya akan dibeli dalam tahap selanjutnya hingga 2034–2035, tergantung pada performa awal dan anggaran masa depan.

Singkirkan F-16 Block 70 Viper, Angkatan Udara Thailand Resmi Pilih Gripen E/F untuk Gantikan F-16 Lawas

Gripen E/F dipilih karena dianggap lebih sesuai dibanding F‑16 Block 70/72 (F-16 Viper) oleh komite evaluasi—terutama dari segi biaya, kinerja, interoperabilitas (Link‑T), dan offset industri lokal. Saab dalam tawarannya kepada Thailand, menjanjikan kemampuan Gripen E/F dengan radar AESA Raven ES‑05, IRST (Infrared Search and Track) Skyward‑G, sistem perang elektronik Arexis, mendukung rudal seperti Meteor, IRIS‑T, dan helmet‑mounted display modern.

Satu lagi kemampuan yang diwariskan dari Gripen C?D adalan kompatibilitas operasi dari jalan raya pendek ~600 meter, untuk proses lepas landas dan mendarat.

Angkatan Udara Thailand Pertama Kali Gelar Latihan Take off and Landing Gripen di Jalan Raya

Seperti dikutip Bangkokpost.com, Thailand akan mendapatkan offset dan kolaborasi industri lokal. Dengan nilai mencapai lebih dari 100 miliar bath untuk 12 unit, Saab akan mentransfer teknologi kepada Thailand mencakup Link‑T datalink, pelatihan pilot dan teknisi, pendirian MRO (maintenance, repair, overhaul) domestik dan integrasi industri Thailand dalam rantai produksi komponen Gripen.

Saat ini, Angkatan Udara Thailand saat ini mengoperasikan 11 unit Gripen C/D yang dikirim ke Thailand (2011–2013), sebelumnya satu unit jatuh dengan menewaskan pilotnya pada tanggal 14 Januari 2017, saat Pertunjukan udara di Wing 56, Hat Yai, Songkhla. (Gilang Perdana)

AU Thailand Rayakan Satu Dekade Pengoperasian Jet Tempur Gripen

2 Comments