Setelah C-17A Globemaster yang di-‘copy’ sebagai Xian Y-20 Kunpeng, maka ada kejutan lain dari Cina di penghujung tahun, yaitu dengan terlihatnya penerbangan pertama prototipe pesawat angkut sedang (medium class military cargo) Y-30. Membetot perhatian netizen global, pasalnya Y-30 punya kemiripan desain dengan Airbus A400M. (more…)
Cina rupanya tidak puas dengan penciptaan Xian Y-20, yang punya spesifikasinya identik dengan C-17A Globemaster III buatan AS. Lebih dari itu, Cina punya obsesi untuk membangun pesawat angkut berat yang lebih besar, yang disebut bakal punya kapasitas angkut setara Antonov An-124 Ruslan. (more…)
Hampir bersamaan dengan serangan udara jarak jauh dari tujuh pembom stealth B-2 Spirit AS ke fasilitas nuklir Iran, nun jauh di Pasifik, Angkatan Udara Cina menggelar aksi terkait dengan kemampuan pembom strategisnya. Untuk pertama kalinya pembom strategis Xian H-6N melakukan simulasi terbang jarak jauh dengan dukungan air refueling dari pesawat tanker produksi dalam negeri, Xian Y-20U. (more…)
Latihan bersama (Latma) militer bukan semata-mata terkait dengan kerja sama strategis antar negara, lain dari itu, model latihan bersama bisa menjadi momen yang pas untuk mempromosikan produk alutsista. Seperti Mesir yang dikabarkan akan memfinalisasi pembelian jet tempur Chengdu J-10C, maka untuk pertama kalinya Cina menggelar latihan bersama matra udara di wilayah Mesir. (more…)
Menutup akhir tahun, industri pertahanan Cina membuat serangkaian kejutan besar. Setelah penerbangan perdana prototipe jet tempur stealth generasi keenam pada 26 Desember lalu, ada lagi peluncuran kapal serbu amfibi “Sichuan” Type 076 berbobot 40.000 ton pada 27 Desember 2024. Tapi itu belum cukup, ada kejutan juga di segmen Airborne Early Warning and Control (AEW&C). (more…)
Sebagai pangkalan udara utama yang berada di Jakarta, maka Lanud Halim Perdanakusuma tak jarang mendapat kunjungan pesawat angkut berat dari negara-negara sahabat. Bila Boeing C-17 Globemaster, Antonov An-124, Ilyushin Il-76 dan Airbus A-400, kerap bertandang ke Lanud Halim Perdanakusuma, tapi lain halnya dengan Xian Y-20 Kunpeng. (more…)
Mobilitas udara Sang Naga tidak bisa dilepaskan dari sosok pesawat angkut Xian Y-20 Kunpeng, yang dikenal sebagai ‘jiplakan’ C-17 Globemaster. Seiring dengan roadmap yang telah dicanangkan, Y-20 saat ini dikabarkan sudah mulai mendapatkan upgrade dengan pemasangan mesin baru, yakni mengganti mesin eksisting buatan Rusia dengan mesin buatan dalam negeri yang diklaim lebih bertenaga. (more…)
Mimpi ekspansi Cina tentu tak bisa dilepaskan dari dukungan pesawat tanker, maklum dalam operasi yang melibatkan penempur dengan sasaran jarak jauh dari pangkalan, maka keberadaan pesawat tanker menjadi mutlak. Untuk urusan itu, Angkatan Udara Cina sejak lama sudah mempersiapkan armada pesawat tanker. Namun, secara kuantitas jumlah pesawat tanker Cina tidak lagi memadai, plus usianya yang tergolong tua. (more…)
Shenyang J-16 dan Chengdu J-20, tak pelak menjadi dua jet tempur Cina yang namanya paling banyak disebut saat ini. Pasalnya keduanya dilibatkan secara aktif dalam kampanye militer Cina terhadap Taiwan belum lama ini. Shenyang J-16 adalah jet tempur Angkatan Udara Cina yang paling banyak melintasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, sedangkan Chengdu J-20 adalah jet tempur paling canggih Cina yang punya kemampuan stealth, dan telah diikutkan dalam latihan perang besar-besaran, termasuk patroli tempur di Laut Cina Timur dan Cina Selatan. (more…)
Di masa-masa rawan konfrontasi, Cina jelas membutuhkan aliansi pertahanan dengan negara lain. Dan bicara persenjataan, sudah barang tentu, Cina tak akan bisa ‘lepas’ dari Rusia, negara yang begitu banyak memasok persenjataan, termasuk jenis persenjataan asal Rusia yang akhirnya dijiplak oleh Beijing. Dan guna mempererat tali ikatan antar kedua negara, untuk pertama kalinya Cina mengirimkan pesawat angkut berat produksi dalam negeri, Xian Y-20 Kunpeng ke Moskow. (more…)