Pada 21 Oktober lalu Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, melaporkan telah melangsungkan uji coba peluncuran rudal jelajah dengan jangkauan 14.000 km dalam durasi penerbangan 15 jam. Sudah tentu bukan rudal jelajah biasa, kemampuan tersebut hanya terdapat pada Burevestnik, yakni rudal jelajah bertenaga nuklir yang diluncurkan dari darat (ground based launcher). (more…)
Rupanya permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar bisa mendapat pasokan rudal jelajah Tomahawk dari AS, telah memantik reaksi dari petinggi Rusia. Salah satunya lewat pernyataan Andrei Kartapolov, Kepala Komite Pertahanan Parlemen Rusia (sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan), yang menyebut pihaknya mampu dan mengetahui cara mencegat rudal Tomahawk. (more…)
Sebagai sekutu Rusia di Amerika Latin, maka eksistensi pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro, menjadi perhatian bagi Kremlin. Ibarat AS yang rajin mengirim Bomber Task Force ke negara-negara Eropa yang berbatasan dengan Rusia, maka saat Venezuela dalam ancaman perang dari Washington, Rusia beberapa kali memberi atensi khusus, salah satunya dengan penerbangan langung pembom strategis Tupolev Tu-160 Blackjack ke Venezuela. (more…)
Gagal berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mewujudkan gencatan senjata di Ukraina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan mengirim sistem hanud MIM-104 Patriot ke Ukraina, dan yang kontroversial, Trump juga mempertimbangkan pengiriman senjata jarak jauh dengan presisi tinggi, yang kemudian mengerucut rudal jelajah jarak jauh AGM-158 JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile). (more…)
Berlokasi di galangan kapal Sevmash di Severodvinsk, pada 27 Maret 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi meluncurkan Perm, yakni kapal selam serang bertenaga nuklir generasi keempat yang termasuk dalam Yasen M class. Berbeda dari Yasen M class lainnya, Perm merupakan kapal selam serang pertama yang dilengkapi dengan rudal jelajah hipersonik 3M22 Tsirkon (Zircon) sebagai senjata andalan. (more…)
Hari ini, 24 Februari 2025, menjadi momen penanda tiga tahun pecahnya perang Rusia versus Ukraina. Dari jalannya perang yang brutal dan melelahkan, meski jauh dari kata mudah, kini mulai ada harapan untuk terjadinya perdamaian, mininal gencatan senjata, khususnya pasca mediasi yang diiniasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (more…)
Meluncur dengan kecepatan hipersonik, rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM) dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) 9M729 Oreshnik (Kedr) menjadi begitu sulit ditangkal oleh sistem hanud (pertahana udara) Ukraina, termasuk MIM-104 Patriot sekalipun. (more…)
StarkDefence, perusahaan dari Ukraina belum lama ini meluncurkan drone kamikaze (loitering munition) vertical take-off and landing (VTOL) yang diberi label “SkyFall.” Terdengar sangar, lantaran SkyFall digadang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dan benteng pertahanan musuh pada jarak antara 40 dan 60 kilometer. Namun, SkyFall ‘Ukraina’ dijamin kalah sangar dari SkyFall milik Rusia. (more…)
ehari setelah meninjau empat unit pembom strategis Tu-160M Blackjack yang telah mendapatkan upgrade di Kazan Aviation Plant (KAZ), Presiden Rusia Vladimir Putin pada 22 Februari 2024 membuat sejarah, yakni dengan menjajal langsung terbang dengan Tu-160M yang bernama “lya Muromets”. Lepas landas dari Kazan Aviation Plant di Tatarstan, Putin yang duduk di kursi kopilot menuntaskan penerbangan selama 30 menit. (more…)
Bicara tentang kapal induk, Rusia saat ini justru tertinggal dari India dan Cina, padahal dua negara tersebut awalnya berguru dan mengadopsi teknologi kapal induk dari Rusia. Kini hanya ada satu kapal induk yang dioperasikan Angkatan Laut Rusia, yakni Admiral Kuznetsov, yang ironisnya masih dalam fase perbaikan setelah pelayaran terakhirnya pada tahun 2017. Menghadapi kenyataan tersebut, bukan berarti Kremlin kehilangan selera dan harapan pada konsep kapal induk generasi baru. (more…)